The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

KOMPAS


KOMPAS, Jumat, 18 Maret 2005

Swasta di Maluku Serap 7,42 Persen Tenaga Kerja

Ambon, Kompas - Dari 43.585 tenaga kerja yang terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku hanya 3.236 orang atau 7,42 persen yang dapat diserap oleh sektor swasta. Rendahnya penyerapan tenaga kerja itu terjadi akibat rendahnya pertumbuhan investasi di Maluku.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Abdul Azis Latar di Ambon, Kamis (17/3).

Faktor keamanan masih menjadi alasan utama bagi investor untuk menanamkan modalnya di Maluku. Upaya mengarahkan para penganggur agar menekuni sektor wiraswasta terhambat oleh faktor budaya yang kurang mendukung.

Sebagian besar tenaga kerja yang terdaftar itu adalah lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (70,39 persen) dan sarjana (15,99 persen). Mereka yang terserap umumnya masuk ke sektor pertambangan minyak bumi di Seram Bagian Timur maupun pengolahan kayu yang kini mulai aktif kembali.

Sektor informal

Sementara itu, 903 perusahaan yang terdaftar beroperasi di Maluku hanya menyerap 59.766 tenaga kerja atau 11,29 per- sen dari jumlah angkatan kerja di Maluku sebesar 529.067 orang.

"Perkembangan sektor formal di Maluku lambat. Padahal, sektor swasta ini yang kita harapkan mampu menanggulangi pengangguran. Tetapi karena tingkat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Maluku rendah, penyerapan tenaga kerja juga rendah," kata Latar.

Jumlah penganggur terbuka (yang nyaris tidak memiliki pekerjaan sama sekali) di Maluku mencapai 78.898 orang, tersebar di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Sebanyak 65 persen penganggur terbuka di wilayah perkotaan berada di Kota Ambon.

Sempitnya peluang kerja itu membuat tumbuh suburnya lapangan kerja sektor informal di Maluku, terutama di Kota Ambon. Pekerjaan yang tidak memerlukan pendidikan khusus berkembang pesat, seperti pedagang kaki lima, tukang ojek, dan tukang becak.

Walaupun keberadaan mereka mampu mengurangi jumlah penganggur, namun kurangnya penataan membuat jalanan di Kota Ambon semrawut.

Faktor keamanan

Peran sektor swasta di Maluku, menurut Azis Latar, sangat bergantung pada faktor keamanan dan penyediaan infrastruktur pendukung oleh pemerintah.

Meskipun demikian, mengarahkan tenaga kerja yang tidak terserap industri agar menekuni sektor wiraswasta juga sulit dilakukan. Selain harus ada motivasi dari masing-masing individu, munculnya wirausahawan baru sangat tergantung kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Lingkungan masyarakat yang tertutup terhadap orang dari luar juga membuat sulit berkembangnya usaha ekonomi mandiri oleh masyarakat. (mzw)

Copyright © 2002 Harian KOMPAS
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/toelehoe
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044