KOMPAS, Kamis, 10 Maret 2005
DAERAH SEKILAS Kamis, 10 Maret 2005
Ambon Hingga enam tahun pascakonflik sosial di Maluku, baru 47,5 persen sekolah
yang rusak akibat konflik yang direhabilitasi. Ketiadaan dana merupakan penyebab
utama lambatnya proses pembangunan kembali sarana pendidikan tersebut.
Keterlambatan rehabilitasi itu menjadi salah satu penyebab rendahnya mutu
pendidikan di Maluku. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku
Ismail Titapele seusai pembukaan sebuah seminar pendidikan di Ambon, Rabu (9/3),
mengatakan, dari 139 sekolah yang rusak akibat konflik tersebut, baru 66 sekolah
yang diperbaiki. (MZW)
Copyright © 2002 Harian KOMPAS
|