The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

Media Indonesia


Media Indonesia, Rabu, 23 Maret 2005 16:21 WIB

Gubernur Maluku: Penanganan RMS Diserahkan ke Aparat

AMBON--MIOL: Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, menegaskan, penanganan gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) yang dicurigai turut bermain dalam sejumlah insiden di Kota maupun Pulau Ambon, akhir-akhir ini diserahkan ke aparat keamanan, termasuk antisipasi menjelang perayaan HUT organisasi sempalan ini 25 April mendatang.

"Saya sejak dini sudah meminta aparat keamanan agar tanggap terhadap kegiatan Front Kedaulatan Maluku(FKM) yang memperjuangkan kembalinya kedaulatan RMS sebagaimana diproklamirkan 25 April 1950 lalu karena dikhawatirkan bisa memicu konflik baru sebagaimana tejadi tahun lalu," katanya, di Ambon, Rabu.

Gubernur Ralahalu pun memadang perlu harus penyelidikan yang akurat terhadap sejumlah insiden seperti peledakan granat, teror bom, penembakan dan lainnya yang terjadi di Kota maupun Pulau Ambon, akhir-akhir ini.

"Masyarakat jangan terprovokasi dan henaknya tetap meningkatkan ketahanan lokal sambil berperanserta memelihara keamanan lingkungan dengan berani melaporkan indikasi mencurigakan di permukiman agar aparat keamanan bsia menangkal berbagai upaya memperkeruh situasi keamanan semakin kondusif," tandasnya.

Senada dengan Gubernur Ralahalu, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Syarifuddin Summah menegaskan, personil TNI siap membela kedaulatan dan keutuhan NKRI, di mana peranserta masyarakat sangat diharapkan sehingga bisa situasi keamanan yang sudah semakin kondusif terus terpelihara.

"TNI siap bertindak tegas sesuai prosedur terhadap setiap ancaman bagi keutuhan NKRI, termasuk FKM/RMS yang biasanya menjelang perayaan HUT terjadi gejolak-gejolak yang mempengaruhi situasi keamanan," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Maluku Brigjen Aditya Warman, secara terpisah mengemukakan, personilnya telah disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kegiatan pendukung dan simpatisan FKM/RMS, termasuk bertindak tegas untuk menangkap sekaligus memproses oknum-oknumnya.

"Sudah belasan orang dengan berbagai barang bukti telah ditangkap dan sementara menjalani proses penyelidikan maupun penyidikan sehubungan pengibaran bendera RMS yang biasanya disebut benang raja maupun menyimpannya, akhir-akhir ini guna dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses hukum.

Kapolda memandang perlu peranserta masyarakat dengan melakukan pengamanan swakarsa melalui Siskamling sehingga masing-masing permukiman mengetahui pasti siapa anggota-anggota RT maupun RW-nya, selanjutnya warga Desa/Kelurahan.

"Kami pun senantiasa melakukan sweeping, terutama dari rumah ke rumah. Sasarannya, barang-barang berkaitan dengan FKM/RMS maupun persenjataan organik atau rakitan yang masih banyak berada di tangan masyarakat," ujarnya. (Ant/O-1)

Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/toelehoe
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044