Dokumentasi Pendek Kisah Hidupku (Kucoba untuk jujur disini)

Perjalananku dimulai dari hari selasa (kliwon) tanggal 8 agustus.
Aku ingat suatu hari aku menangis ditinggal pergi ibu naik mobil, aku nangis sambil berlari mengejar mobil mereka tanpa mempedulikan tetangga-tetangga sekitar rumahku, mereka mengenalku sebagai anak yang 'gembeng'.

Ketika memasuki usia 5th aku dimasukin TK tapi aku lebih sering enggak masuk karena aku lebih senang main dirumah, tapi berkat orangtuaku aku tetap lulus TK.

Suatu hari aku ikut piknik ke Jakarta ikut rombongan saudara besar dari ibu, waktu berangkat aku sudah bikin masalah yaitu ketinggalan bus untung aku bisa lari cepat mengejar itu bus dan lebih untung lagi bus itu pas berhenti sebentar. Pulang dari sana aku bermulut besar cerita macam-macam tapi sebenarnya enggak ada hal yang bisa diceritain, ya cuma pamer bisa pergi ke jakarta saja.

Setahun kemudian aku masuk SD di usia 6th. Aku sempat daftar SD Keputran V seperti SD kakak2 ku tapi tak tahu kenapa aku tidak diterima. Aku masih inget pada waktu seleksi pertanyaan-pertanyaannya adalah seputar wawancara dan dikasih kertas untuk menulis siapa2 anggota keluarga, dan juga ada tes menyanyi.
Akhirnya oleh Bapak aku didaftarin ke SD Kadipaten II, yang setelah aku lulus sana langsung berganti nama menjadi SD Keputran X. Sebenarnya sudah terlambat daftar dan juga tidak pakai tes segala, aku hanya terima jadi saja.

Pertama kali aku berkenalan dengan anak yang bernama Hendratmo, dia duduk di kursi sebelah kiriku dialah yang mengajak kenalan duluan. Berbeda dengan teman2 TK ku yang aku sudah enggak ingat namanya satu orangpun, Aku bisa berteman akrab dengan teman2 di SD. Tapi untuk teman perempuan aku enggak ada yang deket, enggak tahu aku malu berbicara dengan mereka, apalagi kalau ada yang menjodoh-jodohkan.

Aku kenal merokok pertama karena sepulang sekolah diajak teman SD jalan2 terus merokok di samping sawah dekat lapangan di jl pugeran jogja, rokok pertamaku adalah merk Djarum Super. Kadang menjadikan ranting melinjo jadi rokok. Berkelahi merupakan hal yang biasa bagiku disana, aku ingat suatu hari aku marah sama temenku yang bernama Agung anak nagan lor, sewaktu dia masuk ke kelas langsung aku pukul, eh giginya rontok dua, karena kaget atau takut aku pura-pura enggak tahu dan langsung pergi.

Suatu hari karena ada teman yang tahu aku punya video, teman2 ngajak patungan ngumpuin uang beberapa hari untuk sewa kaset video, nyewanya di jl bugisan dengan judul diehard dan moonwalker, habis sewa mau diputer ternyata videonya rusak.
Makanan kesukaanku disana adalah bakmi terus dikasih air panas plus dikasih sedikit garam, hampir tiap istirahat aku makan itu. Aku juga sering berbuat curang atau (ng'gabro) mencuri makanan atau mainan pada pak yang jualan lotre. (Maaf yang sebesar-besarnya ya pak).
Aku paling enggak bisa olahraga, terutama kasti atau yang berkaitan dengan bola. Untuk kasti jarang sekali aku bisa memukul bola kena aku. Lempar bola keatas terus menangkap bola sebelum ketanah saja aku juga enggak bisa.
Hal yang membuat aku enggak suka disana adalah hampir semua guruku mengenal keluargaku yang emang letak sekolah dekat dengan rumah. Kelas satu sebenernya aku tinggal kelas tapi karena lobi dari bapak aku tetap dapat naik kelas.
Aku benar-benar zero waktu itu. Aku baru bisa membaca di kelas 4. Anehnya di kelas 5 dan seterusnya, sampai dengan ebtanas aku juara satu. Kalau ada lomba terutama matematika atau cerdas cermat aku pasti jadi salah satu wakil sekolah tapi hasilnya belum pernah dapat juara.
Aku mendapatkan julukan nama panggilan 'Tekek' di SD ini yang keterusan terus sampai SMA bahkan sekarang.

Dikampung sendiri suka jalan2 atau sepeda2an pergi berombongan berjam2, tapi setelah pulang aku pasti sudah enggak ingat jalannya lagi. Aku ingat sepedaku dulu remnya pakai kabel rem yang diikat di bodi sepeda trus cuma ditarik saja kalau mau mengerem. Main sepakbola anak2 antar kampung terus dilanjutkan tawuran juga sering. Terus aku enggak pernah pakai sandal.

Ebtanas aku dapat nilai 39,- dengan nilai sebesar itu aku masuk ke SMP 2 yogya. Hari pertama sekolah aku naik sepeda bareng Endras tetangga depan rumahku dia kakak kelasku. Sampai sekolah sudah terlambat, aku langsung masuk kelas IF, di kelas kosong enggak ada apa-apa dengan bingung dan takut aku tunggu di dalam kelas tapi setelah kurang lebih 30 menit koq masih belum ada orang aku bertambah bingung, untungnya Endras menghampiriku terus bilang kalau anak baru lagi upacara di tengah sekolah, aku tambah takut karena tidak membawa dasi dan topi, dengan terpaksa aku beranikan melangkah untuk ikut upacara, ternyata disitu sudah penuh orang karena aku enggak tahu anak2 kelas IF lainnya aku asal bergabung saja dengan kerumunan disitu, yang ternyata kelas ID. Selesai upacara dilanjutkan ke kelas masing2, aku sedikit lega karena aku ketemu teman SDku 'Lugel' yang ternyata jadi teman sekelasku, yang nantinya membawa nama 'Tekek' disana, tapi enggak apa2 aku merasa terhormat mendapat julukan itu.
Di SMP aku mendapat banyak pengalaman baru yang sangat jauh berbeda dari semasa SDku.

bersambung ...