| |
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
Salah satu diktum
Perjanjian Hudaibiyah, yaitu perjanjian di antara dua Megara Kota:
Madinah dengan Makkah yang ditanda-tangani oleh Nabi Muhammad SAW di
satu pihak dan Suhai di lain pihak, bahwa qablilah-qabilah Arab diberi
kesempatan untuk bergabung ke dalam salah satu di antara kedua negara
kota tersebut. Juga pada salah satu diktum disepakati gencetan senjata
di antara kedua pihak selama sepuluh tahun. Sesuai dengan kesepakatan
itu qabilah Banu Bakr bergabung ke dalam aliansi kaum kafir Quraisy,
sementara Banu Khuza'ah ke dalam aliansi kaum Muslimin Madinah.
Ternyata dua tahun kemudian Banu Bakr dengan dukungan pihak Makkah
menuyerang Banu Khuza'ah. Dalam penyerangan itu banyak penduduk Banu
Khuza'ah yang terbunuh. Utusanpun dikirim ke Madinah melaporkan pihak
Makkah telah melanggar Perjanjian Hudaibiyah. RasuluLlah SAW segera
mengumpulkan pasukan, lalu bergerak menuju Makkah, dan dalam
perjalanan beberapa qabilah lain datang bergabung dengan RasuluLlah
SAW. Tatkala pasukan itu tiba di FARAN jumlahnya telah mencapai
SEPULUH RIBU orang. RasuluLlah SAW yang memimpin pasukan SEPULUH RIBU
orang dari FARAN ini diprofesikan jauh sebelumnya oleh Nabi Musa dan
Nabi Sulaiman 'alayhimassalam. Kita kutip dari The Holy Bible, King
James (authorize) Version:
"And this is the blessing, where-with Moses the man of God blessed the
Children of Israel before his death. And he said the Lord came from
Sinai, and rose up from Seir unto them; the shined forth from mount
PARAN and he came with TEN RHOUSAND of saints; from his right hand
sent a fiery law for them" (Deuteronomy 23:1-2). Dan inilah berkat
atas Bani Israil yang diberikan oleh Musa orang kepercayaan Tuhan
sebelum wafatnya. Dan ia berkata: Tuhan datang dari Thursina dan
terbit dari Seir atas mereka; ia terus bersinar gemerlapan dari bukit
FARAN dan ia datang dengan SEPULUH RIBU pasukan syuhada; dari tangan
kanannya datang syari'at yang cemerlang untuk mereka.
My beloved is white and ruddy, the chiefest among TEN THOUSAND (The
Song of Salomon 5:10). Kekasihku putih dan merah memimpin SEPULUH RIBU
(orang).
Tatkala berita pasukan Muslimin dari Madinah itu sampai kepada
penduduk Makkah, Abu Sufyan (Kepala Negara Makkah yang pernah
mengepalai Konfederasi Arab yang mengepung Madinah dalam Perang Parit)
dengan beberapa orang pengawal pribadinya meninggalkan Makkah menuju
ke arah bukit FARAN. Mereka berjalan sepanjang hari tanpa berhenti,
dan pada malam harinya mereka menyaksikan pandangan yang mengecutkan
nyali Abu Sufyan. Ia menyaksikan hamparan sinar obor sepanjang mata
memandang. Abu Sufyan menyadari tidak ada gunanya untuk berperang
melawan pasukan Muslimin. Keesokan harinya Abu Sufyan menyaksikan dari
tempat ketinggian pasukan Muslimin gelombang demi gelombang berbaris
menuju Makkah. Nabi Muhammad SAW yang tujuh tahun lalu
dikejar-kejarnya ke Gua Tsaur, yang hijrah ke Madinah, kini telah
kembali dengan pasukan yang demikian banyaknya untuk mengambil alih
Makkah.
***
Negara Kota Makkah menyerah tak bersyarat. RasuluLlah SAW mmberikan
panji kepada Abu Ruwaihah, sambil bersabda: "Inilah Panji Bilal".
(Sewaktu hijrah dahulu, setelah kaum Muhajirin tiba di Madinah, setiap
Muhajir mengikat tali persaudaraan dengan seorang Anshar; dalam proses
persaudaraan itulah Abu Ruwaihah mengikat tali persaudaraan dengan
Bilal). Selanjutnya RasuluLlah SAW menyuruh Bilal berjalan di depan
panji itu dan mengumumkan dengan suara nyaring, bahwa siapa saja dari
penduduk Makkah yang minta perlindungan di bawah panji ini akan
dilindungi dengan aman. Bilal yang dahulu adalah seorang budak yang
berkulit hitam yang dihina dan disiksa, sekarang datang membawa panji
keamanan. Inilah cara yang paling elok Bilal membalaskan "dendam"-nya
kepada penduduk Makkah. Air tuba dibalas dengan air susu. Bilal yang
dahulu dihina dan disiksa, kini datang membalas perlakuan penduduk
Madinah itu dengan "panji" keamanan.
RasuluLlah SAW juga menyuruh Bilal untuk mengumumkan bahwa siapa saja
yang diam di dalam rumahnya kemudian menutup pintu akan aman. Siapa
saja yang masuk Ka'bah akan aman. Siapa saja yang berlindung di rumah
Abu Sufyan akan aman. Yang terakhir ini menunjukkan bahwa RasuluLlah
SAW tetap mengindahkan Abu Sufyan sebagai pemimpin Makkah.
RasuluLlah SAW begitu masuk kota Makkah langsung ke Ka'bah, rumah
ibadah yang pertama dibangun oleh kakek kita Nabi Adam AS, di mana
Hajar alAswad (batu hitam) satu-satunya bahan bangunan yang masih
tertinggal. Kemudian Ka'bah dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim dan
Nabi Isma'il 'alayhimassalam, atas petunjuk malaikat Jibril AS
mengenai letak rumah ibadah yang dibangun kakek kita Nabi Adam AS,
yaitu suatu gudukan tanah yang letaknya lebih tinggi dari tanah
sekelilingnya. Juga Jibril AS menunjukkan kepada mereka berdua Hajar
alAswad yang letaknya tidak jauh dari gundukan tanah itu. Rumah ibadah
Bayt al'Athiq (Rumah Antik) kemudian telah dikotori oleh kebudayaan
Arab Jahiliyah dengan 360 keping patung berhala sekeliling Ka'bah.
Adapun Hajar alAswad adalah batu yang sangat istimewa, karena tidak
pernah disembah oleh masyarakat penyembah berhala itu, bahkanpun tidak
pernah menjadikannya sebagai wasilah (medium, penghubung) kepada
Allah. Hajar alAswad merupakan tolok ukur keimanan Muslim yang
berhaji, yakni pada waktu mencium Hajar alAswad wajib meyakinkan diri
bahwa itu hanya batu biasa saja. Haji Eros Jarot (sutradara filim Cut
Nyak Dien) menurut pengakuannya tidak berani mencium Hajar alAswad,
hanya mencium tangannya kemudian menempelkannya pada Hajar alAswad,
karena menurut pengakuannya ia kuatir, tidak bisa menjamin dirinya
untuk tidak berpikiran lain-lain.
Ka'bah segera dibersihkan oleh RasuluLlah SAW dari pencemaran
berhala-berhala itu. Setiap sekeping berhala tumbang, RasuluLlah SAW
mengucapkan ayat:
"Wa Qul Ja-a lHaqqu wa Zahaqa lBa-thilu inna lBa-thila ka-na Zahuwqan
(S. Al Isra-', 81). Katakanlah telah datang kebenaran dan telah lenyap
yang batil, sesungguhnya kebatilan itu niscaya lenyap (17:81).
Setelah itu Nabi Muhammad SAW mengumpulkan penduduk Makkah, kemudian
beliau mengingatkan perlakuan mereka, yaitu penghinaan, terror,
penyiksaan, pembunuhan, pengasingan, pemboikotan ekonomi,
pengisolasian sosial, dan pengusiran ummat Islam. Beliau bertanya:
"Sekarang perlakuan apa yang seharusnya ditimpakan atas kamu
sekalian?" Hampir semuanya penduduk Makkah, terutama para petingginya,
hanya menundukkan kepala. Maka RasuluLlah SAW bersabda pula:
"Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni kamu sekalian. Hari ini tidak ada
tuntutan tanggung-jawab atas kesalahan kalian. Pulanglah semuanya ke
rumah kalian masing-masing dengan damai." Dan khusus kepada Abu Sufyan
RasuluLlah SAW bersabda: "Engkau kutunjuk menjadi gubernur Makkah."
Kekejaman selama tiga belas tahun yang dimaafkan RasuluLlah SAW dalam
waktu beberapa menit itu, sangatlah menyentuh hati semua penduduk
Makkah. Abu Sufyan dan semua penduduk Makkah dengan ikhlas
berduyun-duyun masuk Islam. Kemenangan atas Makkah tanpa pertumpahan
darah, penaklukan territorial dan penaklukan hati nurani hanya
berlangsung satu hari. Setelah amnesti umum itu, Nabi Muhammad SAW
bersama pasukan SEPULUH RIBU itu semuanya kembali ke Madinah, tak
seorang juapun yang tinggal berfungsi sebagai tentara pendudukan.
Kemenangan atas Makkah itu terpateri dalam Al Quran:
"Idza- Ja-a Nashru Lla-hi wa lFathu . Wa Ra.ayta nNa-sa Yadkhuluwna
fiy Diyni Lla-hi Afwa-jan . FaSabbih biHamdi Rabbika wa sTaghfirhu
Innahu- Ka-na Tawwa-ban (S. AnNashr, 1-3). Apabila datang pertolongan
Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk ke dalam agama
Allah berduyun-duyun . Maka tasbihlah dan tahmidlah kepada Maha
Pengaturmu dan minta ampunlah engkau kepadaNya, sesungguhnya Ia Maha
Penerima tawbat (110:1-3). Ini adalah satu-satunya Surah yang secara
penuh turun di Makkah pada periode setelah hijrah (periode Madinah).
WaLlahu a'lamu bisshawab.
*** Makassar, 5 Januari
1997.[H.Muh.Nur Abdurrahman]
|
|