| |
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
Chakotay perwira kapal penjelajah ruang angkasa VOYAGER disandera Seska,
mantan awak VOYAGER yang membelot ke kapal angkasa dari galaxy lain.
Fasalnya Chakotay ditengarai mengetahui kode rahasia instrumen
pengontrol VOYAGER. Dengan mengetahui kode rahasia itu, maka VOYAGER
dapat dikendalikan dari jauh, sehingga VOYAGER dengan seluruh awaknya
dapat dikuasai. Dari pihak lain kapten VOYAGER berhasil pula
mem"beam-up" sejumlah kapten kapal sekutu Seska, sehingga dalam sekejap
mata mereka berada dalam VOYAGER. Terjadilah saling sandera. Alhasil
kapten VOYAGER mendapatkan kembali Chakotay dengan jalan barter sandera.
Serial Star Trek VOYAGER ditutup dengan pemberitahuan dari pihak Seska
kepada kapten VOYAGER bahwa dalam rahim Seska telah tumbuh jabang bayi.
Tatkala Chakotay sementara pingsan akibat siksaan untuk mengorek kode
rahasia, Chakotay telah sempat diambil DNA-nya oleh Seska.
Apa relevansi antara judul di atas dengan serial Star Trek VOYAGER?
Pengarang cerita menyerahkan kepada pirsawan untuk menyimpulkannya
sendiri. Menurut hemat saya sesungguhnya pengarang secara tersirat
bermaksud mengatakan bahwa kapten VOYAGER dan seluruh awaknya tetap ada
monyet di punggung. Mereka merasa diterror bahwa akhirnya Seska dapat
mengetahui kode rahasia VOYAGER. Seska berupaya memfoto-kopi, membuat
duplikat atau kembar Chakotay dengan jalan kloning, membuat rekayasa
genetika dengan meng"klon" DNA Chakotay ke dalam sel telurnya sendiri,
kemudian mengandung kecambah itu. Suatu rekayasa genetika membuat
reproduksi manusia tanpa hubungan seks dan tanpa pembuahan sel telur
dengan sperma.
Demikianlah imajinasi yang dituangkan dalam science fiction tentang
kloning. Bahkan Erich von Daeniken dalam bukunya "Zuruek zu den Sternen"
(merujuk ke bintang-bintang) mengutip sebuah ramalan (baca: imajinasi)
dari sebuah artikel dalam majallah "Kaiser Aluminium News. No.6, 1966,
yang terjemahannya seperti berikut: 'Para ibu rumah tangga kelak dapat
pergi berbelanja ke sebuah toko kecambah. Mereka dapat memilih berjenis
kecambah dalam kotak-kotak. Setiap kotak berisi kecambah yang dibekukan
yang di atasnya bertuliskan keterangan tentang kecambah yang baru
berusia satu hari. Bagaimana warna dan jenis rambutnya, lurus, ikal,
keriting, warna kulitnya, berapa ukuran tingginya, bahkan berapa IQ-nya,
jika kelak kecambah itu sudah menjadi manusia. Sesudah ibu itu
menentukan pilihannya ia membeli kecambah yang diinginkannya, pulang ke
rumah lalu meminta dokter pribadinya datang ke rumahnya untuk
menyuntikkan kecambah itu ke dalam rahimnya, menunggu sampai ia
melahirkan bayi hasil kloning tersebut.
***
DNA adalah singkatan dari (d)esoxyribo(n)ucleic(a(cid, yaitu inti asam
yang mengandung zat desoxyribose, terdapat utamanya dalam inti sel. DNA
merupakan blue-print, atau kode genetik bagaimana wujud suatu makhluk
yang diturunkannya, apa mau jadi buaya, apa mau jadi manusia (jadi tidak
mungkin manusia beranak buaya), dan kalau itu manusia, bagaimana
jenisnya apa termasuk Mongoloid, Kaukasus, Semit ataupun Negroid. Setiap
batang tumbuhan, setiap ekor binatang, setiap individu manusia mempunyai
susunan rantai molekul DNA yang spesifik, sehingga tidak ada pohon
kelapa yang sama betul dengan pohon kelapa lainnya, tidak ada domba yang
sama betul dengan domba lainnya, tidak ada manusia yang sama betul
dengan manusia lainnya.
Dalam sebutir sel manusia terdapat sekitar 1000-juta zarrah DNA yang
terbagi rata dalam 23 pasang (46) khromosom. Sehingga merupakan
kemustahilan teknologis untuk merekayasa manusia yang kumisnya seperti
Saddam Husain, matanya seperti Chiang Kai Shek, postur tubuhnya seperti
John Weis Muller, suaranya seperti Caruso, kepintarannya bermain biola
seperti Yehudi Menuhin. Suatu kemustahilan teknologis seorang ibu rumah
tangga pergi membeli kotak kecambah seperti yang dikutip dari majallah
Kaiser Aluminium News tersebut di atas itu.. Paling-paling yang dapat
dilakukan yaitu mengambil DNA seutuhnya dari inti sel "tuan rumah"
(hostcell) diklonkan ke dalam sel telur yang sudah dikeluarkan pula
seluruh DNA-nya, seperti pada duplikat domba Dolly di Skotlandia itu
(apabila berita itu memang benar). Konon baru berhasil setelah percobaan
sebelumnya yang gagal sebanyak 277 kali. Maka pertanyaan yang
menghebohkan timbul! Dapatkah pada manusia diperlakukan kloning, baik
dari segi proses, maupun dari segi moral?
***
Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas itu kita wajib membaca ayat
Qawliyah. Firman Allah SWT: FLYNZHR ALANSN MM KHLQ. KHLQ MN MAa DAFQ.
YKHRJ MN BYN ALSHLB WALTRAaB (S. ALTHARQ, 1-5). FADZA SWYTH WNFKHT FYH
MN RWHY (S. ALHJR, 29). Dibaca: falyanzhuril insa-nu mimma khuliqa.
Khuliqa mim ma-in da-fiqin. Yakhruju mim baynish shulbi wattara-ib (s.
aththa-riq). Faidza- sawwaytuhu fi-hi mir ru-hi- (s. alhijr). Artinya:
Maka mestilah manusia itu memperhatikan dari apakah ia diciptakan. Ia
diciptakan dari air yang memancar. Yang keluar dari antara tulang
punggung dengan tulang rusuk (86:5-7). Maka tatkala Kusempurnakan dia
(manusia) Kutiupkan ruh (ciptaanKu) ke dalamnya (15:29).
Dari ayat-ayat itu dapat kita simak, yaitu yang dimaksud dengan Allah
menyempurnakan adalah mulai dari pembuahan sperma pada sel telur sampai
terbentuk bayi dengan organ yang lengkap, setelah itu barulah Allah
meniupkan ruh ke dalamnya. Pertumbuhan kecambah hasil kloning, tidak
melalui pancaran air mani, yaitu tanpa hubungan sex. Berarti walaupun
kecambah itu telah terbentuk lengkap organ-organnya, tidaklah ia
sempurna, sehingga Allah tidak meniupkan ruh ke dalamnya, maka hasilnya
merupakan duplikat dari tubuh manusia yang DNA-nya diklonkan ke dalam
sel telur, namun ia tidak mempunyai ruh. Sehingga makhluq hasil kloning
(apabila ia berhasil tumbuh terus di dalam rahim?) bukanlah manusia
melainkan binatang, yang postur tubuhnya seperti postur tubuh manusia
yang DNA-nya diklonkan tadi itu.
Alhasil secara moral tidak ada masalah melakukan kloning pada
tumbuh-tumbuhan dan binatang. Akan tetapi pada manusia sangatlah
terlarang oleh karena hasilnya (apabila dapat tumbuh terus dalam rahim,
kemudian berhasil dilahirkan?) adalah makhluq yang hanya postur tubuhnya
seperti manusia, akan tetapi ia adalah binatang karena tidak mempunyai
ruh, hanya mempunyai iradah untuk hidup layaknya binatang. Seperti
makhluq "banu-jan" (manusia pra-Adam), yang menurut persepsi malaikat
sifatnya seperti dinyatakan dalam ayat: MN YFSD FYHA WYSFIK ALDMAa (S
ALBQRT, 30), dibaca: may yufsidu fi-ha- wayasfikud dima-a (s.
albaqarah), artinya: yang merusak di atasnya (bumi) dan menumpahkan
darah (2:30).
DNA hanyalah blue-print sebagai disain dasar yang terbatas pada tubuh
kasar makhluk "hidup" ciptaan Allah. WaLla-hu a'lamu bishshawa-b.
*** Makassar, 6
April 1997[H.Muh.Nur Abdurrahman]
|
|