From: "Teuku Don Zulfahri" arwah_teukudon@hotmail.com

To: arwah_teukudon@hotmail.com, serambimekkah@egroups.com, jafar_siddiq@yahoo.com, acehforum@aol.com, rucell@yahoo.com, acehkronika@email.com, psagam@yahoo.com, yusuf.daud@telia.com, acheen48@hotmail.com, ruseb@algonet.se, teungku@yahoo.com, gorby@pinto.unsyiah.ac.id, kipp@aceh.wasantara.net.id, koalisi-ham@aceh.wasantara.net.id, abdurrauf@syahbuddin@swipnet.se, djuli@pc.jaring.my, seramoukeu@yahoo.com, sira.referendum@mailcity.com, tertindas@yahoo.com, artp8499@nus.edu.sg, somaka@rad.net.id, santri99@hotmail.com, datuberu@hotmail.com, wkpeng@pc.jaring.my, zee_arifin@hotmail.com, jajata_99@yahoo.com, serambi@indomedia.com CC: waspada@indosat.net.id, info@komnas.go.id, tapol@gn.apc.org, joness@hrw.org, IndoNews@Indo-News.com, refatin@hotmail.com, bakriadi@indomedia.com, apakabar@saltmine.radix.net, nyala@swipnet.se, auliaandri@yahoo.com, si_gam@yahoo.com, indonesian@bbc.co.uk, redaksi@mediaindonesia.co.id, benteng412@aol.com, helpdesk@bernama.com, antara@rad.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@rakyatmerdeka.com, jakarta.newsroom@reuters.com, redaksi@suratkabar.com, don@jawapos.co.id, afpjkt@uninet.net.id, redkontras@yahoo.com

Subject: Kenapa saya musti dibunuh ? (3)

Date: Sun, 04 Jun 2000 10:28:51 GMT

 

GEURAKAN ATJÈH MEURDÉHKA

(Utôm Perdjuangan Bansa Atjèh)

Pengumuman/Peringatan dari:

Majelis Pemerintahan GAM 16 Agustus 1999

AWAS, R I SEDANG MANUVER MENIPU ACEH SEPERTI ZAMAN DI/TII

Untuk yang kesekian kalinya dengan sangat pasti bangsa Aceh akan terjerumus dan tertipu lagi.Strategi tiga serampang yang sedang direncanakan dan pasti akan dilaksanakan RI untuk menyelamatkan Aceh supaya tidak terlepas dari genggamannya adalah satu proses yang sama dan serupa seperti dilakukan RI di zaman DI/TII dulu.

Kalau dalam "penyelesaian" DI/TII tokoh pejuang Aceh seperti Hasan Saleh dan kawan kawan menjadi pengkhianat menjual Aceh kepada RI, maka jangan heran dalam "penyelesaian" sekarang akan muncul pula "tokoh-tokoh" yang mengaku Aceh Merdeka mahupun Pembela Bangsa mengikuti jejak yang sama. Ini adalah peringatan, supaya bangsa Aceh nanti jangan terheran-heran bila melihat orang-orang yang mereka anggap pahlawan dan pembela bangsa sekarang ini sebenarnya tidak lebih dari calon calon penjual bumi dan rakyat Aceh kepada RI.

Karena keberadaan "tokoh-tokoh" yang dimaksudkan ini adalah hasil dari program yang direncanakan oleh RI sendiri. Kalau GBPK diciptakan melalui TNI/Polrinya, maka "tokoh tokoh" lain dicipta memalui saluran politik sipilnya.

Strategi tiga serampang yang merangkumi, Amnesti Umum, pelaksanaan Syari'at Islam dan pemeberian Otonomi Luas tidak lebih hanya sebuah sandiwara lama yang dipentaskan kembali dengan aktor-aktor baru yang diciptanya sendiri.

Amnesti Umum RI kali ini bermaksud hanya untuk "mensucikan" tokoh tokoh provokator yang selama ini menjalankan tugas lapangan untuk kepentingan RI. Adalah mustahil Amnesti Umum ini dimaksudkan untuk GAM yang murni karena dalam kamus RI, GAM murni wajib dihapuskan. Menyapu bersih GAM murni tidak sepayah menyapu DI/TII, sebab di zaman DI dulu pimpinan tertinggi perjuangan Aceh ada di dalam negeri dan dihormati, bukan ditakuti.

Pelaksanaan Syari'at Islam yang dikhususkan untuk Aceh yang rakyatnya 100% Islam, walaupun bunyinya agak melucukan, akan menjadi senjata ampuh RI untuk mengelabui para ulama dan santri yang sangat ditakuti oleh RI dan mempunyai sejarah dan pengaruh sebagai pemimpin tradisi rakyat Aceh. RI menyadari bahwa Ulama dan santri Aceh, kalau bangun berjuang bisa bisa menghancurkan seluruh RI atas alasan ikatan keislaman antara Aceh dengan umat Islam diluar Aceh yang sudah terjalin rapat jauh sebelum lahirnya RI sendiri.

Pemberian Otonomi Luas yang direncanakan RI, sama saja dengan "pemberian" Daerah Istimewa di zaman DI/TII. Indah nama dari rupa, dan jangan lupa bahwa para intelektual´politik keturunan Aceh menanti nanti "Otonomi Luas" ini. Bagaikan bulan jatuh keriba.

Kami percaya RI akan dengan mudah menutupi kesalahannya menjajah Aceh dengan manuver tiga serampang ini. Oleh karena itu, kami menyeru, menyeru supaya bangsa Aceh sadar bahwa hak masa depan Aceh bukan terletak ditangan tokoh-tokoh yang pasti akan menokohi kita, melainkan terletak ditangan kita sendiri. Hanya rakyat Aceh yang berhak menentukan masa depan Aceh karena bumi Aceh ini dulunya dengan pasti diserahkan hanya kepada rakyat oleh Tuanku Muhammad Daudsyah sebelum baginda menyerah diri kepada Belanda. Tokoh Aceh seperti Tengku Syik Di Tiro dan lain lain yang menerima mandat dari Sultan pada waktu itu semata mata hanya sebagai mewakili rakyat dalam situasi darurat.

Kami menyeru kepada tokoh tokoh intelektual berbangsa Aceh untuk tidak terlibat menokohi rakyat Aceh dalam perjuangan sekarang ini. Kami menyeru kepada para alim ulama bangsa Aceh untuk mengimbas kembali sejarah lama tentang penipuan RI terhadap bangsa kita sehingga tipisnya Islam pada kebanyakan rakyat Aceh hari ini berpunca dari tipu daya RI.

Kami menyeru dan merayu kepada Ayah, Abang dan saudara saudara kami yang berbangsa Aceh dari kalangan intelektual, ulama, politikus, pengusaha dan sebagainya supaya memberikan peluang kepada rakyat Aceh untuk menentukan nasibnya sendiri dengan cara cara demokrasi yang diakui dunia internasional. Hanya rakyat Aceh yang bisa menentukan nasib masa depan Aceh dan hanya dengan memberikan hak penuh kepada rakyat satu satunya jalan penyelesaian tuntas masaalah Aceh.

Ingatlah, bahwa kebangkitan gerakan gerakan perjuangan di Aceh yang tidak pernah putus putus sejak zaman Belanda adalah berpunca dari kealpaan kita memberikan hak kepada rakyat menentukan nasibnya sendiri. Karena kita pikir rakyat bodoh dan kita pandai sehingga kita bertindak sendiri memutuskan mengikut rasa hati kita dan kita lupa bahwa ada sebagian besar rakyat yang tidak setuju dengan keputusan kita sehingga kemudiannya mereka akan bangun menentang dengan bermacam cara termasuk angkat senjata seperti sekarang ini.

Awas, RI sedang manuver menipu bangsa Aceh entah untuk yang keberapa kali. Ingatlah ! Kami menolak Amnesti RI, Kami menolak Otomomi!

Kami akan berjuang sampai mati, walaupun seratus tahun lagi, patah tumbuh hilang berganti. Kalau generasi kami sekarang dihabisi, pasti akan ada generasi baru melanjutkan perjuangan ini. Insja Allah.

Inilah isi hati kami, isi hati GAM murni. Terima kasih, Kru Seumangat !

Pengumuman/peringanatan ini kami keluarkan disaat-saat gentingnya situasi yang dihadapi bangsa Aceh melalui Sekjen kami untuk disebarkan ke seluruh pelusuk negeri dan dimana saja bangsa Aceh berada dengan harapan kita semua akan bersatu padu menentang Indonesia.

dto

Teuku Don Zulfahri

Sekjen GAM ________________________________________________________________________