SINAR HARAPAN, Senin, 28 Maret 2005
Gereja Bait Eden di Ambon Nyaris Dibom
Ambon, Sinar Harapan - Warga Kelurahan Karang Panjang Kecamatan Sirimau, Kota
Ambon, Minggu (27/3) malam sekitar pukul 19.00 WIT dibuat panik menyusul
penemuan sebuah benda yang diduga sebagai bom yang diletakkan di depan Gereja
Bait Eden, Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Imanuel, Klasis GPM Kota
Ambon.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Komisaris Endro Prasetyo yang
dihubungi SH, Senin (28/3) mengaku, berdasarkan penjelasan dari masyarakat
setempat terungkap benda yang dicurigai sebagai bom itu ditemukan pada pukul
19.00 WIT dan diletakkan di depan pintu Gereja Bait Eden.
"Benda yang diduga sebagai bom tersebut dirakit dari sebuah termos berwarna putih -
merah muda. Warga yang menemukannya kemudian melaporkan ke Polres Pulau
Ambon dan Pulau-pulau Lease yang kemudian menerjunkan Tim Jihandak Polda
Maluku ke tempat kejadian perkara yang tiba pada pukul 20.20 WIT," katanya.
Setelah diperiksa oleh personel Tim Jihandak Polda Maluku ternyata ditemukan
adanya unsur logam dan diduga kuat merupakan sebuah bom aktif. "Sehingga
kemudian tim Jihandak memutuskan untuk meledakkannya pada pukul 20.45 WIT,"
demikian Endro.
Aktivitas masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) hanya terhenti antara
pukul 19.00 hingga pukul 21.00 WIT, namun setelah itu aktivitas masyarakat kembali
normal. Teror ini pun tidak mengganggu situasi dan kondisi keamanan di Kota Ambon
secara umum dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung secara normal pada Senin
(28/3) ini.
Kasus Granat di Angkot
Sementara itu, hingga sepekan setelah insiden peledakan granat di kawasan Batu
Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yan terjadi Senin (21/3) malam sekitar
pukul 21.35 WIT lalu, pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease terus
berupaya untuk mengungkap identitas dua orang tidak dikenal yang melemparkan
granat ke dalam angkot jurusan Ambon-Passo dan berakibat 19 warga menderita
luka-luka.
"Kami terus menyelidiki dan menyidik di lapangan berdasarkan hasil olah tempat
kejadian perkara (TKP) maupun keterangan sejumlah saksi yang diperiksa," jelas
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP),
Leonidas Braksan ketika diminta konfirmasi SH di Ambon, Senin (28/3).
Dua orang tidak dikenal itu melemparkan granat tangan ke dalam angkot nomor polisi
DE-307-AU jurusan Ambon-Passo yang mengangkut 14 penumpang, namun berhasil
ditendang keluar dan meledak mengakibatkan lima warga yang berada di pinggir jalan
mengalami luka-luka.
Ledakan itu berdampak menyulut emosi warga sekitar Tempat kejadian Perkara
(TKP) dengan mengejar angkot tersebut yang akhirnya berhenti di kawasan Kapaha
yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP, di mana mobil bersama penumpangnya
menjadi sasaran amuk massa hingga 14 penumpangnya luka-luka.
Kapolres mengakui, berdasarkan hasil olah TKP maupun keterangan dari 12 orang
saksi serta para korban, oknum pelempar granat itu yakni dua orang yang
berboncengan dengan menggunakan sepeda motor jenis RX King dan menggunakan
jaket serta helm masker.
"Sejumlah penumpang mengaku bahwa dua pengendara motor itu telah membuntuti
angkot yang mereka tumpangi sejak dari kawasan Citra, Kecamatan Sirimau Kota
Ambon atau sekitar 1 km sebelum TKP yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari
lokasi kejadian. Begitu tiba di TKP pelakunya mencoba mendahului dan kemudian
orang yang berada di boncengan melemparkan granat ke dalam angkot," jelas
Kapolres.
Kapolres juga menegaskan, pihaknya akan terus berusaha keras menuntaskan kasus
ini, di mana motif dan implikasinya hampir sama dengan yang terjadi di kawasan
Lateri II, Kecamatan Baguala, 5 Maret lalu, mengakibatkan tiga warga luka-luka, guna
mengacaukan situasi dan kondisi keamanan di Ibu Kota Provinsi Maluku itu yang
semakin kondusif. (izc)
Copyright © Sinar Harapan 2003
|