Tidak ada lagi pesta tutup tahun. Minus pesta kembang api. Suara petasan hanya basa-basi. Tahun 1998 dilewati nyaris tanpa keceriaan sebagaimana layaknya pesta tahun baru 1999. Sepi pengunjung?
Perayaan tahun baru (31/12) yang dipusatkan di Taman Impian Jaya Ancol, berlangsung sederhana, tidak ada warna-warni kembang api. Yang ada lagu Jali-jali disuarakan artis Mayangsari dan Puput Novel. Bersama Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, kedua artis berjoget bersama pengunjung Pasar Seni.
"Mudah-mudahan tahun 1999 adalah awal kehidupan lebih baik. Satukan tekad untuk berbuat sebaik mungkin dan cegah kalau ada kejadian serupa ditahun lalu," kata Sutiyoso dalam sambutannya.
Dibanding tempat-tempat hiburan lainnya, Ancol menjadi sasaran tempat muda-mudi Jakarta menghabiskan malam tutup tahun. Acara panggung gembira digelar di tiga tempat, Pantai Festival dengan sajian Koes Plus dan band musik dangdut dengan penyanyi Neneng Anjarwati, Ery Susan dan Waty Anggraeni. Pasar Seni diramaikan Mayangsari dan Puput Novel. Musik Campur Sari yang dimeriahkan Manthous dan Sunyahni. Disemarakkan juga dengan musik daerah Betawi, Rampak Bedug dan Nasyid Snada, sedangkan di Teater Lumba-lumba dihibur Wayang Kulit Ki Sakti Pamungkas.
Artis Mayangsari - baru kali ini dapat kontrak menghibur di malam tahun baru mengaku, karena sepi order di kalangan artis maka pihak panitia dari Taman Impian Jaya Ancol baru menghubungi awal bulan Desember 1998. Padahal biasanya, tiga bulan sebelumnya sudah harus dikontak.
"Mungkin mereka merasa yakin, artis banyak ngendon di rumah," kata artis yang pandai nyinden itu. Ia merasa surprise saat melihat animo pengunjung Pasar Seni saat itu. Malah ia didaulat menyanyi kembali meski acara sudah hampir usai. Terutama lagu Yen Ing Tawang Ono Lintang yang sempat diduetkan bersama Waldjinah saat acara Panasonic Award.
Kalau Taman Impian Jaya Ancol tetap konsisten dengan hiburan masyarakat kelas menengah ke bawah, maka sajian acara di hotel-hotel berbintang tampaknya tidak bergairah seperti dua tahun lalu. Memang, sudah dua kali awal tahun ini bertepatan dengan jatuhnya bulan Ramadhan. Sehingga nuansa hiburan tahun baru dikalahkan. Untuk menghormati umat Islam yang tengah mengadakan ibadah puasa, hotel-hotel sepakat tidak menggelar acara pesta tahun baru.
"Sejak tahun lalu kami memang tidak menyelenggarakan pesta tahun baru," ungkap Rommy Herlambang, Communication Manager Hotel Shangri-La. Pemda DKI Jakarta sendiri sudah menyatakan tidak akan mengeluarkan izin keramaian karena acara tahun baru bertepatan dengan bulan puasa.
Tambahan lagi, akibat krisis moneter daya beli masyarakat jadi merosot. Jangan harap pengunjung akan berlimpah seperti dua atau tiga tahun lalu. Mereka hanya menawarkan paket ekonomis berupa potongan harga khusus untuk menginap di hotel, ditambah hidangan khusus dengan harga bersaing. Memang benar, daripada memikirkan acara pesta tahun baru, hotel-hotel di Jakarta sedang dipacu untuk menaikkan tingkat hunian kamar hotel yang sejak kerusuhan Mei 1998, peristiwa Semanggi dan tragedi Ketapang lalu, terus merosot ke angka 20 - 30 persen.
Tapi namanya acara tahun baru kafe-kafe di Jakarta tetap saja diserbu peminat. Kebanyakan tidak berani mendatangkan artis top ibukota. Karena budget ketat, jadi hanya ditampilkan home band. Hard Rock Cafe (HRC) Jakarta menampilkan home band dari Philipina, Cross Over.
Acara yang dipandu Erwin Parengkuan dan Indri yang langsung mengudara lewat radio HRC FM, ini berusaha membuat anak-anak gaul Jakarta menjadi lebih terhibur. Misalnya, mencari pasangan serasi HRC atau pengunjung yang mengenakan busana trend 1999, warna abu-abu. Malam tahun baru itu, HRC kedatangan 1.500 pengunjung. "Penuh dan membludak," kata staf Humas di Hard Rock. Pesta lanjutan diadakan tanggal 1 Januari dengan menghadirkan kelompok musik Warna.
Band Philipina juga mengisi acara di Kafe Planet Hollywood. Kebanyakan yang menghabiskan malam tahun baru itu adalah para anggota ekspatriat di kafe milik putri Sudwikatmono itu. Nasib baik juga berlaku untuk kafe Indigo, Mexico, Lambhorghini dan Front Row di Taman Ria Senayan dengan sajian home band-nya. Kawasan Kemang yang sarat dengan pemukiman ekspatriat langsung membanjiri kafe-kafe yang dulunya sempat digusur oleh Pemda DKI Jaya itu. Mulai pukul 22.00 WIB jalan-jalan di Kemang mulai dipadati mobil.
Cukup beralasan kalau ada yang memilih tinggal di rumah daripada keluar mencari kegembiraan di malam tahun baru. Mungkin di rumah lebih aman, bisa memilih acara, rileks antarkeluarga. Maklum saja, sejak trauma kerusuhan di Jakarta beberapa saat lalu, masyarakat Jakarta agaknya malas keluar dan menghindari keramaian.
Bulan puasa tidak menghalangi keluarga besar Panigoro dan teman-temannya bersenang-senang saat tahun baru. Meski, Arifin Panigoro sedang tergolek di rumah sakit, mereka merayakan tahun baru di salah satu rumah adik Arifin Panigoro, di kawasan Kemang. Mereka mencampur kegiatan rohani pengajian dengan hiburan musik dengan mendatangkan kelompok Warna yang sedang naik daun. "Mulai dari mengaji, berdoa bersama sampai menyanyi," kata Endang, manajer kelompok musik Warna.
Perayaan malam tahun baru ini boleh dibilang agak tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ada hikmahnya juga kena krisis. Banyak pihak tidak jor-joran mengeluarkan uang hanya untuk tahun baru. Suasana yang tertib dan lancar itu membuat Kapolda Jaya, Noegroho Djajoesman ayem. Ia tidak menyangka masyarakat yang tumpah ruah di Ancol dan Monas tetap bisa tertib. "Saya berterima kasih karena masyarakat dapat mendukung suasana seperti ini," kata Kapolda. Angka kecelakaan yang terjadi pun relatif kecil. Baru dilaporkan satu kasus kecelakaan tabrak lari yang menewaskan seorang pejalan kaki. (evieta)
Kemuraman dan Kemeriahan Asia
Kemuraman tahun baru tak cuma terjadi di Indoensia, hal ini juga terjadi di pelosok-pelosok Asia. Bahkan di tengah perayaan tahun baru, Malaysia malah sibuk mengeluh tentang nasib perekonomiannya. Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyatakan bahwa Malaysia tidak akan melonggarkan kendali modalnya jika kekuatan Barat tidak bergerak meregulasi perdagangan.
Pada pidato tahun barunya, Mahathir mengatakan bahwa indikator-indikator menunjukkan resesi ekonomi yang memukul Malaysia mulai pulih kembali tapi prosesnya membutuhkan waktu yang panjang. Mahathir masih konsisten menyalahkan para spekulan-spekulan asing sebagai penyebab kehancuran ekonominya.
Di Tokyo, keramaian memenuhi kuil Zojoji sebelum tengah malam. Mereka menunggu pendekat Budha memukul lonceng kuil 108 kali untuk mengusir iblis tahun lalu dan mengharap keberuntungan di tahun baru. Penduduknya membeli beragam barang dalam citra kelinci. Tahun 1999 adalah tahun kelinci dalam penanggalan Cina, dan ini melengkapi tadisi Cina dan Jepang. Namun keluarga Jepang umumnya sekarang lebih banyak tinggal di rumah menonton televisi. Stasiun nasional menyiarkan kontes nyanyi yang menampilkan para artis top negeri itu dalam kostum semarak.
Namun bisnis hiburan di Jepang tercatat mengalami penurunan drastis. Sekitar 60 persen warga Jepang tidak pergi ke bioskop sepanjang tahun 1998 ini. Harga tiket yang tinggi dan fasilitas yang tak memadai membuat orang malas keluar rumah. Survey yang dilakukan harian nasional Jepang Yomiui Shimbun ini menyebutkan bahwa 22 persen respondennya hanya sekali atau dua kali ke bioskop, sedang 59,9 persen tidak pergi sama sekali. Ini pun berdampak pada malam tahun baru yang terbilang sepi di Jepang di banding tahun baru sebelumnya.
Di Thailand, penduduk Bangkok menatap langit menyaksikan atraksi pesta kembang api. Atraksi terbaru tahun ini adalah menara Baiyoke, pada tingkat 77 bangunan tertinggi di sana. Namun bagi orang Cina, Tahun Baru tidaklah sepenting tahun baru Cina yang jatuh pada 16 Februari ketika ratusan juta penduduk mudik.
Sementara di Philipina baik pemberontak maupun pemerintah sepakat memerintahkan pasukannya untuk tidak menembak sebagai peringatan awal 1999, sebuah tradisi lokal yang sering dilakukan sehari-harinya. Masalahnya pada tahun baru lalu belasan warga Philipina terbunuh dan terluka karena tradisi itu.
Hanya jutaan masyarakat Australia yang agak gembira menyambut tahun baru. Mereka mengucapkan selamat tinggal pada tahun 1998 dengan menyaksikan pesta kembang api senilai 1,2 juta dolar Australia. Pesta itu digelar di pelabuhan dekat Gedung Opera Sidney dalam tiga warna, hijau, merah, dan biru.
Lantas apa yang bisa dikatakan terhadap kemuraman 1998 dan jelang 1999 ini? "Apa yang bisa dibilang? Tahun ini adalah tahun yang susah bagi negeri ini, bagi kebanyakan Anda, dan bagi saya juga. Tapi tahun baru selalulah membawa harapan baru, mimpi baru, dan rencana baru," kata Presiden Rusia Boris Yeltsin dalam pesannya di televisi sebelum tengah malam tentang nasib Asia. (iwan)