[INDONESIA-VIEWS] Siapa yang Membunuh
Saya? (1)
From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sat Jun 03 2000 - 13:53:23 MDT
From: "Teuku Don Zulfahri"arwah_teukudon@hotmail.com
To: arwah_teukudon@hotmail.com, serambimekkah@egroups.com, jafar_siddiq@yahoo.com,
acehforum@aol.com, rucell@yahoo.com, acehkronika@email.com, psagam@yahoo.com,
yusuf.daud@telia.com, acheen48@hotmail.com, ruseb@algonet.se, teungku@yahoo.com,
gorby@pinto.unsyiah.ac.id, kipp@aceh.wasantara.net.id, koalisi-ham@aceh.wasantara.net.id,
abdurrauf@syahbuddin@swipnet.se, djuli@pc.jaring.my, seramoukeu@yahoo.com,
sira.referendum@mailcity.com, tertindas@yahoo.com, artp8499@nus.edu.sg,
somaka@rad.net.id, santri99@hotmail.com, datuberu@hotmail.com, wkpeng@pc.jaring.my,
zee_arifin@hotmail.com, jajata_99@yahoo.com, serambi@indomedia.com
Cc: waspada@indosat.net.id, info@komnas.go.id, tapol@gn.apc.org,
joness@hrw.org, IndoNews@Indo-News.com, refatin@hotmail.com, bakriadi@indomedia.com,
apakabar@saltmine.radix.net, nyala@swipnet.se, auliaandri@yahoo.com,
si_gam@yahoo.com, indonesian@bbc.co.uk, redaksi@mediaindonesia.co.id,
benteng412@aol.com, helpdesk@bernama.com, antara@rad.net.id, redaksi@detik.com,
redaksi@rakyatmerdeka.com, jakarta.newsroom@reuters.com, redaksi@suratkabar.com,
don@jawapos.co.id, afpjkt@uninet.net.id, redkontras@yahoo.com
Subject: Siapa Yg Membunuh Saya? (1)
Date: Sat, 03 Jun 2000 14:41:03 GMT
AGAM Ancam MP GAM
Serambi-Banda Aceh, 17 Jan 2000
Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh Merdeka (MP-GAM) diminta segera menghentikan
aktivitasnya yang bertujuan menghancurkan GAM. Kalau tidak, seluruh
pasukan AGAM siap mengambil tindakan keras terhadap anggota MP GAM di
mana pun mereka berada.
"Kami siap menunggu anggota MP-GAM pulang ke Aceh dan akan mengambil
tindakan keras," kata jurubicara Angkatan Gerakan Aceh Merdeka,
Ismail Syahputra melalui telepon ke Serambi tadi malam.
Mengenai ancaman Sekretaris Jenderal Majelis Pemerintahan Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) Teuku Don Zulfahri yang meminta Teungku Hasan Muhammad
Ditiro, pimpinan puncak GAM segera pulang ke Aceh, katanya itu bukan
urusan MP GAM. Pulang atau tidak Wali Negara ke Aceh, itu lebih merupakan
urusan Bangsa Aceh.
Menurut jurubicara AGAM itu, desakan Sekjen MP GAM Teuku Don Zulfahri
alias Don Malindo, tidak perlu ditanggapi Bangsa Aceh. Sebab, katanya,
T Don bekerja untuk "menghancurkan" Gerakan Aceh Merdeka.
Oleh karena itu, kepada Bangsa Aceh, AGAM meminta untuk tidak terpengaruh
oleh pernyataan Sekjen MP-GAM yang nyata-nyata untuk mengecilkan Gerakan
Aceh Merdeka.Karena, kata Ismail Syahputra, AGAM dan GAM tetap taat
kepada Hasan Tiro.
Sekali lagi, ia meminta MP-GAM tidak ikut campur apakah Wali Negara
mau kembali atau tidak ke Aceh. Harus bertanggungjawab AGAM juga meminta
MP GAM untuk bertanggungjawab terhadap keselamatan Guree Rahman dan
Darmawan yang ditangkap Polisi Malaysia karena kedapatan memiliki sembilan
pucuk senjata api.
"Penangkapan terhadap Guree Rahman bersama Darmawan merupakan strategi
MP GAM untuk menghancurkan Gerakan Aceh merdeka, karenanya mereka harus
bertanggungjawab terhadap keluarga kedua orang itu," sebut Ismail Syahputra
yang sengaja menghubungi Serambi tadi malam.
Menurut Undang-undang di Malaysia, kata Ismail Syahputra, kedua orang
yang ditangkap itu harus menghadapi hukuman gantung. Guree Rahman dan
Darmawan ditangkap polisi Malaysia pada tanggal 22 Desember 1999 di
kawasan Batu 14 Jalan Gombak, Negeri Seulangor karena kedapatan membawa
9 pucuk senjata api yang dibeli di Thailand.
Pembelian senjata tersebut atas suruhan MP GAM yang dananya dikumpulkan
di Malaysia. Dikatakan, Guree Rahman dan Darmawan yang merupakan orang
yang dijebak, kini menunggu hukuman sangat berat dari Pemerintah Malaysia.
"Nasib Guree Rahman dan Darmawan sekarang tergantung MP GAM, karenanya
mereka benar-benar harus bertanggungjawab," kata Ismail Syahputra.
Sekjen MP GAM Teuku Don Zulfahri, Sabtu malam menanggapi berita Serambi
tentang rencana kepulangan Hasan Tiro ke Aceh. Jika itu terjadi, semua
komponen dan struktur organisasi di bawah komando MP GAM akan dibubarkan.
Tapi, bila Hasan Tiro tak juga kunjung pulang ke Aceh, maka MP GAM akan
mengadakan sidang khusus untuk memutuskan posisi Teungku Hasan Tiro
sebagai pimpinan tertinggi GAM.
"Saya telah diperintahkan senior-senior GAM yang menganggotai MP untuk
membuat pengumuman ini," kata Teuku Don melalui telepon dan E-mail yang
dikirim kepada Serambi, Sabtu (15/1) malam.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lewat wawancara khusus wartawan
Serambi dengan Hasan Tiro, pimpinan puncak GAM yang juga lazim disebut
Wali Negara itu mengatakan niatnya untuk pulang ke Aceh.
"Tenanglah, sabar dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Insya
Allah saya akan pulang bersama pimpinan GAM lainnya," katanya.
Tanggapan Sekjen MP GAM tersebut, menimbulkan kemarahan AGAM dan GAM,
dengan mengatakan semua itu bukan urusan mereka. Bahkan, katanya seluruh
pasukan AGAM siap mengambil tindakan keras terhadap anggota MP GAM bila
mereka pulang ke Aceh.
Bantah wawancara
Sedangkan kemarin, Sekjen MP GAM Eropa, M Yusuf Daud membantah bahwa
Tgk Hasan di Tiro pernah melakukan wawancara dengan harian Serambi Indonesia.
Dia juga menjelaskan bahwa pemberitaan Qaddafi takkan Kecewakan Aceh"
adalah upaya dari pihak tertentu untuk mendiskreditkan perjuangan Gerakan
Aceh Merdeka (GAM) dan LSM-LSM Aceh. Karena GAM tidak berhubungan dengan
Libya.
"Wartawan Harian Serambi Indonesia Mawardi Hasan (yang betul Mawardi
Ibrahim-red), hanya mewawancarai pengawal Hasan Tiro, lalu dia mencoba
untuk membuat kesimpulan sendiri atas wawancara tersebut. Sebab, hampir
seluruh isi wawancaranya berlawanan dengan fakta dan realita tentang
keadaan Tengku sekarang dan hubungan GAM dengan Libya," kata M Yusuf
Daud.
M Yusuf kemudian memberi contoh beberapa kejanggalan pada tulisan tersebut
seperti,"Jadi, Pemerintah Indonesia boleh saja melobi Presiden Qaddhafi,
tapi kami yakin hal itu takkan banyak artinya bagi penyelesaian Aceh
seperti yang diinginkan Pemerintah RI."
Dikatakan M Yusuf Daud bahwa ada suatu keanehan dalam kalimat Tgk
Hasan di Tiro yang mengucapkan kata-kata Pemerintah Indonesia
hingga dua kali. Padahal, menurut M Yusuf Daud, sejak berdirinya Aceh
Merdeka, baik dalam tulisan maupun dalam ucapan, Tgk Hasan di Tiro tidak
pernah mengunakan kata-kata Pemerintah kepada Indonesia.
"Hal ini dapat dicek langsung pada tulisan-tulisannya sebelum beliau
uzur tiga tahun yang lalu dan ucapan atau interviewnya selama ini. Oleh
sebab itu, petikan di atas itu sama sekali tidak keluar dari mulut Teungku
Hasan di Tiro," tegas Sekjen MB GAM Eropa ini.
Contoh yang kedua, misalnya, disebutkan bahwa, "Pihak Libya, misalnya,
telah melatih 5.000 prajurit militer Aceh sejak awal 1990-an hingga
tahun 1996."
Hal ini pun, kata M Yusuf Daud, sebagai fakta yang terlalu dibesar-besarkan.
Kenyataannya sejak tahun 1990 sampai sekarang tidak ada seorang pun
dari Aceh yang tinggal di Libya, apa lagi untuk mengikuti latihan militer.
"Angka 5.000 itu terlalu dibesar-besarkan dengan tujuan untuk melegitimasi
pengiriman TNI ke Aceh," ujarnya.
Sedangkan contoh lain, disebutkan bahwa dalam wawancara dengan Serambi,
pimpinan GAM itu juga banyak bercerita tentang langkah-langkah yang
sedang dilakukan di luar negeri serta di Aceh dan usai melawat ke beberapa
negara penting itu (antara lain Amerika), dia akan bersidang kembali
untuk memutuskan waktu dan cara pulang (ke Aceh).
"Pernyataan di atas itu sungguh sangat bertentangan dengan keadaan
Tgk Hasan di Tiro sekarang dan juga sangat bertentangan dengan semua
laporan wartawan, lebih-lebih wartawan Swedia, yang sempat mewawancarainya
- baik melalui telepon maupun datang langsung ke tempat tinggal beliau,"
tukas M Yusuf.
M Yusuf Daud juga sedikit menceritakan soal hubungan Tgk Hasan di Tiro
dengan Presiden Qaddhafi dari Libya. Menurut dia, Tgk Hasan di Tiro
memang pernah diangkat sebagai Ketua bagian politik dari organisasi
Mathabah Alamiyah. Yaitu organisasi revolusioner pemerintah Libya yang
mendukung perjuangan kemerdekaan dan perjuangan anti-imperialis di seluruh
dunia. Dan ketika menjabat sebagai Ketua Politik Mathabah, beliau juga
pernah beberapa kali dikirim pemerintah Libya keluar negeri, antara
lain Chad, Portugal, Ethiopia, dll, untuk menyelesaikan konflik-konflik
yang melibatkan pemerintah Libya.
"Tetapi hubungan itu terbatas hanya antara tahun 1986 sampai 1990.
Setelah itu hubungan dengan Libya, baik secara pribadi maupun secara
organisasi, sudah tidak ada lagi," jelas M Yusuf Daud.
Terhadap hal itu, juru bicara AGAM Ismail Syahputra, tadi malam juga
meminta masyarakat Aceh tak terpengaruh pernyataan Yusda.
"Saya tahu betul bahwa wartawan Serambi Mawardi Ibrahim, benar- benar
sudah berbicara langsung via telepon dengan Wali Negara, Tgk Hasan Muhammad
Di Tiro. Yusda itu orang MP GAM yang sudah cukup lama tidak bisa berhubungan
lagi dengan Markas Pusat GAM di Swedia," katanya.
Ismail Syahputra juga menyatakan apa yang ditulis Serambi tidak meleset
dengan hasil wawancara.
"Soal adanya kalimat-kalimat yang diubah, itu memang hak wartawan.
Apalagi wawancara berlangsung dalam bahasa Aceh kemudian ditulis Serambi
dalam bahasa Indonesia, pastilah ada kalimat-kalimat yang berubah. Tentu
tanpa mengubah pengertiannya," kata Ismail Syahputra yang tadi malam
juga berbicara dalam bahasa Aceh dengan Serambi.
Soal dilatihnya tentara GAM oleh Libya, kata Ismail Syahputra, berlangsung
sejak 1986 sampai akhir tahun 1989.
"Saya ini termasuk angkatan pertama yang mendapat latihan militer di
Lybia," kata Ismail Syahputra. Ismail Syahputra mengatakan, Tgk Hasan
Tiro memang tak mau berbicara apalagi bertemu dengan sembarangan orang.
"Tapi, Bang Mawardi Ibrahim dari Serambi telah menembus jalur yang
sangat tepat sehingga bisa berbicara dengan Wali Negara. Jadi, bantahan
Sekjen MB GAM Eropa itu tak perlu dipercaya," kata Ismail Syahputra.
(tim) -----
End of forwarded message from Teuku Don Zulfahri ----- RETURN TO Mailing
List &http://www.indopubs.com Database Center - Next message: apakabar@saltmine.radix.net:
"[INDONESIA-VIEWS] Siapa yang Membunuh Saya? (2)"