|
Agar mulut tak
beraroma tak sedap, dokter gigi umumnya menganjurkan agar banyak minum
air putih. Air putih, selain menghindarkan kekeringan mulut juga dapat
memperlancar kerja air liur mencuci bakteri yang berada di mulut.
Selain itu, dokter
gigi juga menganjurkan menyikat daerah sekitar lidah dan di balik
lidah saat menggosok gigi. Karena, di tempat sekitar lidah inilah
bakteri umumnya bersembunyi dan berkembang biak.
Sampai saat ini
belum ditemukan obat yang langsung dapat digunakan untuk menghilangkan
bau mulut. Kiat utama untuk mencegah atau menghilangkan aroma tak
sedap mulut adalah menghilangkan faktor-faktor penyebab sehingga dapat
ditangani dengan tepat.
Akan tetapi,
beberapa hal berikut dapat dipertimbangkan agar mulut tak beraroma tak
sedap, antara lain:
• Menghindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat menyebabkan
bau mulut seperti petai, jengkol, dan bawang-bawangan.
• Jaga kebersihan dan kesehatan gigi dan rongga mulut. Sikat gigi pagi
hari dan sebelum tidur adalah mutlak. Menggunakan cairan kumur
antiseptik dapat juga membantu, asal tidak berlebihan. Penggunaan
cairan kumur antiseptik yang berlebihan justru dapat menyebabkan
iritasi dan merusak lingkungan biologi di dalam mulut.
• Minum air putih enam sampai delapan gelas per hari.
• Konsumsi sayuran segar dan buah yang berserat.
•
Olahraga secara teratur.
• Tidak merokok karena mempertinggi risiko timbulnya bau mulut.
• Hindari diri dari stres.
Tidak
ada salahnya meminta dokter gigi untuk memeriksa lebih teliti, apakah
ada kelainan atau kerusakan pada geligi.
Jika ada kelainan
tentu saja dapat segera diobati.
Namun, bila tidak
menemukan masalah pada gigi dan mulut, konsultasikan ke dokter
spesialis THT (telinga hidung tenggorokan). Bila belum juga ditemukan
masalahnya, barulah ke dokter ahli penyakit dalam karena dikhawatirkan
bau mulut merupakan bagian dari kelainan organ dalam tubuh. |