Logo Oneweb
Catatan Sastra

Astrid, Ceritakan padaku Tentang Pippi Si Kaus Kaki Panjang

Stockholm --

ASTRID LINDGREN, pengarang anak-anak terkenal asal Swedia itu, sebenarnya tak berniat jadi pengarang. Tapi, dia punya Karin, anak gadisnya yang berusia tujuh tahun, yang selalu memintanya menceritakan sebuah dongeng sebelum tidur.

Suatu hari, Karin terbaring sakit di ranjangnya. Dia meminta ibundanya untuk mendongeng. "Apa yang kamu ingin aku ceritakan?" tanya Astrid. "Ceritakan padaku tentang Pippi Si Kaus Kaki Panjang," jawab Karin.

"Aku tak bertanya siapa Pippi itu," kata Astrid kepada The New Yorker pada 1983. "Aku hanya mulai bercerita, dan karena namanya aneh, maka ceritanya tentang seorang gadis aneh."

Pippi memang aneh. Namanya Pippilotta Viktualia Rullgardina Krusmunta Efraemsdotter Langstrump. Dia memakai kaus kaki belang, satu hitam, satu coklat. Dia bersepatu hitam yang panjangnya dua kali panjang kakinya. Ibunya telah lama meninggal dan ayahnya hilang di laut. Tapi, Pippi yakin bahwa ayahnya telah sampai di pantai sebuah pulau di Laut Selatan tempat dia menjadi raja diraja semua kanibal. Pippi tinggal di sebuah rumah dengan ditemani seekor kuda dan monyet bernama Nilsson serta sebuah kopor yang penuh berisi emas.

"Dia tak berayah dan beribu, dan tentu saja ini sangat menyenangkan karena tak ada seorang pun yang akan menyuruhnya tidur ketika dia tengah asyik bermain, dan tak ada yang menyuruhnya menelan minyak ikan cod ketika dia lebih suka permen karamel," demikianlah kisah itu dimulai dalam Pippi Langstrump (Pippi Si Kaus Kaki Panjang).

Pippi terbit pertama kali pada 1945 dan telah menarik hati jutaan anak-anak di seluruh dunia lewat buku-bukunya yang diterjemahkan dan serial televisinya. Kalau saja Pippi ada, maka dia kini sudah sangat tua, hampir 60 tahun. Tapi, Pippi hanya ada di buku dan tak pernah menjadi tua. Yang menua adalah pengarangnya, Astrid Lindgren, dan Astrid tak bisa menolak maut yang menghampirinya. Astrid meninggal dalam tidurnya pada Senin (28/1) di usia 94 tahun, di apartemennya di Stockholm, Swedia.

Astrid terlahir sebagai Astrid Ericsson pada 14 November 1907 dari sebuah keluarga petani di Smaaland, sebuah provinsi berbukitan di selatan Swedia. Karena hamil tanpa menikah di usia 19 tahun yang menggemparkan kampungnya, Astrid pindah ke kota Stockholm. Lima tahun kemudian, dia menikah dengan Sture Lindgren dan pada 1934 memperoleh Karin.

Sepanjang hidupnya, Astrid menulis lebih dari 100 karya, termasuk novel, cerita pendek, drama, buku lagu, dan puisi. Buku-bukunya antara lain Children of Noisy Village, Lotta from Troublemaker Street, Karlson on the roof, Ronia the Robber's Daughter, The Brothers Lionheart, dan Rasmus and the Vagabond. Karyanya telah diterjemahkan dalam lusinan bahasa, dari Azerbaizan hingga Zulu, dan terjual lebih dari 130 juta eksemplar di seluruh dunia. Sekitar 40 film dan serial televisi pernah dibikin berdasarkan karangannya. Dia juga menerima lusinan penghargaan dari Swedia dan dunia internasional atas buku-bukunya, termasuk medali Hans Christian Andersen pada 1958 dan doctor honoris causa dari Universitas Linkoeping pada 1973.

Karyanya yang paling terkenal adalah serial Pippi Si Kaus Kaki Panjang. Pippi adalah idola anak-anak, sebuah lambang kebebasan dan keceriaan. Pippi adalah anak yang tak pernah takut karena apapun yang dihadapinya selalu menjadi petualangan yang mengasyikkan.

Buku pertama Astrid, Britt-Mari Membuka Hatinya, terbit pada 1944 dan memenangkan sebuah kompetisi buku anak yang diadakan penerbitnya, Raben & Sjogren. Pippi Si Kaus Kaki Panjang adalah buku kedua yang terbit dan memenangkan hadiah pertama pada kompetisi serupa tahun berikutnya.

Astrid sangat terkenal di negerinya. Sebuah taman rekreasi Dunia Astrid Lindgrens yang menampilkan sejumlah setting dari buku-bukunya dibuka pada 1989 di kampung halamannya, Vimmerby, dan menarik 300 ribu pengunjung setiap tahun.

Namun, Astrid juga tertarik pada politik. Pada 1970-an, dia ikut turun ke jalan memprotes aturan pajak pendapatan Swedia yang membuat seniman mandiri seperti Astrid dan sutradara Ingmar Bergman terhuyung-huyung dibebani pajak. Astrid yang selama ini pendukung setia Partai Sosial Demokrat, lalu menulis sebuah satir tentang pajak dalam bingkai dongeng, Pomperipossa in Monismanien (Pomperipossa di Dunia Uang), sebelum pemilu 1976. Di situ, dia menghitung bahwa karena tarik menarik pajak lokal dan federal, pendapatannya dipotong pajak sekitar 102 persen. Partai Sosial Demokrat yang berkuasa lebih dari 40 tahun itu akhirnya kalah dalam pemilu dan pajak pun dipotong.

Pada 1987, dia bersurat-suratan dengan Presiden Rusia Mikhail Gorbachev tentang perdamaian. Astrid juga mengkampanyekan hak-hak anak dan perlindungan binatang dengan menulis buku Sapiku Ingin Senang Juga pada 1990. Lobinya ke pemerintah berhasil menetapkan hak-hak binatang menjadi hukum pada 1998. Pada tahun yang sama dibukalah Rumah Sakit Anak Astrid Lindgren, satu dari rumah sakit anak terbesar di utara Eropa. l. nytimes/ap/iwank


Lihat siapa pengunjung situs ini.