| |
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
Pesawat
angkasa Enterprise siap tinggal landas untuk melakukan manuver. Tujuannya
agar para astronaut di dalamnya dapat menjalani keadaan perlambatan
waktu. Sebelum membicarakan tentang manuver Enterprise, akan dikemukakan
dahulu apa-apa yang ada di luar kawasan prinsip Teori Relativitas
Einstein. Seperti telah dikemukakan pada hari Ahad yang lalu Teori
Relativitas Einstein dibangun atas dasar prinsip hasil penafsiran
experimen Michelson-Morley: laju cahaya invarian, tidak tergantung
pada keadaan sistem yang diobservasi, jarak waktu dan jarak ruang
relatif tergantung pada keadaan gerak sistem yang diobservasi.
Hingga pada saat ini baru ditemukan dua besaran yang berada di luar
kawasan relativitas Einstein. Pertama, dalam ilmu termodinamika dikenal
besaran entropy, yang sama sifatnya dengan waktu dari segi perubahan,
yaitu bertambah terus. Perihal lorong waktu untuk orang menembus waktu
mundur ke masa silam adalah spekulasi yang imajinatif, itu termasuk
kawasan ilmu sastra jenis science fiction. Entropi itu bertambah dalam
proses alamiyah yang termodinamis. Proses itu sifatnya irreversible,
tidak mundur. Demikianlah besaran entropy itu hanya tergantung pada
proses termodinamis, tidak relatif terhadap gerak. Dari segi inilah
perbedaannya dengan waktu yang relatif terhadap keadaan gerak.
Kedua, besaran yang disebut action. Ini sama sekali tidak ada hubungannya
dengan istilah action yang disifatkan pada film yang bergelimang dengan
adegan kekerasan. Dalam mekanika kita jumpai besaran yang disebut
daya, yaitu energi dibagi dengan waktu. Dalam fisika quantum kita
jumpailah action ini yang berupa energi dikali dengan waktu, yang
dikenal dengan konstanta Planck (h), besarnya 0,000 000 000 000 000
000 000 000 006 550 erg-detik. (h) ini adalah konstanta yang tidak
tergantung baik pada keadaan gerak maupun proses termodinamis dalam
sistem yang diobservasi. Demikianlah action (h) ada kesamaannya dengan
laju cahaya (c), yaitu keduanya adalah konstanta yang invarian terhadap
sistem koordinat.
Perlu diberikan tambahan informasi bahwa tahun 1900 Max Planck (1858
- 1947) mengemukakan Teori Quantum. Teori itu mengatakan bahwa tenaga
radiasi itu dipancarkan secara putus-putus yang disebut quanta. Albert
Einstein meminjam teori tersebut dengan mengatakan bahwa cahaya itu
merupakan kantong-kantong energi yang dinamakan photon, dan dengan
demikian dalam tahun 1905 Einstein menjelaskan fenomena alam yang
sebelumnya orang tidak mampu menjelaskannya, yaitu efek photoelektris.
Maka perlu sekali diluruskan pernyataan: Teori quantum bersandar pada
Teori Relativitas Umum Einstein dalam tulisan Berjalan-jalan Menembus
Lorong Waktu. Teori quantum tidak bersandar pada Teori Relativitas
Umum Einstein. Bahkan Einstein meminjam gagasan teori quantum untuk
menjelaskan efek photoelektris, yang sama sekali tidak ada hubungannya
dengan Teori Relativitas.
***
Ada dua tahap manuver Enterprise. Tahap pertama mempercepat lajunya
mendekati kecepatan cahaya, supaya waktu berjalan lambat dalam Enterprise.
Setelah tinggal landas makin besar kecepatan Enterprise, makin lambat
waktu dalam Enterprise. Setelah saya hitung-hitung dengan mempergunakan
rumus transformasi Lorentz, maka inilah hasilnya: Jika kecepatan Enterprise
mencapai 200 000 km/detik, 100 tahun di bumi dalam Enterprise hanya
80 tahun. Mencapai 250 000 km/detik, 100 tahun menjadi 55,8 tahun,
mencapai 290 000 km/detik, 100 tahun menjadi 24,5 tahun, 299 000 km/detik,
100 tahun menjadi 7,7 tahun. Demikianlah seterusnya jika kecepatan
Enterprise mendekati kecepatan cahaya, waktu dalam Enterprise mendekati
nol.
Tetapi ingat Enterprise dan semua isinya termasuk astronaut akan mengalami
kontraksi dalam arah geraknya. Menurut hasil perhitungan saya, astronaut
yang tingginya ketika di bumi 180 cm, dalam Enterprise yang melaju
dengan kecepatan 299 700 km/det, jika astronaut itu dalam sikap membujur
dengan arah gerak Enterprise ia akan menyusut sehingga tingginya akan
menjadi menjadi 8,1 cm. Dan jika ia bersikap melintang maka tubuhnya
akan menipis, katakanlah jika masih di bumi tebal tubuhnya 30 cm,
maka dalam Enterprise tubuhnya akan menipis menjadi 1,35 cm. Jadi
astronaut tidaklah mengecil secara proporsional. Jika ia bersikap
membujur, tingginya menjadi 8,1 cm sedangkan tebal tubuhnya tetap
30 cm. Apabila ia bersikap melintang tubuhnya menipis menjadi 1,35
cm, namun tingginya tetap 180 cm.
Berapa besarnya gaya dorong mesin Enterprise untuk manuver hingga
mencapai kecepatan mendekati cahaya? Menurut transformasi Lorentz
yang diterapkan oleh Einstein terhadap massa, jika kecepatan suatu
benda mendekati kecepatan cahaya, maka massanya akan mendekati tak
terhingga besarnya. Gaya dorong mesin propulsi Enterprise besarnya
tetap, sesuai dengan kapasitas dari disainnya. Kalau gaya dorong tetap,
sedangkan massa mendekati tak terhingga, maka tambahan kecepatan (percepatan)
mendekati nol.
Pembahasan dapat pula dilihat dari segi momentum (impuls), yaitu lamanya
mesin propulsi itu bekerja. Gaya dorong tetap, sedangkan waktu mendekati
nol maka momentum sebagai hasil kali antara gaya dengan waktu juga
mendekati nol.
Nyatalah, baik dari segi pendekatan gaya dorong, maupun dari segi
pendekatan momentum, walaupun mesin propulsi bekerja dengan kapasitas
penuh, ternyata efeknya makin mengecil mendekati nol, jika kecepatan
Enterprise mendekati kecepatan cahaya, yang berarti pemakaian bahan
bakar makin boros, mendekati tak terhingga borosnya. Jadi walaupun
Enterprise berbekal bahan bakar nuklir, akhirnya akan kehabisan bahan
bakar.
Maka dengarlah Firman Allah dalam S. Ar Rahman 33: La- Tanfudzuwna
illa- bi Sultha-nin! Tidaklah engkau dapat menembusnya kecuali dengan
kekuatan! Nya dalam ayat itu mengacu pada ayat sebelumnya, sehingga
nya bermakna Aqta-ru sSamawa-ti, petala sejumlah langit, menembus
ruang dan waktu. Jadi manuver Enterprise tidak dapat mencapai tujuannya
karena kekuatan manusia terbatas baik kebudayaannya, maupun kondisi
tubuhnya. Dari segi kebudayaannya, manusia tidak mampu membawa bahan
bakar untuk mesin propulsi Enterprise dan dari segi kondisi tubuhnya,
manusia tidak mampu menahan beban perubahan ukuran yang mengecil secara
tidak proporsional.
Adapun manuver Enterprise tahap kedua yang dirangkaian dengan upaya
menembus lorong waktu akan dibahas hari Ahad yang akan datang, insya
Alah. WaLlahu A'lamu bishShawab.
*** Makassar, 11 September 1994
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
|
|