Wayang Acapella
Dalang mbeling Ki H. Sujiwo Tejo dan dukungan grup tari Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) menghadirkan wayang acapella berdurasi 150 menit dengan judul "Bisma Gugur" di Gedung Kesenian Jakarta (27-28/8).
Para penggemar wayang tentu hafal salah satu seri Baratayudha ini. Jiwo memainkan kisah perjuangan seorang kesatria yang puitis ini. Ia bercerita bahwa dia ingin menggali kembali imajinasi anak-anak yang kini hampir hilang.
Kali penggaliannya tidak sebagai dalang yang "diktator" dengan wayang-wayang kulit yang pasrah. Tapi, Jiwo punya bala, beberapa penari EKI menjadi "wayang"-nya. Mereka masing-masing memegang satu tokoh wayang dan memainkan sepak terjang mereka.
Sebagai sebuah acapella, olah vokal para pemain menjadi lebih dominan, karena nyanyian atau tembang menggantikan instrumen musik. Kekuatannya justru pada permainan suasana. Gerak serta dialog bernuansa teater, dengan demikian permainan dapat berinteraksi dengan penonton dalam kekocakan.