Masih ada Paket Lebaran untuk tahun ini. Acara digarap sederhana dengan biaya serendah mungkin.
Tampaknya sudah menjadi tradisi setiap merayakan hari Idul Fitri pasti ada berbagai acara hiburan di televisi. Kali ini pun tak berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, ada paket lebaran yang akan turut memeriahkan hari yang suci ini.
Bedanya, di tahun yang sarat krisis ini acara-acara itu dikemas dalam paket yang sangat sederhana. Tidak jor-joran seperti tahun silam. Kelima stasiun televisi swasta yang ada memang tetap berusaha memberikan hiburan yang maksimal meski dengan biaya yang ditekan seminim mungkin.
Tak ada alasan lain selain krismon yang menyebabkan paket-paket lebaran tahun ini dibuat sesederhana mungkin. Karena itu untuk menekan biaya sekecil mungkin, mereka membuat acara yang digarap sendiri alias product in house. Sehingga, tak perlu biaya besar untuk membayar rumah produksi, misalnya. Atau, studio di luar untuk tempat suting. Cukup dengan mengandalkan studio sendiri.
LIMA PAKET Meski sederhana, acara-acara yang digelar tampak lebih beragam daripada tahun-tahun lalu. Bukan hanya acara rutin seperti takbiran atau shalat Idul Fitri yang ditayangkan. Ada pula komedi, hiburan musik, dan tak lupa operet lebaran.
Dulu, sebelum muncul televisi swasta, orang sudah tak sabar untuk menonton operet Papiko di TVRI. Saat itu memang belum ada pilihan acara lain yang lebih menarik selain acara yang dikomandani Titiek Puspa dan seabreg artis ini. Walhasil tayangan yang mengawinkan lagu, tari, dan drama ini memiliki daya tarik tersendiri. Sayangnya, entah kenapa Papiko yang ditayangkan pada malam takbiran itu menghilang dan tak pernah muncul lagi.
Sekarang, pilihan acara cukup beragam untuk dipilih penonton. Jika bosan di saluran televisi yang satu bisa pindah ke saluran lainnya. Meski sebenarnya materi acara semua saluran teve itu hampir sama satu dengan lainnya.
Tahun ini Indosiar akan menayangkan Semarak Takbir pada malam Lebaran. Acara yang menampilkan sejumlah artis terkenal ini mengumandangkan lagu-lagu bernuansa Islami dengan latar belakang suara takbir. Ini tak jauh beda dengan acara Takbir Bersama RCTI yang juga akan ditayangkan pada waktu yang sama dan berisi ajakan bertakbir.
Ada lagi acara komedi yang muncul di semua saluran. Seperti biasa di Indosiar ada Srimulat yang akan ditayangkan dari pagi hingga malam. Di TPI ada Ngelaba Spesial yang menampilkan Patrio Grup. Kemudian, Ketoprak Humor Spesial Lebaran dari RCTI juga ikut meramaikan suasana Lebaran. Sedangkan di SCTV ada Project Pop. Penonton dipersilahkan memilih mana yang disukai.
Sebagai pengganti Papiko, ada acara drama musikal atau operet yang rasanya kurang lengkap bila tak hadir di setiap Lebaran. Tengok saja acara Opera Lebaran yang ditayangkan ANteve besok Senin (18/1). Ini tak jauh beda dengan Cahaya Ramadhan, sebuah drama musikal dari TPI.
Yang pasti, bukan hanya komedi atau operet saja yang akan memeriahkan hari yang penuh fitrah ini. Penonton juga dihibur oleh tayangan musik. Hiburan seperti Bila...Lebaran dari ANteve, salah satu contohnya. Yang tak kalah menarik adalah tayangan musik spesial di Indosiar, dengan menampilkan penyanyi asal Malaysia, Siti Nurchaliza.
MENEKAN ONGKOS Semua materi acara Lebaran bisa dibilang selalu hadir pada saat Idul Fitri. Begitu pula dengan acara Gita Fitri yang kembali ditayangkan di RCTI. Ini tradisi yang sudah dua kali digelar RCTI. Bedanya, kali ini RCTI berusaha menggarap seefisien mungkin untuk menekan biaya. ''Dua tahun sebelumnya kami masih berani jor-joran, sekarang sudah tidak lagi,'' kata Puji Pramono, Staf PR RCTI.
Sayang, Puji tak mau menyebutkan berapa biaya yang dihabiskan untuk menggarap paket lebaran termasuk Gita Fitri ini. Ia hanya menjelaskan dalam kondisi krismon ini tidak mungkin RCTI mengeluarkan biaya besar. ''Tapi kami tetap berusaha menyajikan kualitas yang baik untuk penonton,'' paparnya.
Salah satu strategi penekanan biaya ini adalah dengan menggarap semua acara di studio sendiri. Satu-satunya acara yang mengambil lokasi syuting di luar studio hanya Gita Fitri. Itu pun karena ada kerja sama dengan sebuah hotel di Yogyakarta yang menjadi tempat syuting acara tersebut. Jadi, praktis RCTI tak mengeluarkan biaya dalam jumlah besar.
Strategi yang sama juga dilakukan Indosiar. Seperti biasanya, Indosiar selalu memanfaatkan studionya yang besar untuk syuting berbagai acara. Demikian juga dengan paket lebaran kali ini. ''Dengan membuat sendiri biaya jadi bisa lebih murah,'' ujar Andreas Ambessa, Manajer Humas Indosiar.
Dari segi biaya produksi, kata Andreas, ada kenaikan hingga 10 persen dibanding tahun lalu. Hal yang sama juga dialami RCTI. Untungnya pemasukan iklan lumayan besar meski jauh berkurang dari iklan untuk paket lebaran tahun silam. Iklan di Indosiar naik hingga 15 persen dibanding untuk acara-acara biasa. Sedangkan RCTI naik 20 persen.
Sebenarnya, bagaimanapun ketatnya mereka menekan biaya, penilaian bagus atau tidaknya semua acara ini bergantung kepada penonton. Penontonlah yang berhak menilai. Yang lebih penting lagi, semoga lebaran kali ini masih menyiskan setitik bahagia di tengah situasi yang serba menekan. (laksmi)
Ramadhankan Hatiku Mengganti Papiko?
Rasanya tidak ada yang terlalu istimewa di acara paket Lebaran tahun ini. Selain materi acaranya tak juga berubah dari waktu ke waktu, banyaknya pilihan di setiap saluran teve justru membuat sebuah acara menjadi tak begitu spesial.
Bandingkan misalnya dengan Operet Lebaran Papiko yang digarap Titiek Puspa hampir dua puluh tahun silam. Saat itu acara yang ditayangkan di TVRI ini menjadi sangat istimewa karena menjadi satu-satunya acara yang disiarkan pada malam Lebaran.
Kehadiran Papiko banyak ditunggu-tunggu pemirsa teve yang kala itu bisa dikatakan tak banyak mendapat acara hiburan di televisi karena belum ada pilihan lainnya. Tapi rasanya bukan karena itu saja jika Papiko memang diminati. Sajian yang mengasyikkan ini bukan hanya dimeriahkan oleh artis-artis terkenal tapi juga dibuat dengan jalinan cerita yang menarik.
Untuk Lebaran kali ini ada satu acara musik yang bertajuk Ramadhankan Hatiku yang ditayangkan pada hari pertama Lebaran. Ini mungkin bisa dibilang istimewa karena disiarkan serentak di lima stasiun televisi sehingga membuat perhatian penonton tertumpu hanya pada acara itu. Paket acara hasil kerja sama Hotline TV (HOTEVE) dengan lima stasiun televisi swasta tersebut akan melibatkan T&T Orchestra dan Kyai Kanjeng.
Ini bukan yang pertama untuk HOTEVE yang biasa menggarap acara musik besar-besaran di televisi. Menurut Subiakto Priosoedarsono, pemimpin HOTEVE, meskipun biaya yang dibutuhkan untuk menggarap acara ini cukup besar, ia yakin akan mendapat banyak pemasukan. Misalnya, dari commercial break alias tayangan iklan.
Langkah Subiakto ini memang berani mengingat biaya yang dibutuhkan tidak sedikit dan belum tentu ada pemasukan iklan. ''Saya percaya kalau tidak dapat dari sini bisa dari yang lain,'' katanya. Alasan ayah tiga anak ini sepele, penonton televisi sudah sepantasnya diberi suguhan yang bisa menyejukkan. ''Dan itu hanya bisa lewat tayangan hiburan, misal musik,'' ujarnya. Namun bisakah acara ini menggantikan posisi Papiko sebagai acara favorit? (laksmi)
Acara Lebaran Pilihan ADIL
RCTI Takbir Bersama RCTI Senin (18/1), 19.30 WIB Lebaran Bersama Cak Nur Selasa & Rabu (19 dan 20/1), 05.00 WIB Ketoprak Humor Senin, Selasa, Rabu (18-20/1) Gita Fitri 3 Rabu (20/1), 19/30 WIB
SCTV Lebaran Ya Lebaran Senin (18/1) 19.30 WIB Spesial Idul Fitri P Project Selasa (19/1) 16.30 WIB Salam-Salaman Selasa (19/1) 19.30 WIB
INDOSIAR Semarak Takbir Senin (18/1) 20.30 WIB Musik Kyai Kanjeng Selasa (19/1) 06.30 WIB Srimulat dan Te Es Te Rabu (20/1) 06.30-22.30 WIB
ANTEVE Opera Lebaran Senin (18/1) 20.00 WIB Bila...Lebaran Selasa (19/1) 20.00 WIB
TPI Asep Show Spesial Selasa (19/1) 19.30 WIB Ngelaba Spesial Rabu (20/1) 19.30 WIB Cahaya Ramadhan Kamis (21/1) 09.00 WIB