Media Indonesia, Senin, 14 Maret 2005 14:45 WIB
NUSANTARA
Masyarakat Diminta tak Terprovokasi Ledakan Bom di Ambon
AMBON--MIOL: Masyarakat di Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku, diminta untuk
tetap tenang dan tidak terprovokasi atau terpancing aksi peledakan bom yang terjadi
di beberapa tempat di wilayah itu dalam dua hari terakhir.
"Masyarakat hendaknya melakukan aktivitas seperti biasa," kata Kapolres Pulau
Ambon dan Pulau-Pulau (PP) Lease AKBP Leonidas Braksan di Ambon, Senin.
Kota Ambon dalam dua hari terakhir ini diguncang beberapa ledakan yang diduga
bom rakitan yang sengaja diledakkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Mereka
berusaha mengacaukan situasi keamanan yang semakin kondusif dan memprovokasi
warga kedua komunitas yang telah berbaur dan hidup tentram sebagai sesama
saudara.
Kasus peledakan itu, diantaranya di kawasan perbatasan Mardika dan Batumerah,
Kecamatan Sirimau, pada Sabtu (12/3) dini hari, sekitar pukul 02:30 WIT, namun
tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa karena ledakannya terjadi di tanah
kosong.
Sebuah ledakan juga terjadi pada lokasi tanah kosong di samping Apotik Valentine, di
Jl Imam Bonjol, Kecamatan Sirimau, Sabtu sore (12/3) sekitar pukul 18:00 WIT.
Namun berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan aparat Polri, bukan merupakan
bom tetapi bersumber dari tabung gas bekas yang dibuang di tempat sampah.
Sebuah bom juga meledak di kawasan Tanah Lapang Kecil (Talake) Pantai,
Kecamatan Nusaniwe, Minggu (13/3) dini hari, sekitar pukul 00:20 WIT,
mengakibatkan warga sekitarnya panik dan ketakutan, namun tidak ada kerusakan
dan korban jiwa.
Ledakan bom ini sempat menimbulkan ketegangan antara aparat TNI yang bertugas
pada pos pengamanan di wilayah tersebut dengan sekelompok pemuda karena aparat
menuduh para pemuda itu yang sengaja meledakkan bom tersebut, namun masalah
itu dapat diselesaikan dan tidak berbuntut bentrok.
AKBP Braksan mengakui, aksi teror bom itu memang disengaja oleh oknum-oknum
tidak bertanggungjawab untuk meneror mental warga di wilayah bekas konflik SARA
sejak 19 Januari 1999 lalu itu.
"Berbagai ledakan bom ini dilakukan untuk membuat warga resah karena kenyataan
bomnya diledakkan pada lokasi tanah kosong," ujarnya.
Kapolres membenarkan pihaknya sementara melakukan penyelidikan dan pengejaran
terhadap dua pengendara motor yang dilaporkan warga melewati kawasan perbatasan
Mardika-Batumerah beberapa saat menjelang bom meledak di daerah itu.
Pihaknya pun telah memperoleh sejumlah lempengan logam dari dua lokasi kejadian
itu guna dijadikan bukti untuk penyidikan lebih lanjut.
Ia mengharapkan warga di Kota Ambon tetap tenang dan tidak terpengaruh ulah
oknum-oknum tidak bertanggungjawab itu, serta tetap melakukan berbagai aktivitas
sebagaimana biasanya.
Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai berbagai kemungkinan yang bisa terjadi
dengan melakukan pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing, di samping
melaporkan secepatnya kepada aparat keamanan jika melihat adanya oknum-oknum
yang bertingkah mencurigakan.
Situasi dan kondisi keamanan di ibu kota Provinsi Maluku tetap kondusif dan aman di
mana berbagai aktivitas warga kedua komunitas tetap berjalan sebagaimana biasanya
dan tidak terlalu terpengaruh aksi-aksi peledakan bom itu. (Ant/O-1)
Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
|