Logo Oneweb
Catatan Musik

Dangdut di MTV Menghapus Mitos?
Musik dangdut segera ditayangkan di MTV. Ada harapan akan mendobrak dominasi musik Barat. Yang pasti, kejelian MTV membaca pasar Asia.

Ada mitos bahwa musik dangdut adalah milik rakyat kalangan bawah. Bisa jadi lantaran kebanyakan orang desa lebih suka membeli kaset dangdut ketimbang kaset musik Barat yang digandrungi anak kota. Banyak yang 'alergi' dengan lagu-lagu dangdut. Dangdut kerap diidentikkan dengan musik yang kurang elit, kampungan, bahkan seronok.

Tapi beberapa tahun lalu mendadak orang terperangah ketika para bapak-bapak menteri itu asyik berdangdut ria. Pelopornya, semua orang hapal, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basofi Sudirman. Orang pun mengira musik ini sudah naik derajat.

Hal yang sama tampaknya muncul dalam peluncuran MTV Salam Dangdut. MTV (Music Television), raksasa stasiun televisi yang mengkhususkan diri pada dunia musik ini pun melirik dangdut. Satu jenis musik yang sesungguhnya cukup familiar di kawasan Asia. Maka ada harapan bahwa musik dangdut akan jadi setara dengan musik Barat.

Dangdut, menurut Candra Darusman, General Manager Yayasan Karya Cipta Indonesia, memang lahir dari suatu situasi dimana musik jenis ini semula dianggap underdog. Tiga dekade kemudian secara alamiah mencuat ke atas dan menempati posisi mayoritas. ''Dan akhirnya tak lagi menjadi underdog,'' katanya.

Kini dangdut memiliki artis, pencipta lagu, pemusik, kafe, disko, kuis, anugerah, panggung, tokoh, festival, dan organisasi. Bahkan acara dangdut tak lagi menjadi hal aneh di televisi swasta. Misalnya di Indosiar ada Dangdut Ria yang ditayangkan seminggu sekali.

Dangdut juga muncul di SCTV setiap Jumat pagi dalam Sik-asik dan tentu saja di TPI, stasiun televisi yang identik dengan dangdut, tak hanya acara musik dangdut saja yang disajikan. Tapi juga ada film khusus tentang dangdut seperti Sinema Dangdut dan kuis seputar dangdut.

Kehadiran jenis musik yang mudah didengar ini semakin semarak dengan munculnya sebuah acara baru di MTV. Acara bertajuk MTV Salam Dangdut ini memang tak ingin menyaingi acara serupa yang sudah terlebih dulu hadir. ''Tetapi justru menambah ramai yang sudah ada,'' ujar Daniel Tumiwa, Marketing & Communications Manager MTV.

MTV Asia hanya satu dari puluhan stasiun lokal MTV di seluruh penjuru dunia. Bahkan kabarnya sebentar lagi akan menembus belantara dan kegersangan Afrika. MTV bagi banyak pengamat kebudayaan Barat dianggap telah menciptakan budaya baru, budaya massa.

Kejelian MTV merengkuh pasar regionalnya seperti kejelian para manajer pemasaran Kentucky Fried Chicken (KFC) dan Pizza Hut. Dua jenis restoran itu tak mengukung diri pada menu standar lidah Amerika, tapi membuka diri pada lidah-lidah lokal yang ingin merasakan nikmatnya sebuah budaya ala Amerika. Maka KFC pun tak segan menawarkan menu-menu lokal dengan bahan-bahan lokal.

Dan dangdut adalah lidah dan cita rasa lokal Indoensia. Menurut Daniel, kepopuleran musik dangdut di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Itu ditunjukkan dengan jumlah penjualan rata-rata album dangdut yang bisa mencapai lebih dari 600 ribu. Berdasarkan data survei MTV, penonton dangdut adalah juga penonton televisi yang sama.

Tapi dangdut masih tetap dihitung underdog oleh MTV. Jatah durasinya cuma setengah jam bagi suguhan video musik dangdut. Bandingkan saja dengan promo kelompok ABG The Moffet yang nyaris tiap hari ditayangkan MTV via satelit.

Awalnya penonton akan digedor dengan Raja Dangdut Rhoma Irama dengan lagu Reformasi, Ratu Dangdut Elvie Sukaesih dengan Gula-gula, Evi Tamala dengan Selamat Malam, dan Padang Rembulan-nya Ikke Nurjanah. Dengan pempandu acara video jockey Jamie Aditya.

Acara ini ditayangkan di ANteve tiap Jum'at pagi dan melalui antena parabola tiap Rabu. Karena ini merupakan produksi MTV, maka MTV Salam Dangdut juga disajikan dengan corak dan gaya MTV. Tentu saja dengan segment request, permintaan dan mengirimkan lagu untuk seseorang, deretan tangga lagu, dan kuis berhadiah.

Untuk tayangan awal ini, ''Sementara ini kami hanya menayangkan dangdut murni, bukan remix atau pun disko dangdut,'' kata Daniel. Tetapi tak tertutup kemungkinan di masa mendatang, dangdut jenis itu bisa juga ditayangkan.

Tawaran menayangkan acara dangdut sebenarnya sudah datang dari MTV regional dua setengah tahun lalu. Sebab, mereka tahu Indonesia adalah salah satu pasar terbesar MTV di Asia Tenggara. Namun pihak MTV Indonesia tak langsung setuju karena masih harus mempelajarinya dulu. Sehingga pada akhirnya baru berjalan sekarang.

Bagi MTV, musik dangdut sebenarnya bukanlah barang baru. Satu setengah tahun lalu, acara serupa sudah ditayangkan di India, melalui stasiun televisi yang sama. Acara ini berhasil meraih sukses dan Indonesia pun tak ragu mengikuti langkah India.

Yang jelas, kehadiran musik dangdut di MTV menunjukkan adanya pengakuan eksistensi aliran musik ini begitu besar di Indonesia. Dengan begitu, kata Candra, kita bisa menempatkan dangdut sebagai produk musik unggulan lokal kita. Nah, mitos lagi, kan. (laksmi/one)

Menghapus Kesan Kampungan

Barangkali bukan hanya penggemar musik dangdut yang senang dengan kehadiran MTV Salam Dangdut. Para penyanyi, pencipta lagu, sutradara video klip termasuk produser tampaknya juga antusias menyambut acara yang dapat ditonton orang di manca negeri ini.

Mau tak mau, dangdut bakal lebih mendunia lagi. Itu berarti bisa meningkatkan penjualan serta merubah anggapan orang tentang dangdut. ''Saya senang sekali dangdut ditayangkan di MTV,'' kata Cici Faramida yang video klipnya Wulan Merindu menjadi tayangan perdana acara ini.

Cici pantas senang. Maklum, selama ini orang cenderung segan dan gengsi mendengar musik dangdut. Bahkan ada yang takut dicap kampungan jika ikut-ikutan menikmati musik itu.

Tapi kini, orang tak bisa lagi mengingkari bahwa dangdut sudah mendapat tempat di stasiun televisi yang lebih sering menayangkan musik barat itu. Dangdut sudah go international dan bisa ditonton oleh semua lapisan masyarakat.

Masuknya dangdut di MTV berarti mensejajarkan musik ini dengan jenis musik lainnya. ''Karena itulah Warner Music menyambut baik prakarsa MTV ini,'' ujar Sendjaja Widjaja, Managing Director PT Warner Music Indonesia, yang sudah mulai memproduseri lagu dangdut.

Meski baru ditayangkan Jum'at pekan ini, banyak orang yang optimistis acara ini bisa memberikan nilai tambah bagi industri musik dangdut di Indonesia. Jika sudah begitu, kata Cici, orang akan berlomba-lomba membuat dangdut—lagu maupun video klip—lebih bagus lagi. Bahkan kalau bisa, pada akhirnya bisa menghapus kesan kampungan yang selama ini telanjur melekat pada dangdut. (laksmi)


Lihat siapa pengunjung situs ini.