Suara Merdeka, Selasa, 22 Maret 2005 : 10.35 WIB
Korban Luka Granat di Ambon Jadi 19 Orang
Ambon, CyberNews. Jumlah korban yang menderita luka-luka akibat ledakan sebuah
benda yang diduga kuat sebagai granat tangan, di Desa Batu Merah, kecamatan
Sirimau, Senin malam (21/3) sekitar pukul 21:35 WIT, bertambah menjadi 19 orang
dan kini sementara menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit di ibukota
Provinsi Maluku. 14 dari 19 korban itu sementara menjalani perawatan di Rumah
Sakit Bhayangkara, Tantui, milik Polda Maluku, di mana tiga diantaranya dalam
kondisi kritis, sedangkan lima lainnya menjalani perawatan intensif di RS Alfatah
Ambon.
Sebagian dari 14 korban yang sementara dirawat di RS Bhayangkara itu menderita
luka-luka akibat terkena lemparan batu dan pukulan benda tumpul. Mereka
kebanyakan adalah penumpang mobil angkot jurusan Ambon-Passo DE 307 AU, dan
tukang ojek yang menjadi sasaran amukan massa, sesaat setelah terjadi ledakan.
Sedangkan lima korban yang dirawat di RS Alfatah Ambon, adalah warga di kawasan
Angkoliong, Desa Batu Merah --tempat kejadian perkara ledakan-- mereka umumnya
menderita luka-luka akibat terkena serpihan benda yang diduga kuat granat ttangan
itu.
Para korban yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara diantaranya, sopir angkot
Agustinus Sahalessy (35) bersama istrinya Ivan Sahalessy (32) serta seorang
anaknya David Sahalessy (2), Stevi Toumahu (24), Markus Kelbulan (30), Neles
Supusepa (30) Roy Supusepa (46), Jemmy Ajawaila (24), Loletcin (15) Eda Hattu (25)
Brian Hattu dan Stevi Hattu (20). Sedangkan warga yang dirawat di Alfatah yakni
Asharyanto (19), Arafik Maba (20), Heri Purwanto (17) Suhandro Saputro (15) dan
Rauf Kaplale (30).
Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease, AKBP Leonidas Braksan yang dikonfirmasi
secara terpisah, membenarkan benda yang meledak itu terindikasi kuat adalah granat
tangan berdasarkan sejumlah barang bukti berupa lempengan logam yang ditemukan
di sekitar TKP.
Ia mengakui, berdasarkan pengakuan sejumlah penumpang dan sopir angkot,
Agustinus, benda tersebut dilemparkan ke dalam mobil oleh dua orang pengendara
motor yang saat itu berpapasan dengan mereka saat melewati kawasan Angkoliong,
Desa Batu Merah. Namun, sebelum sempat meledak benda itu kemudian ditendang
keluar pintu mobil oleh beberapa penumpang dan akhirnya meledak dan melukai
beberapa warga yang sedang berada di lokasi tersebut.
Ledakan yang tergolong sangat besar itu pun menyulut emosi warga sekitar TKP
dengan mengejar mobil angkot tersebut yang akhirnya berhenti di kawasan Kapaha
yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. "Saat berhenti itulah, mobil
bersama para penumpangnya menjadi sasaran amukan massa yang berhasil
mengejarnya, sehingga sebagian penumpang luka-luka dan mobilnya hancur
dilempari," ujar Kapolres.
Ia mengakui, warga sempat omosi dan ingin membakar mobil, namun dapat dicegat
sejumlah personel Brimob yang bertugas di Kapaha bersama sejumlah tokoh
masyarakat setempat. Aparat Brimob pun terpaksa mengeluarkan tembakan
peringatan untuk membubarkan massa tersebut.
Kapolres mengakui, ledakan yang terdengar hingga radius dua kilometer itu sempat
membuat situasi Kota Ambon dan sekitarnya tegang, namun dapat diatasi dan
dinetralisir kembali berkat kesiapan aparat yang berusaha menenangkan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan sejumlah personel gegana Polda Maluku masih
melakukan olah TKP guna mengumpulkan barang bukti yang dapat digunakan untuk
mengungkap kasus tersebut. Aparat kepolisian dikerahkan untuk mengejar dan
mencari dua pengendara sepeda motor tidak dikenal yang melemparkan granat ke
dalam mobil tersebut. ( antara/cn05 )
Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA
|