The Cross

 

Ambon Berdarah On-Line
News & Pictures About Ambon/Maluku Tragedy

 

 


 

 

 

Pangdiv II Kostrad Bakal Menjadi Pangkoops Maluku


SINAR HARAPAN, Jum'at, 31 Mei 2002

Nasional

FKM di USA dan Eropa
Helmy: Kami Sudah Bicara ke Kongres

Los Angeles – Eksistensi Front Kedaulatan Maluku (FKM) ternyata tidak berhenti, meskipun ketuanya, Dr Alexander Manuputty sudah ditangkap. Saat ini, basis kekuatan FKM berada di luar negeri, seperti di USA dan Eropa. Sejauh mana sepak terjang organisasi ini, wartawan SH, Michael Umbas mewawancarai ketua Front Kedaulatan Maluku (Maluku Severeignity Front) USA, Helmy Watimena.Wawancara dilakukan di sebuah restoran di Beach Boulevard di kota Los Angeles, California, Selasa (29/05) waktu setempat. Petikannya :

FKM kini ditetapkan sebagai gerakan separatis, apa reaksi Anda?

Dari awalnya TNI sudah memprakondisikan dengan rekaman tape Theo Syafei yang sengaja dimasyarakatkan sebelum operasi intelijen dengan kode sandi ”Operasi Cipta Kondisi” di Maluku dan pembenaran isu RMS sebagai bungkusnya.

Rangkaian ini harus dilihat sebagai satu paket TNI mulai dari rekayasa Ketapang dengan korban Jimmy Siahaya serta pembakaran gereja-gereja di Jakarta akhir November 1998 dan pengiriman preman-preman Kristen dan Muslim Maluku ke Ambon untuk operasi lapangannya dalam desain koflik horizontal, tetapi sekarang menjadi bumerang dengan munculnya FKM sebagai reaksi untuk menghancurkan citra TNI yang semakin terpuruk.

Dengan ditangkapnya ketua FKM Alex Manuputty, dan kini menunggu proses peradilan, berarti pemerintah akan melakukan upaya hukum. Sikap Anda?

Dari mulanya FKM tantang RI untuk menyelesaikannya secara hukum, tetapi kan selalu Jakarta menghindar dengan berbagai dalih, karena RI sudah tahu hasilnya serta konsekuensi logis dari proses hukum yang akan merugikan posisi Jakarta yang harus keluar dari Maluku sesuai perjanjian Linggarjati, Roem-Royen, Meja Bundar dan Renville serta semua konstitusi internasional yang berlaku waktu itu, maupun hingga saat ini. Oleh karena itu yang sedang dilakukan Jakarta itu-kan hanya berjudi dengan waktu, sembari melihat perkembangan dan mengharapkan nasib yang tidak akan pernah berpihak kepadanya.

Sekarang, pola organisasi FKM sendiri bagaimana setelah gerakan ini ditetapkan illegal oleh pemerintah Indonesia?

Basis FKM di luar negeri sangat solid dan kuat. Hasil kesepakatan baru-baru ini, FKM sekarang berbasis di USA dan Eropa. Saya di USA dan saudara Umar Santi di Belanda dan Eropa. Perwakilan FKM di Jakarta sudah tidak bisa leluasa karena terus diburu, demikian pula yang di Maluku. Oleh karena itu, gerakan FKM diperkuat di luar negeri.Dalam waktu dekat kami akan membuat sejumlah pernyataan sikap ke media massa di Jakarta selain media internaional.

Perjuangan FKM AS sudah sejauh mana?

Sejak pecahnya Maluku Berdarah 19 Januari 1999, bukan hanya US Congress, tetapi sekarang masyarakat Amerika juga sudah menuntut melalui gereja-gereja serta Parlemen Eropa dengan sikap kemarin dan juga Amnesty Internasional hari Rabu tanggal 22 Mei 2002, terhadap pelanggaran TNI dan Polri bukan hanya di Maluku, tetapi juga di Papua dan Aceh. Di House melalui Joseph Pitts sedangkan di Senat melalui Senator Leahy yang melakukan embargo senjata terhadap TNI serta program IMET. Saya baru saja ikut hearing yang terkait dengan Indonesia, UF Foreign Military, Trade dan Aid Programs di Washington 20 Mei, dari jam 9.30 pm, di situ Major General William L Nash mewakili US National Interest dan US Army di Indonesia. Hadir staf ahli dari US Congress. Mereka yang akan mengusulkan untuk vote apakah embargo akan dicairkan atau tidak. Saya jelaskan soal kasus Maluku kepada mereka dan disiarkan secara live TV Congress.

Apakah itu berarti FKM sudah diakui oleh US Congress?

Nanti Anda lihat sendiri video saya sewaktu bicara di depan mereka. Kami dianggap sebagai bagian penting oleh pemerintah US dalam rangka melihat Indonesia secara transparan dan adil. Oleh karena itu, kami tetap akan berjuang. Saya juga masih mengupayakan pengadilan yang fair bagi Dr Alex Manuputty Yang jelas dunia Internasional akan memperhatikan semua yang akan terjadi.

Seberapa kuat lobi Anda terhadap dunia internasional?

Yang menilai kan masyarakat internasional dan akibatnya dirasakan oleh Jakarta serta TNI yang semakin terpuruk oleh kebodohannya sendiri.

Pemerintah menyatakan menolak Resolusi Parlemen Eropa karena ini masalah dalam negeri ?

Ini berarti keanehan baru. Coba anda lihat betapa naifnya pemerintah Indonesia, kalau tidak mampu mengatasi krisis ekonomi minta bantuan IMF. Sekarang tidak mampu selesaikan kasus Maluku, Aceh dan Papua menolak tawaran dunia internasional.

Apakah dunia internasional sudah memberi sinyal akan terlibat menyelesaikan masalah Maluku?

Anda sekarang bisa menilainya sendiri atas segala apa yang telah FKM lakukan di Eropa dan US.

Selain separatis FKM dituding biang kerusuhan Maluku. Apakah itu benar?

HW : ha...ha...ha.... , harus diingat FKM muncul sebagai reaksi Maluku Berdarah dan bukan prima kausa.

Kapan Anda balik ke Indonesia?

There’s is no place like home. n

Copyright © Sinar Harapan 2002
 


Copyright © 1999-2001 - Ambon Berdarah On-Line * http://www.go.to/ambon
HTML page is designed by
Alifuru67 * http://www.oocities.org/unpatti67
Send your comments to
alifuru67@yahoogroups.com
This web site is maintained by the Real Ambonese - 1364283024 & 1367286044