|
Normalnya, tak
ada orang ingin jatuh sakit. Namun kalau penyakit sudah kadung
datang, jangan berlalai-lalai, segera lakukan pengobatan seoptimal
mungkin. Bila dibiarkan berlarut-larut, sakit akan semakin parah,
dan biaya pengobatannya semakin besar.
Dalam kasus
penyakit batu ginjal dan saluran kemih, kerusakan ginjal yang
parah akan memaksa Anda untuk mencuci darah sepanjang hidup. Apa
yang harus Anda lakukan untuk menghadapi penyakit ini?
Langkah-langkah berikut akan membantu Anda.
Cermati gejala
Tidak semua sakit pinggang pertanda adanya batu ginjal. Penyakit
ini memiliki beberapa gejala khas yang bertalian satu sama lain.
Jika gejala ini terasa, Anda patut curiga.
Gejala umum penyakit batu ginjal adalah:
• Sakit atau terasa pegal pada pinggang belakang bagian atas atau
tepatnya di bawah iga terakhir. Pada taraf tertentu sakit yang
ditimbulkan berupa nyeri menusuk-nusuk, menjalar ke arah samping
mengikuti alur saluran kemih.
• Terkadang disertai anyang-anyangan. Buang air kecil tidak
lancar. Hasrat ada namun berkali-kali ke belakang yang dikeluarkan
hanya sedikit.
Air seni sering
berwarna kemerahan. Ini pertanda dinding saluran kemih tergores
atau terluka oleh serpihan batu. Terkadang terasa nyeri saat buang
air. Saat bersamaan, pada air seni terdapat serpihan pasir atau
batu kecil.
Konsultasikan dengan dokter
Bila mengalami sebagian atau seluruh gejala batu ginjal, sebaiknya
segera berkonsultasi dengan dokter, khususnya dokter yang
menguasai bidang urologi. Mengunjungi dokter setidaknya
dimaksudkan untuk mengetahui dua hal. Pertama, memastikan penyakit
Anda, netulkah yang diderita batu ginjal atau penyakit lain.
Proses diagnosis bisa dilakukan dnegan beberapa cara, melalui
pemeriksaan ultrasonografi (USG) atau uji laboratorium. Dengan
pemeriksaan juga bisa diketahui seberapa besar batu yang diderita,
dimana lokasinya, dan apa jenisnya. Kedua, dari hasil diagnosis
bisa dirumuskan langkah pengobataan efektif yang memberikan hasil
maksimal.
Pengobatan
Pengobatan penyakit batu ginjal harus disesuaikan dengan tingkat
keparahan penyakit. Secara sederhana, ada tiga metode pengobatan
yang bisa dilakukan.
Meminumm banyak
air putih ditambah dengan ramuan tradisional yang memiliki efek
diuretik (melancarkan buang air kecil). Metode ini hanya ampuh
mengatasi batu berukuraan kecill berdiameter kurang dari 4 mm.
Banyak minum akan membantu mengencerkan air seni dan melarutkan
batu hingga mudah dibawa keluar tubuh saat berkemih.
Tindakan
penghancuran batu (liptotripsi). Metode ini diperuntukkan untuk
batu berukuran antara 4-30 mm. Setelah bati dihancurkan, barulah
batu dikeluarkan melalui proses buang air kecil atau berkemih.
Litotripsi bisa dilakukan dengan berbagai teknik. Ada yang disebut
ESWL (extra corporeal shock lithotripsy), yaitu menghancurkan batu
dengan menggunakannn gelombang kejut yang diaktifkan dari luar
tubuh. Cara ini paling nyaman dan sangat minimal rasa sakitnya.
Teknik
litotripsi lain, batu dihancurkan dengan menembakkan gelombang
ultrasonik pada batu. Gelombang lutrasonik yang dimasukkan ke
dalam tubuh melalui lubang yang dibuat pada bagian panggul atau
melalui selang kecil yang dimasukkann lewat saluran kemih hingga
mencapai lokasi batu. Biaya melakukan litotripsi ini mencapai
belasan juta rupiah.
Operasi.
Tindakan ini terpaksa dilakukan bila ukuran batu lebih daru 30 mm.
Bisa pula berlaku pada batu yang berukuran lebih kecil bilamana
kondisi pasien tidak memungkinkan diberlakukan lipotripsi. Operasi
menuntut biaya-biaya tidak sedikit, bisa mencapai 2-3 kali biaya
litotripsi. Terkadang, meski sudah dioperasi, pasien masih saja
memerlukan tindakan pengobatan lain.
Pengobatan
kekambuhan
JIka sudah pernah mengidap batu ginjal, jangan biarkan penyakit
ini datang berulang. Sekali dua kali mungkin tidak mengapa. Tapi
untuk jangka panjang, ginjal Anda menjadi taruhannya. Tidak
sedikit gagal ginjal terjadi berawal dari penanganan batu ginjal
yang tidak sempurna.
Tip berikut
bisa membantu meminimalkan kekambuhan batu ginjal:
• Banyak minum air putih
• Konsumsilah segala sesuatu seperlunya, jangan berlebihan. Banyak
kasus batu ginjal terjadi karena pengendapan vitamin C, asam urat,
kalsium, dan magnesium yang berlebih.
• Perbanyak gerak. Duduk atau berbaring terlalu lama membuat
tulang terdorong melepaskan kalsium. Ini bisa memicu terbentuknya
batu di ginjal dan saluran kemih.
Sumber: human health |