Republika on Line, Selasa, 26 Februari 2002 19:26:00
Kapolri: Perlucutan Senjata Berlangsung di Maluku
Laporan: Maman Sudiaman
Denpasar-RoL -- Kapolri Jenderal Pol Drs Da'i Bachtiar menyatakan bahwa
'perlucutan' senjata api terhadap orang-orang yang tidak berhak menguasai, kini terus
dilakukan pihak aparat di berbagai wilayah Maluku.
"Perlucutan sudah memasuki bulan pertama, dan itu akan terus dilakukan hingga dua
bulan mendatang," katanya menjawab pertanyaan wartawan di Denpasar, Selasa
[26/2/2].
Di tengah-tengah pelaksanaan kunjungan kerja ke Polda Bali, Kapolri menyebutkan,
upaya 'perlucutan' senjata di kalangan kaum sipil yang tidak berhak memegang
senjata api itu, baru pada tahap gerakan yang sifatnya sukarela.
"Kita minta seluruh kalangan sipil untuk menyerahkan senjata api yang dipegangnya
secara sukarela," ucapnya.
Kapolri mengakui, upaya tersebut tergolong cukup berat, dan masih harus dilakukan
sosialilasi dalam beberapa bulan.
"Kita terus sosialisasikan agar penduduk yang tidak berhak memiliki senjata api mau
secara sukarela menyerahkannya kepada petugas," kata Kapolri.
Ditanya tentang batas waktu 'perlucutan' secara sukarela tersebut, Jenderal Da'i
Bachtiar menyebutkan paling lambat dalam tiga bulan mendatang.
"Kita beri waktu selama tiga bulan, setelah itu baru dilakukan upaya perlucutan dalam
bentuk razia," katanya menegaskan.
Perlucutan senjata yang tengah dilakukan Polri, dimaksudkan untuk menciptakan
kondisi Kamtibmas yang mantap di wilayah Maluku, terlebih untuk daerah Ambon
yang pernah dilanda konflik bersenjata.
Di markas Polda Bali, Kapolri sempat menyaksikan pegelaran 'Bondres' (lawak
tradisional khas Bali), yang materi dagelannya mengangkat masalah bahanyanya
narkoba bagi masa depan bangsa.
Usai melakukan kunjungan kerja ke Polda Bali, Kapolri pada petang harinya
dijadwalkan bertemu dengan pimpinan Kepolisian Australia di Kuta guna
membicarakan masalah keamanan kedua negara. Jun
|