| |
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
Saya telah
beberapa kali menerima telpon yang menganjurkan agar ungkapan iman dan
ilmu bagian judul kolom ini diganti dengan ungkapan iman dan taqwa
supaya lebih kena. Sebermula menurut hemat saya cukup saya layani saja
melalui telpon, akan tetapi karena saya menerima beberapa kali anjuran
yang sama, maka lebih efisien jika saya menjawab anjuran itu secara
terbuka. Jadi tidak perlu lagi saya menyediakan waktu untuk berdialog
melalui telpon, sekiranya jika masih ada yang ingin memberikan anjuran
mengenai iman dan taqwa. Lagi pula dengan secara terbuka ini, mereka
yang mempunyai pendapat yang sama untuk mengubah judul akan tetapi
segan untuk memberikan anjuran, dapatlah pula terlayani.
Besar perkiraan saya mereka itu belum sempat membaca Seri 021 berjudul
Puasa Meningkatkan Diri dari Beriman Menjadi Taqwa, Mengapa?, Seri 147
berjudul Iman dan Taqwa?, Seri 167 berjudul Beriman dan Beramala
Shalih Menuju Taqwa, Apakah Tolok Ukur Keberhasilan Puasa?. Atau
barangkali telah membacanya akan tetapi kurang komunikatif baginya,
sehingga belum atau tidak memahami pendirian dan pemahaman saya bahwa
ungkapan iman dan taqwa yang disingkat dengan Imtaq, yaitu
mensejajarkan iman dengan taqwa sesungguhnya tidak benar menurut Al
Quran. Maka dengan demikian sudah tentu saya tidak dapat menerima
saran yang menganjurkan agar ungkapan iman dan ilmu dari bagian judul
kolom ini diganti dengan iman dan taqwa.
Agar jelas, maka berikut ini saya memakai gaya tanya jawab untuk
menjelaskan berdasarkan dalil ayat-ayat Al Quran ketidak- benaran
ungkapan iman dan taqwa yang mensejajarkan antara iman dengan taqwa.
Seperti biasa ayat-ayat itu saya tuliskan pula aslinya dalam bahasa Al
Quran. Hal ini perlu saya tegaskan, oleh karena saya juga menerima
anjuran agar tidak perlu menuliskan ayat-ayat itu dalam bahasa
asalnya, cukup terjemahannya saja. Saya akan tetap menuliskan
ayat-ayat itu dalam bahasa asalnya untuk menjaga apabila ada kesalahan
dalam terjemahan itu dapat dikoreksi oleh khalayak. Kesalahan
terjemahan itu dapat saja terjadi, buktinya pembawa acara Isra dan
Mi'raj di Masjid Istiqlal baru-baru ini tidak membaca S. Isra ayat 1
dalam bahasa Al Quran, hanya membacakan terjemahannya saja. Ia
menterjemahkan Al Bashiyr dengan Maha Mengetahui, padahal
terjemahannya yang benar adalah Maha Melihat.
Adakah unngkapan iman dan ilmu dalam Al Quran?
Ada, bacalah ayat: Yarfa'i Llahu Lladziyna Amanuw Minkum aLladziyna
Uwtuw l'Ilma Darajatin (S. Al Mujadalah, 11). Allah mengangkat derajat
orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang berilmu (58:11).
Apa yang disebut iman?
Iman adalah bahasa Al Quran, sehingga untuk mengetahui maknanya
hendaklah Al Quran sendiri yang dijadikan kamus sebagai
rujukan.
Ya-ayyuha- Lladziyna Alamnuw Aminuw biLlahi waRusulihi walKitabi
Lladzy Nazzla 'alay Rasuwlihi walKitabi Lladziy Anzala 'alay min Qablu
waMan Yakfur biLlahi waMlaikatihi waKutubihi waRusulihi walYawmi
lAkhiri faQad Dhalla Dhala-lan Ba'iydan (S.An Nisa-u, 136). Hai
orang-orang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasulnya, kepada
Kitab yang diturunkan kepada RasulNya, dan kepada Kitab-Kitab yang
diturunkan sebelumnya. Barang siapa yangkafir terhadap Allah, terhadap
Malaikatnya, terhadap Kitab-Kitabnya, terhadap Rasul-Rasulnya dan
terhadap Hari Akhirat nyatalah ia telah sesat sesesat-sesat dan
sejauh-jauhnya (4:136).
Apakah yang disebut Taqwa?
Taqwa juga adalah bahasa Al Quran, jadi dalam hal ini sekali lagi Al
Quran berfungsi sebagai kamus.
Alif, Lam, Mim. Dzalika lKitabu La- Rayba fiyhi Huday lilMuttaqiyna.
Alladziyna Yu'minuna bilGhaybi waYuqiymuwna shShalawta wamimMa-
Razaqnahum Yunfiquwa (S. Al Baqarah, 3). Yaitu yang beriman kepada Yang
Ghaib, dan mendirikan shalat), dan dari sebagian yang Kami rezekikan
kepada mereka diinfaqkannya (2:3). Infaq yang wajib disebut zakat dan
infaq sukarela disebut sadaqah. Menurut ayat ini, orang-orang bertaqwa
itu ialah menurut rumus: taqwa = iman + shalat + infaq. Dari rumus itu
dapat dilihat bahwa iman, shalat dan infaq kedudukannya sejajar dan
ketiga-tiganya merupakan konponen-komponen dari taqwa. Iman itu perlu
tetapi belum cukup untuk menjadi taqwa. Shalat itu perlu tetapi belum
cukup untuk menjadi taqwa. Infaq itu perlu tetapi belum cukup untuk
menjadi taqwa. Orang beriman tetapi tidak shalat dan/atau tidak
mengeluarkan infaq belumlah bertaqwa. Barulah perlu dan cukup untuk
menjadi bertaqwa apabila ketiganya digabungkan, beriman, mendirikan
shalat dan mengeluarkan infaq. Alhasil beriman belum tentu bertaqwa.
Bagaimana penjabaran Rumus: taqwa = iman + shalat + infaq?
Laysa lBirra an Tuwalluw Wujuwhakum Qibla lMasyriqi walMaghribi
waLakinna lBirra Man Amana biLlahi walYawmi lAkhiri waMalaikati
walKitabi wanNabiyyiyna wa Atay lMa-la 'alay Hubbihi Dzawiy lQurbay
walYatamay walMasakiyna waBna sSabiyli wafirRiqa-bi waAqa-ma shShalawta
waAtay zZaka-ta walMawfuwna bi'Ahdihim idza- 'A-haduw washShabiriyna
fiylBa'sa-i wadhDharra-i waHiyna lBa'si Uwlaika lLadziyna Shadaquw wa
Uwlaika Humu lMuttaquwna (S.Al Baqarah, 177). Berbuat kebajikan bukanlah
dengan menghadapkanwajah ke timur atau ke barat, melainkan berbuat
kebajikan itu ialah barang-siapa beriman kepada Allah, Hari Akhirat,
Malaikat, Kitab Suci, Nabi-Nabi, dan memeberikan harta benda yang
disukainya bagi kepentingan kaum-kerabat, yatim-piatu, fakir-miskin,
kaum-kelana, peminta-minta, memerdekakan hamba-sahaya, dan mendirikan
shalat, mengeluarkan zakat, memenuhi janji apabila berjanji, dan
orang-orang sabar atas kesengsaraan, kemelaratan dan penderitaan waktu
peperangan, mereka itu adalah orang-orang benar dan mereka itulah
orang-orang bertaqwa (2:177).
Adakah ungkapan iman dan taqwa dalam Al Quran?
Secara khusus ada yaitu dalam kontex mendapatkan pahala di sisi Allah.
Bacalah ayat: WaLaw Annahum Amanuw waTtaqaw Lamatsuwbatun min 'indi
Llahi Khayrun Law Ka-na Ya'lamuwna (S. Al Baqarah, 103). Kalau mereka
beriman dan bertaqwa, sesungguhnya pahala dari sisi Allah lebih baik,
jika mereka mengetahui (2:103). Ayat ini menjelaskan bahwa orang beriman
yang belum bertaqwa dan orang yang bertaqwa masing-masing mendapatkan
pahala dari sisi Allah SWT.
Kesimpulannya dalam Al Quran ada ungkapan iman dan ilmu sedangkan
ungkapan iman dan taqwa tidak berlaku umum hanya khusus dalam kontex
pahala di sisi Allah SWT. Alhasil iman dan taqwa
tidak cocok dipakai sebagai judul kolom ini, oleh karena kolom ini
membicarakan hal yang umum. WaLlahu A'lamu bi shShawab.
*** Makassar, 22 Desember 1996[H.Muh.Nur Abdurrahman]
|
|