SUARA PEMBARUAN DAILY, 15/7/2002
Ada Upaya Mengadu Domba Lagi Warga Poso
PALU - Skenario besar untuk kembali mengadu domba dua kelompok agama, Islam
dan Kristen, di Poso, Sulawesi Tengah, kembali terlihat. Hal itu terlihat dari kembali
maraknya aksi kekerasan di daerah yang pernah dilanda konflik itu.''Indikatornya
terbaca mulai dari meningkatnya eskalasi aksi penembakkan misterius terhadap
penduduk setempat dan seringnya bus angkutan penumpang trayek Palu-Tentena
(wilayah mayoritas Kristen) diledakkan dengan bom,'' kata Sekjen Pengurus Besar
Alkhairaat, KH Mohammad Lationo kepada Kantor Berita Antara di Palu, Minggu
(14/7).
Pernyataan itu disampaikan Lationo menanggapi peledakan bom dengan sasaran bus
penumpang Omega trayek Palu-Poso-Tentena di Kelurahan Kawua Kecamatan Lage,
sekitar empat kilometer selatan kota Poso, Jumat (12/7). Dalam aksi itu, satu
penumpang tewas dan empat lainnya luka parah.
Dikatakan, skenario politik adu domba antara umat beragama Islam dan Kristen
terlihat jelas pada peristiwa awal Mei hingga Juni 2002. Ketika itu terjadi aksi
penembak misterius dan pembakaran rumah penduduk serta pasar sentral di Kota
Poso. Padahal, masyarakat kedua pihak yang selama ini bertikai di Poso sudah
mulai berdamai.
"Dalam kondisi Poso yang mulai damai, terbentuk kembali sikap saling membenci
antarumat beragama karena ulah provokator. Sebaiknya pemimpin umat, yaitu
pendeta dan ulama, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat tidak berhenti
memberikan siraman rohani untuk meredam emosi kedua kelompok yang pernah
bertikai itu, kata Lationo. Sebab, katanya, pendekatan agama merupakan cara yang
paling efektif dalam meredam emosi masyarakat Poso. Dikatakan pula, peningkatan
gangguan keamanan di Poso sebagai dampak dari penarikan pasukan perdamaian
dengan sandi 'Sintuwu Maroso' sejak 1 Juli 2002.
"Penarikan sekitar 2.000 personil TNI/Polisi itu memudahkan provokator menjalankan
misi terornya. Kami hanya minta aparat keamanan di Poso secara tegas mengusut
tuntas semua kasus penembakan, pembunuhan, pembakaran serta peledakan bus,
tanpa padang bulu,'' katanya.
Ledakan bom yang menghantam bus Jumat petang itu merupakan kejadian kedua
kalinya yang dialami armada bus PO Omega. Insiden pertama terjadi 6 Februari 2001
mengakibatkan dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Pada tanggal 5 Juni 2002 bom juga menghajar bus penumpang PO Antariksa yang
berangkat dari Palu tujuan Poso dan Tentena. Peristiwa itu terjadi di Jalan Trans
Sulawesi, tepatnya di desa Toini kecamatan Poso Pesisir, sekitar sepiluh kilometer
memasuki kota Poso. Akibat insiden tersebut empat penumpang bus itu tewas serta
17 lainnya dilarikan ke rumah sakit. (0-1)
----------
Last modified: 15/7/2002
|