New York --
BILL GATES, pemimpin perusahaan raksasa komputer Microsoft, kini menjadi satu dari kolektor terpenting seni rupa Amerika abad ke-19 dan awal abad ke-20. Demikian dilaporkan ARTnewsletter, media kesenian dua mingguan yang rutin merekam perkembangan pasar seni rupa dunia, pada edisi terbarunya bertanggal 24 Juli.
ARTnewsletter menyatakan telah menerima informasi dari beberapa sumber bahwa Bill Gates baru saja membayar US$ 20 juta untuk memiliki lukisan perupa impresionis Amerika, Childe Hassam, yang bertajuk The Room of Flowers (1894) dan US$ 10 juta untuk lukisan William Merritt Chase The Nursery (sekitar 1890).
Penjualnya adalah seorang kolektor Michigan, Richard Manoogian, CEO Masco Corporation. Manoogian adalah konglomerat yang menjadi pemain dominan dalam bursa seni Amerika selama 30 tahun terakhir.
The Room of Flowers dengan demikian kini menjadi lukisan Amrika termahal ketiga yang dijual secara umum atau pribadi. Juru bicara dari humas Gates tak bersedia memberikan komentar apapun terhadap pembelian ini.
Pengambilalihan lukisan Hassam ini membuat Gates menjadi daya dorong di belakang tiga rekor pembelian untuk karya seni Amerika pada tiga tahun terakhir. Gates secara pribadi membayar US$ 36 juta untuk membeli lukisan Winslow Homer, Lost on the Grand Banks (1885), pada 1998, dan menjadi harga tertinggi untuk karya seni Amerika.
Sumber ARTnewletter juga memastikan bahwa Gates adalah juga pembeli lukisan George Bellows, Polo Crowd (1910), seharga US$ 27,5 juta pada balai lelang Sotheby's, Desember 1999. Lukisan yang dibeli Gates dengan harga 10 kali lipat dari harga pelelangan sebelumnya itu hingga kini menjadi lukisan termahal karya seniman Amerika.
Koleksi Gates meliputi lebih dari selusin karya seni kualitas tertinggi, semuanya karya seniman Amerika. Untuk beberapa artis, seperti Saul Bellow dan Chase, Gates mengoleksi lebih dari satu karya. Di samping mengoleksi karya seni Amerika, Gates diketahui juga membayar US$ 30,8 juta pada 1994 untuk Codex Leicester, jurnal ilmiah yang ditulis tangan dan digambar sendiri oleh seniman besar Italia, Leonardo da Vinci.
l. ARTNewsletter/iwank