KOMPAS, Sabtu, 26 Maret 2005
SMAN 11 Ambon Ditembak Penembak Gelap, Siswa Panik
Ambon, Kompas - Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Ambon yang berada di daerah
Galunggung, Kamis (24/3) sore ditembak penembak gelap. Meskipun tidak ada
korban jiwa, insiden tersebut menimbulkan kepanikan siswa. Pelaku dan jenis senjata
yang digunakan penembak gelap belum diketahui karena proyektil belum ditemukan.
Tembakan tersebut mengenai sebuah jendela kaca kelas I-14 SMAN 11 Ambon pada
Kamis sekitar pukul 15.30. Saat itu bel tanda istirahat telah berbunyi. Namun, karena
guru bermaksud menuntaskan bahasan pelajaran Geografi tentang arus pasang surut
air laut, waktu istirahat diundur sejenak.
Tiba-tiba terdengar bunyi kaca pecah dan terjadi lubang kecil di jendela. Lubang pada
kaca diduga kuat berasal dari sebuah peluru karena ukurannya kecil.
Guru yang sedang mengajar, Amu, langsung meminta seluruh siswa segera keluar
untuk menghindari jatuhnya korban jika ada tembakan susulan. "Semula siswa juga
tidak menyadari ada kaca pecah karena sedang menyimak pelajaran. Selain itu juga
tidak terdengar bunyi tembakan," kata Amu.
Mendapat perintah keluar kelas, sebagian murid laki-laki langsung keluar sambil
membawa alat belajar mereka. Kondisi ini menimbulkan kepanikan para murid
perempuan yang tidak bisa keluar secepat murid laki-laki. Beberapa siswi bahkan
mulai menangis dan berteriak. Tidak ada korban dalam insiden tersebut karena
serpihan kaca akibat terjangan peluru sangat halus.
Amu langsung melaporkan kejadian tersebut kepada guru di kelas sebelah, yaitu
kelas I-13. Begitu mendengar pembicaraan kedua guru tersebut, siswa di kelas I-13
yang sedang bersiap-siap untuk istirahat langsung berhamburan keluar tanpa
menunggu perintah guru. Sekolah dibubarkan pada pukul 16.00-seharusnya mereka
pulang pukul 17.30. Menurut penjaga sekolah, Haryanto Wali, kejadian ini adalah
yang pertama sejak kerusuhan beberapa tahun silam.
Setelah siswa dan para guru pulang, polisi dari Kepolisian Sektor Sirimau dan
Kepolisian Resor Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease datang ke lokasi kejadian.
Setelah menyisir ruang kelas dan lokasi sekitar sekolah, mereka tidak menemukan
proyektil peluru.
Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas Braksan
mengatakan, dari lubang yang khas pada kaca, dipastikan lubang diakibatkan oleh
tembakan yang keras.
Hingga Jumat sore lima orang saksi telah diperiksa, namun belum dilakukan
identifikasi pelaku karena saksi umumnya tidak mendengar bunyi tembakan. Braksan
memperkirakan penembak menggunakan peredam, dan tembakan berasal dari arah
kuburan di perbukitan yang masuk dalam wilayah Karangpanjang. (MZW)
Copyright © 2002 Harian KOMPAS
|