Media Indonesia, Sabtu, 12 Maret 2005 18:56 WIB
NUSANTARA
Pengungsi Asal Ambon Yang Belum Tertangani Berjumlah 2.772
KK
AMBON--MIOL: Dari 3.822 keluarga pengungsi asal kota Ambon baru tertangani
1.050 keluarga, berarti masih ada 2.772 keluarga pengungsi pasca-kerusuhan Maluku
yang belum tertangani, demikian data menunjukkan.
Database hasil evaluasi administrasi Pemda Maluku yang diterima Pemkot Ambon
mencatat, sedikitnya 2.772 KK pengungsi asal Kota Ambon pasca-kerusuhan Maluku
hingga kini belum tertangani.
Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Ambon, Drs. M. A. Namza, kepada pers di
Ambon hari Sabtu menyebutkan, mereka yang belum tertangani itu akan diusahakan
penanganannya dalam waktu dekat, mengingat tim yang telah dibentuk Pemkot
Ambon pada tiga kecamatan sudah melakukan pendataan sekaligus penyeleksian
administrasi.
Pendataan dan penyeleksian administrasi itu meliputi bangunan rumah yang memang
benar-benar telah didapat dari Pemda Provinsi dan telah tinggal menetap di rumah
tersebut, atau sedang dibangun, atau belum dapat samasekali. Termasuk pula dana
pemulangan, apakah sudah dapat saat dilayani Pemda Maluku atau belum
samasekali.
"Hal ini kita perlu mengecek kepastiannya. Pemda Maluku telah menyalurkan dana
bantuan pengungsi untuk Kota Ambon sebesar Rp13,7 miliar yang diperuntukan bagi
5.491 KK pengungsi," katanya.
Disinggung mengenai data yang diturunkan Pemda Provinsi sesuai dengan dana yang
disalurkan, Namza mengatakan dari 5.491 KK yang diturunkan itu tidak jelas berapa
yang sudah memiliki rumah, berapa yang sedang membangun dan berapa banyak
lagi yang sudah mendapatkan dana pemulangan.
Ia menunjuk contoh pengungsi asal Desa Batumerah, Kecamatan Teluk Ambon
Baguala. "Itu bukan saja di kawasan Batumerah, tetapi wilayahnya sampai kawasan
Air kuning dan Kebun Cengkih. Begitu pula di Kudamati dan Batugajah," kata Namza.
Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
|