|
ENAM TIP PENULISAN EMAIL
Oleh : Erick
Bjoconsulting.com (eMarketing Research & Strategy)
Kalau Anda ingat-ingat, pasti Anda menyadari bagaimana para pebisnis
di Indonesia, telah menerima lebih banyak pesan melalui email
dibandingkan pesan via telepon, voice-mail atau apa saja. Dan kedua
lewat SMS, kecuali mereka tidak memiliki email dalam melakukan
aktivitas pemasarannya.
Salah satu keuntungan yang menarik dari email adalah sifatnya yang
asynchronous, artinya bahwa pengiriman pesan yang efektif tidak
perlu menuntut si pengirim pesan berada di tempat pada saat
bersamaan si penerima pesan menerima dan membaca email.
Seringkali terdapat kesenjangan atau kerenggangan antara pesan yang
dikirim dan diterima. Hal ini bisa jadi memang mudah untuk
pengaturan responsnya ditinjau dari sisi jadwal Anda yang sibuk,
tetapi hal ini juga mendatangkan suasana rasa bahwa Anda diperbudak
dalam hal Anda diharapkan untuk memberikan tanggapan sesegera
mungkin.
Ada banyak tips-tips singkat dan dasar khususnya dalam membuat email
yang efektif untuk berkomunikasi dalam dunia pemasaran. Berikut ini
Anda akan melihat perbedaan antara email yang mendapatkan perhatian
dan respek dari si penerima dan email yang tidak dibaca.
INILAH 6 TIP SINGKAT ITU :
1. BUATLAH FONT DAN BENTUK FONT YANG MUDAH DIBACA.
Sangat disarankan agar menggunakan font hitam, dengan size 12. Ini
adalah format standar dan bersifat cross-compatibility antar sistem
pembaca email namun membuat si pembaca dapat membacanya dengan fokus
mata relaks.
Jadi jangan menulis dengan Font yang aneh-aneh untuk pertama kali,
kecuali mereka memilihnya.
2. BUATLAH ADANYA SUATU HUBUNGAN ANTARA ISI EMAIL DENGAN POKOK
SUBYEKNYA.
Pokok subyek adalah bagian yang paling penting untuk menjual
bisnis/produk Anda. Itu sama pentingnya seperti headline.
Karena itu manfaatkan dan tulislah dengan hati-hati dan patut
direnungkan sebelum Anda menulis. Pokok subjek yang baik hendaknya
memikat perhatian dan menggerakkan resipien untuk membuka email.
Pokok subjek yang baik haruslah bernada langsung dan informatif, dan
menggerakkan si penerima email untuk langsung membacanya.
3. SEBELUM ANDA MENGIRIM EMAIL, PERTIMBANGKAN CALON PENERIMA EMAIL
TERSEBUT.
Sewaktu Anda mengirim email, Anda pasti tidak tahu kapan email
tersebut dibaca atau bagaimana suasana hati - entah sedang senang
atau jengkel -- dari si penerima sewaktu ia menerima email Anda.
Karena itu nada tulisan Anda adalah kuncinya.
Setelah Anda menulisnya, dan sebelum dikirim, berhentilah sejenak
dan bacalah lagi email tersebut dan renungkan seolah-olah Anda
adalah si penerima email itu.
Mengapa Anda tidak padukan strategi pemasaran Anda selama ini dengan
Email Marketing? Minta info lebih jauh ttg "EMAIL MARKETING THAT
WORKS" ke marketing@bjoconsulting.com
4. HATI-HATI MENGIRIMKAN SEDERETAN ALAMAT EMAIL DI BAGIAN FIELD "TO"
Di beberapa perusahaan, simbol status suatu departemen biasanya
mewakili suatu email yang dikirim, seperti misalnya "Departemen
Pemasaran" atau "Departemen TI" dan sebagainya.
Apakah Anda ingin tahu orang di balik departemen terkait ini?.
Disarankan agar lebih baik Anda proaktif untuk mengetahui siapa nama
di balik departemen ini.
Dan kalau Anda tahu nama-nama mereka, maka akan lebih bagus karena
surat lebih terkesan pribadi sebaliknya dari pada mengirim email
dengan menyapa "Yth di Departemen TI", kesan yang ada adalah terlalu
umum.
Akibatnya, besar kemungkinan apabila salah satu dari antara mereka
yang ada di departemen TI dan membaca, maka mereka akan segera
menghapusnya atau tidak memberitahukan email Anda ke orang yang
memang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan.
Kemudian kalau Anda mengirimkan suatu email mohon diperhatikan agar
jangan Anda memasukkan semua nama-nama dari resipien di kotak "To".
Mengapa? . . .
Karena ini bisa mendatangkan jerat penyalahgunaan walaupun ada
keuntungannya, keuntungannya adalah misalnya kalau ada orang-orang
yang di dalam sederetan nama-nama yang Anda masukkan memang mengenal
atau merespeknya, tentu hal ini akan menggerakkan orang lain untuk
melakukan suatu hubungan bisnis dengan Anda lebih lanjut.
Namun masalahnya lebih banyak orang yang akan menyalahgunakan
nama-nama email dari orang-orang yang Anda masukkan di situ dan
bertindak seolah-olah mereka mengirim email atas nama Anda padahal
Anda tidak pernah mengirim email dengan isi tertentu.
Dan tentu saja, cara ini malah akan menjelekkan nama baik perusahaan
Anda, bukan?
5. KIRIMKAN KE FIELD "Cc," ATAU LEBIH BAIK JANGAN?
Sekarang, menurut Anda bagaimana pantas-tidaknya memasukkan nama
pihak kedua atau ketiga ke kotak "Cc" dan "Bcc".
Memang ada berbagai pendapat mengenai pantas atau tidaknya
menggunakan "Cc" dan "Bcc". Beberapa berpendapat bahwa, Anda
sebaiknya mengirimkan email ke orang lain dan pada saat bersamaan
memasukkan nama dari pihak kedua ke kotak "Cc", kalau orang itu
memang langsung berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.
Namun yang perlu diingat bagi Anda adalah waktu mereka sangat
berharga, dan orang kesal apabila inbox mereka penuh dengan
pesan-pesan email yang tidak relevan.
Berdasarkan pemikiran ini, mengirimkan email ke orang lain namun
menempatkan juga orang berikutnya di field "Bcc" padahal orang
tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan suatu pembicaraan, maka
hal itu tidak pantas.
Karena hal inilah maka lebih baik dibuatkan dialog grup via email,
dan kalau pihak kedua atau ketiga memang ingin terlibat sebelum
masalah meruncing, mereka bisa join. Dan kalau tidak mereka bisa
unsubscribe.
6. JANGAN LUPA MASUKKAN EMAIL SIGNATURE YANG INFORMATIF DAN BERNADA
MENGUNDANG.
Di bagian ini, masukkan informasi yang relevan saja namun informatif
dan bernada mengundang, bukan sekadar kalimat yang tidak memberikan
manfaat. Sehingga meningkatkan peluang mereka mau mengontak Anda
kembali.
Jadi sebagai orang pemasaran atau penjualan mau tidak mau Anda harus
terampil mengetik dan menggunakan email serta mengolah frase,
kecuali saatnya tiba orang bisa memiliki suatu perangkat bergerak
yang dapat mengenali suara kemudian dapat mengkonversikannya ke
pesan email dalam bentuk teks.
""""""""""""""
artikel oleh Oleh : Erick
Bjoconsulting.com (eMarketing Research & Strategy)
Anyone may
republish this article in their e-zine, e-book, web site, magazine
or newsletter, as long as the resource box is included.
Dipersembahkan
oleh:
www.ebooks-gratis.cjb.net
Dibuat dan dipublikasikan oleh :
Joko Setiawan |