Media Indonesia, Jum'at, 04 Maret 2005 10:56 WIB
NUSANTARA
Pengungsi Wainitu Terima Uang Pemualangan
AMBON--MIOL: Sedikitnya 129 keluarga pengungsi Kelurahan Wainitu, Kecamatan
Nusaniwe, Kota Ambon, menerima uang pemulangan rata-rata Rp500 ribu per jiwa
yang diberikan Wali Kota Jopi Papilaja.
Uang pemulangan itu diberikan, Kamis (3/3), secara simbolik kepada dua kepala
keluarga korban tragedi kemanusiaan yang terjadi sejak 19 Januari 1999, yaitu Ny N
Lokollo yang punya tiga anggota keluarga menerima Rp1.500.000 dan Effendy Djen
Kasmarang Rp2,5 juta karena keluarganya terdiri lima jiwa.
Wali Kota Papilaja didampingi Kadis Sosial Ambon Drs MA Namza, mengatakan 192
keluarga pengungsi Wainitu yang menerima uang pemulangan itu merupakan bagian
dari 5.491 keluarga yang dialokasikan dananya dari Dinas Sosial Maluku senilai
Rp13,7 miliar.
Dinas Sosial Maluku yang membagikan Bahan Bangunan Rumah(BBR) baru
menyerahkan daftar nama 3.622 KK pengungsi. Setelah diidentifikasi tim Pemkot
Ambon pada tiga kecamatan ternyata baru terdaftar 1.050 KK pengungsi.
Wali kota menjelaskan, persyaratan untuk mendapatkan uang pemulangan antara lain
pengungsi tersebut harus memiliki KTP, kartu keluarga, bukti menerima BBR dari
kontraktor serta rumah yang sedang dibangun atau hendak ditempati.
"Bila persyaratan ini tidak lengkap, maka dengan sendirinya pengungsi belum bisa
menerima uang pemulangan karena dikhawatirkan ada penyalahgunaan," tegasnya.
Wali kota menganjurkan para pengungsi mengurusi sendiri hak-hak mereka, terutama
uang pemulangan, dan tidak diwakilkan kepada siapapun, termasuk koordinator
mereka.
"Tolong urus sendiri, karena kenyataannya bila diurus orang lain pasti ada hal-hal
kurang beres. Jadi, uang pemulangan telah ditetapkan masing-masing jiwa kebagian
Rp500.000 dan maksimal lima orang dalam satu keluarga," ujar Wali Kota.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Ambon tidak menangani penyaluran BBR,
sehingga nama-nama yang mendapat uang pemulangan diberikan Dinas Sosial
setelah tim Pemkot mencek di lapangan.
"Saya telah berulang kali meminta adanya data dari hasil rekomendasi yang telah
diberikan untuk pembangunan rumah para pengungsi. Namun, hingga kini tidak
pernah diberikan sehingga sulit mengetahui jumlah pasti pengungsi di kota Ambon
yang telah tertangani," ujarnya.
Sedikitnya 199 KK pengungsi di Gunung Malintang, Kecamatan Nusaniwe, telah
mendapat uang pemulangan dari Wakil Wali Kota Syarif Hadler, 28 Februari lalu.
(Ant/O-1)
Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
|