The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

SINAR HARAPAN


SINAR HARAPAN, Kamis, 24 Maret 2005

Pascaledakan Granat Polres Ambon Periksa Saksi Kunci

Ambon, Sinar Harapan

Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kamis (24/3) pagi memeriksa satu saksi kunci insiden peledakan granat yang terjadi di ruas Jalan Sultan Hasanuddin, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Senin (21/3) .

Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman mengungkapkan hal itu saat jumpa pers khusus dengan wartawan di Mapolda Maluku, Kamis (24/3) pagi. Dia mengaku pascaledakan tersebut pihaknya telah memeriksa sebagian saksi korban, namun ada warga lainnya yang kemudian terus ditelusuri kesaksikan dan kemungkinan dapat diarahkan menjadi tersangka.

"Saksi kunci tersebut bukan merupakan penumpang mobil angkot yang sempat dilempari bom tersebut namun berada di tempat kejadian perkara. Saksi tersebut kini diamankan di Mapolres Pulau Ambon guna kepentingan penyelidikan," katanya.

Ditanya wartawan menyangkut identitas saksi yang diduga merupakan anggota satuan tertentu, Kapolda Maluku enggan menjawabnya, namun ia hanya mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan berdasarkan informasi dari saksi-saksi yang telah dimintai keterangan. "Saya belum mau berkomentar banyak sebab penyelidikan masih terus dilakukan," ujarnya.

Menyangkut penggunaan granat jenis nenas oleh pelaku, Kapolda mengaku memang sejak dulu satuan-satuan di TNI biasa menggunakan granat jenis tersebut namun demikian tahun-tahun terakhir ini lebih banyak menggunakan granat jenis manggis.

Kapolda Maluku juga mengatakan pihaknya telah berhasil menahan salah satu warga yang diduga pelaku pelemparan granat di depan Gereja Sejahtera di Desa Lateri,

Kecamatan Baguala pada 5 Maret lalu yang menyebabkan satu warga sipil meninggal dan dua lainnya mengalami luka-luka."Selain itu kami juga telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan tukang ojek di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah pekan lalu yang sempat membuat situasi dan kondisi keamanan di Pulau Ambon tegang," jelasnya.

Secara terpisah, Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, di Ambon, Kamis (24/3) pagi meminta Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal D'ai Bachtiar mengerahkan tim khusus guna menangani sejumlah insiden di Ambon.

Dia membenarkan permintaan itu merupakan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Muspida, Rabu (23/3) dan telah dikirim ke Panglima TNI dan Kapolri dengan tidak memgabaikan personel TNI/Polri di daerah ini. "Kami minta tim khusus menangkap pelaku sejumlah insiden dengan cara apa pun. Penangkapan terhadap pelaku dimaksudkan agar tidak memperkeruh situasi keamanan yang semakin kondusif," katanya.

Tokoh Agama

Sementara itu, para tokoh agama di Maluku mendesak pihak kepolisian segera mengungkap motif maupun pelaku aksi peledakan bom dan granat yang marak terjadi di Provinsi Maluku khususnya Kota Ambon dalam sebulan terakhir ini.

Salah satu tokoh agama Islam Maluku, H. Husein Toisutta mengatakan pascapeledakan granat yang terakhir terjadi pada Senin (21/3) malam lalu pihaknya bersama sejumlah tokoh agama Kristen di Maluku telah dikumpulkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku untuk menyadarkan umat agar tidak terprovokasi dengan insiden tersebut.

"Bagi kami langkah yang dilakukan Pemprov Maluku sangat baik dan hal itu telah kami sosialisasikan kepada umat sehingga umat tidak terprovokasi dengan hembusan isu maupun rumor yang akhir-akhir marak dihembuskan pihak-pihak yang ingin mengacaukan kembali situasi dan kondisi keamanan," jelasnya kepada SH di Ambon, Kamis.

Dia menjelaskan, ketahanan diri warga Maluku saat ini sudah agak membaik dibandingkan tahun-tahun lalu sehingga ketika ada hembusan isu maupun rumor selalu berhasil ditangkal.

Toisuta juga mengharapkan aparat keamanan khususnya kepolisian segera mengungkap motif maupun pelaku aksi-aksi peledakan bom dan granat yang terjadi akhir-akhir ini sehingga tidak terjadi saling tuduh antar umat beragama di Maluku. "Saya berharap hal ini dapat dilakukan secepatnya oleh pihak kepolisian," harapnya.

Uskup Amboina Mgr PC Mandagie MSC kepada SH Kamis pagi mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu, sebelum terjadinya ledakan, telah mengusulkan kepada Wapres Jusuf Kalla menyangkut penguatan kemampuan personel Polda Maluku dan Kodam Pattimura guna menyikapi berbagai aksi peledakan bom dan granat akhir-akhir ini.

Uskup Mandagi menduga pelaku aksi peledakan dari kelompok yang sangat terlatih. Lihat saja aksi mereka sangat sistematis sehingga tidak ada peluang tertangkap oleh warga di TKP, jelasnya.

Uskup berharap Polda Maluku juga secepatnya mengungkap kasus ini sebab diyakini ada personel-personel terlatih secara khusus menggunakan granat, bom dan senjata standar TNI/Polri yang terlibat dalam insiden ini. Untuk diketahui, dalam sebulan terakhir ini hampir setiap pekan terjadi peledakan bom, penembakan maupun peledakan granat.

Peristiwa-peristiwa tersebut yaitu bom di Ruko Batumerah, Kecamatan Sirimau (3/2/2005), bom di lapangan bola Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe (4/2/2005), penembakan di Dusun Waitatiri, Desa Suli, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (6/2/2005), penembakan terhadap kapal cepat KM Lai-lai di perairan Kabupaten Pulau Buru (7/2/2005), penyerangan bersenjata terhadap salah satu kafe di Desa Hative Besar, Kecamatan Baguala (14/2/2005), pelemparan granat di depan Gereja Sejahtera di Desa Lateri, Kecamatan Baguala (5/3/2005), serta terakhir pelemparan granat di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau (Senin 21/3). (izc/ant)

Copyright © Sinar Harapan 2003
 


Copyright © 1999-2002 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/toelehoe
Send your comments to alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044