KOMPAS, Sabtu, 19 Maret 2005
Polisi Temukan Puluhan Senjata dan Ratusan Amunisi di Laha
Ambon, Kompas - Dalam operasi penyisiran hari Jumat (18/3) di Desa Laha, Ambon,
aparat kepolisian menyita puluhan senjata api rakitan laras panjang dan pendek
beserta ratusan amunisinya. Selain itu juga ditemukan senjata tajam dari berbagai
jenis. Berbagai jenis senjata api dan senjata tajam tersebut sebagian ditarik paksa
dan sebagian diserahkan secara sukarela oleh masyarakat.
Pencarian senjata api dan bahan peledak di Kampung Air Manis dan Kampung Baru,
Desa Laha, itu dilakukan tim gabungan Kepolisian Resor Pulau Ambon dan
Pulau-pulau Lease, Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Maluku, serta Satuan
Brigade Mobil Maluku, Kalimantan Barat, dan Satuan II Pelopor Kelapa Dua.
Penyisiran mendadak di Kampung Air Manis tersebut dilakukan dengan cara
membuat barikade di seluruh penjuru kampung, kecuali dari arah laut. Saat kampung
sudah terkepung, sejumlah petugas langsung melakukan penggeledahan di
rumah-rumah warga dan menyisir seluruh pelosok.
Tinggal perempuan
Pihak keamanan semula meminta agar warga penduduk laki-laki segera berkumpul di
balai dusun, namun ternyata yang ada tinggal para perempuan. Menurut mereka, para
pria sedang bekerja atau ke kebun.
Penyisiran di belakang kampung yang berupa kebun sagu dan pisang serta tepi
pantai membuahkan hasil. Sejumlah perempuan berusaha menyembunyikan senjata
di pantai.
Seorang perempuan paruh baya, Apia, yang ketahuan membawa tas berisi pistol
rakitan dan sejumlah peluru untuk disembunyikan, sempat histeris karena takut
ditangkap.
Dari penyisiran ditemukan 13 senjata laras panjang dan sembilan senjata laras
pendek, 162 butir peluru dari berbagai kaliber, sebuah magasin M-16, 78 anak panah,
10 tombak, beberapa parang, empat bom rakitan, dan sembilan gas air mata.
Kepala Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas
Braksan mengatakan, "Kami masih akan mendalami asal dari senjata tersebut,
terutama pelurunya. Apakah sisa-sisa yang digunakan dalam konflik beberapa tahun
silam atau didatangkan dari daerah lain."
Dari penyisiran yang dilakukan hingga petang tersebut, menurut Braksan, tidak
dilakukan penangkapan terhadap para pemilik senjata karena sebagian besar
penduduk telah meninggalkan rumah mereka. (mzw)
Copyright © 2002 Harian KOMPAS
|