TAUFIQ ISMAIL
(Indonesian Man of Letters)

English version isn't available yet

Lahir di Bukittinggi tanggal 25 Juni 1935 dan dibesarkan di Pekalongan, Taufiq tumbuh dalam keluarga guru dan wartawan yang suka membaca. Dia bercita-cita jadi sastrawan sudah sejak kecil. Dengan pilihan sendiri dia jadi dokter hewan dan ahli peternakan (masuk kuliah di FKHP-UI, Bogor 1957) karena ingin memiliki sebuah perusahaan peternakan guna menafkahi cita-cita kesusastraannya. Dia tamat pada tahun 1963 tapi tidak berhasil punya usaha ternak.

Semasa mahasiswa aktif sebagai Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961), Wakil Ketua Dewan Mahasiswa UI (1960-1962). Dia pernah jadi guru SMA, asisten dosen IPB, kolumnis, wartawan, ikut mendirikan majalah sastra Horison (1966) serta mendirikan Dewan Kesenian Jakarta (1968) dan memegang berbagai posisi di sana (1968-1977). Bekerja sebagai manajer hubungan luar PT Unilever Indonesia (1978-1990).

Di samping Tirani dan Benteng, karyanya yang lain adalah Buku Tamu Musium Perjuangan (1972), Sajak Ladang Jagung (1974), Kenalkan, Aku Hewan (sajak anak-anak, 1976), dan Puisi-puisi Langit (1990). Puisinya dinyanyikan Himpunan Musik Bimbo, pimpinan Samsudin Hardjakusumah. Acara baca puisinya menarik minat banyak penonton. Di luar Indonesia, Taufiq telah baca puisi di 21 kota Asia, Australia, Amerika, Eropa dan Afrika. Puisinya pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda, Inggris, Arab, Jepang, Jerman dan Perancis. Mulai awal tahun 1970-an dia menggarap humor dalam puisinya. Mendapat Anugerah Seni tahun 1970.

Sebuah antologi terjemahan pusi Amerika berjudul Rerumputan Dedaunan, yang dikerjakannya di Universitas Iowa (1991-1992) diterbitkan tahun 1993. Dia kenal puisi Amerika sejak di SMA Whitefish Bay, Milwaukee, AS, ketika dia pernah jadi pelajar AFS di sana. Mulai Januari 1993 Taufiq Ismail diundang menjadi penulis tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, selama setahun.