From: Teuku Don Zulfahri sekjengam@yahoo.com , sonyafm

Subject: Tanggapan Sekjen GAM tentang MoU Jenewa dan Pernyataan MP GAM

6 Mei 2000

TANGGAPAN TENTANG MOU JENEWA DAN PERNYATAAN MP GAM

Setelah meneliti butiran lengkap dan alasan Majelis Pemerintahan (MP GAM) mempersoalkan legitimasi perundingan antara RI dan GAM di Jenewa serta setelah saya meneliti berita yang tersebar tentang rencana penandatanganan perundingan dan MoU tersebut, maka saya sebagai Sekretaris Jenderal GAM memberi tanggapan sebagai berikut:

1. Saya bersetuju dan sependapat dengan MP GAM bahwa peundingan Jenewa tidak melibatkan GAM secara menyeluruh, melainkan hanya perundingan antara satu kelompok GAM ( GAM Bandit ciptaan TNI) dengan Republik Indonesia. Lebih jauh dari itu, malah saya berpendapat bahwa perundingan tersebut adalah perundingan antara penjajah dan anak buahnya sendiri.

2. Perjuangan GAM untuk menegakkan kembali sebuah Negara Aceh yang Merdeka adalah perjuangan suci sehingga tindakan GAM di lapangan terbatas kepada usaha mengusir pasukan penjajah dari bumi Aceh. Sedangkan tindak kekerasan yang berlaku di Aceh akhir-akhir ini melibatkan pembunuhan rakyat Aceh oleh para provokator yang berpura-pura berlawanan tetapi mereka sebenarnya satu pimpinan (TNI). Yang satu pihak menamakan diri sebagai TNI dan satu pihak lagi membonceng nama GAM, rakyat Aceh menjadi mangsa mereka. Mereka bukan hanya melakukan pembunuhan bangsa Aceh di bumi Aceh, pembunuhan anggota MP GAM (seorang senior dan pendiri GAM: Tengku Haji Usman Ibrahim) bersama keponakanya (Tengku Wahab Ibrahim) pada tanggal 10 April 2000 di Gombak, Malaysia adalah kerja mereka. Kasus ini dalam tangan polisi Malasyia.

3. Saya mendukung keputusan Majelis Pemerintahan untuk memecat siapa saja, termasuk Hasan Tiro, yang terlibat dengan perjanjian Jenewa nanti. Sesungguhnya, siapapun yang terlibat berkerja sama dengan RI membawa malapetaka ke bumi Aceh serta akhirnya dengan jelas telah terbukti mengkhianati perjuangan bangsa Aceh wajib disingkirkan dari GAM.

4. Saya, yang selama ini dituduh dan dituding oleh para provokator tersebut ( Ismail Syahputra Cs) sebagai pengkhianat bangsa Aceh ternyata sekarang terbukti mereka sendiri yang sebenarnya pengkhinanat bangsa. Sedangkan segala tuduhan kepada saya tersebut adalah fitnah serta tidak dapat dibuktikan hingga sekarang ini pada masa mereka sendiri telah terbukti sebagai pengkhianat yang sebenarnya.

5. Saya juga menegaskan bahwa GAM tidak menolak perundingan dengan RI, malah sudah beberapa kali menyatakan kesediaan berunding tetapi dengan syarat-syarat yang telah sekian lama kami tentukan dan telah menjadi makluman umum. Perundingan sekarang yang hanya di tengahi oleh sebuah NGO kemanusiaan telah membelakangkan dan mengkhiananti prinsip-prinsip GAM. Makanya saya sependapat deangan MP GAM.

Akhirnya kepada bangsa Aceh saya menyeru agar jangan mensia-siakan pengorbanan dan nyawa saudara mara kita yang telah syahid dalam usaha kita mengusir penjajah dari bumi Aceh. Jangan sekali kali kita mau diperalat dan menjadi "rakit pokok pisang" kepada segelintir manusia berhati Iblis yang mengklaim dirinya sebagai "pimpinan" GAM.

Kepada Hasan Tiro saya manyampaikan pesan, kalau anda terlibat dengan pejanjian tersebut maka anda telah menggali kubur sendiri di usia tua. Saya ucapkan selamat jalan kepada anda, semoga Allah SWT membalas segala perbuatan keji anda terhadap bangsa Aceh selama 24 tahun.

Kepada Republik Indonesia dan aparatnya saya nyatakan, kami akan terus berusaha (walaupun dengan kayu raput) untuk mengusir anda dari bumi negara kami. Hanya satu pilihan untuk anda: Keluar dari bumi Aceh!!!!

Terima kasih.

Teuku Don Zulfahri

Sekjen GAM

Tel:+60162705455

email: sekjengam@yahoo.com

_________________________________________________________________

Sekretariat MP GAM wrote:

6 April 2000

PERNYATAAN SIKAP MAJELIS PEMERINTAHAN GAM TENTANG MoU JENEWA: HASAN TIRO AKAN DICOPOT SEBAGAI WALI NEGARA KALAU TERLIBAT.

Apabila Wali Negara Aceh Sumatera Merdeka, Dr Tengku Hasan Hasan di Tiro terlibat atau merestui persepakatan "penjualan' perjuangan bangsa Aceh di Jenewa sebagaimana yang diberitakan, maka Majelis Pemerintahan GAM (para senior GAM) akan terpaksa mengambil langkah memecat beliau.

Perundingan antara penjajah (RI) dan GAM Bandit (Malik Mahmud Cs)di Jenewa tidak mendapat restu para senior GAM (10 orang anggota Majelis Pemerintahan). Dengan demikian perundingan tersebut dan MoU tersebut nanti tidak bisa diartikan sebagai murni antara RI dan GAM. Para 'tokoh' yang terlibat bersekongkol dengan RI di Jenewa hanya 2 orang (Malik Mahmud dan Zaini Abdullah), sedangkan Wali Negera diseret ke Jenewa hanya sebagai patung dan dipaksa. Sebagi bukti, tidak pernah dalam sejarah perjuangan kami Wali Negara bersedia bertemu dengan siapapun yang mewakili RI,termasuk dengan Gus Dur sendiri, tetapi kenapa sekarang ini beliau diberitakan sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan Dubes RI. Kalau perundingan dan pertemuan tersebut memang terjadi dan beliau sudah bertindak kearah bersekongkol dengan RI memperjual belikan perjuangan bangsa Aceh yang sudah memakan korban puluhan ribu nyawa rakyat, maka para senior GAM akan terpaksa menyingkirkan beliau dari posisinya sebagai Wali Negara.

Prinsip GAM adalah jelas, sebarang perundingan dengan Republik Indonesia wajib melibatkan negara ketiga. Sedangkan pertemuan dan kesepakatan Jenewa hanya ditengahi oleh sebuah NGO kemanusiaan. Maka perundingan Jenewa telah jauh menyimpang dari prinsip GAM sejak dilahirkan.

Kami, sebagai orang-orang yang paling dekat dan sama-sama mendirikan GAM dengan Tengku Hasan pada tahun 1976 dulu, kami sangat berharap beliau tidak terlibat dengan kesepakan antara penjajah dan Bandit tersebut.

Demikan pernyataan sikap kami yang kami keluarkan lewat Sekretriat MP GAM dengan sepengetahuan dan izin Sekretaris Jenderal GAM.

MAJELIS PEMERINTAHAN GAM (MP-GAM)

Sekretariat di Kuala Lumpur

Tel: 012-3270522 __________________________________________________