Logo Oneweb
Catatan Sastra

Wajah Antirasialisme pada Manuskrip Asli Mark Twain

"AKU sudah menulis 400 halaman tentangnya -- maka ini sudah hampir setengah selesai. Inilah Otobiografi Huck Finn. Aku menyukainya hanya karena cukup baik sejauh aku lihat, dan mungkin akan menyingkirkan atau membakarnya bila sudah selesai," tulis Mark Twain kepada William Dean Howells, editornya di Boston, pada 9 Agustus 1876.

Untunglah manuskrip itu tidak dibakarnya, tapi jadi sebuah karya besar, The Adventures of Huckleberry Finn. Pengarang Ernest Hemingway menyebut karya itu sebagai awal dari sejarah modern kesastraan Amerika. Hingga kini ada 100 lebih edisi buku itu dan sudah diterjemahkan ke 53 bahasa lebih. Kehadirannya tak hanya dalam bentuk buku, tapi juga compact disk, kaset, dan e-book.

Kini, sebuah versi terbaru buku itu diterbitkan. Buku itu, yang mulai mengisi rak-rak buku bulan ini, adalah edisi pertama kisah Huckleberry Finn yang memuat setengah bagian pertama dari manuskrip asli Mark Twain. Buku berjudul The Adventures of Huckleberry Finn ini diterbitkan University of California Press dan dilengkapi ilustrasi grafis asli karya E.W. Kemble dari buku aslinya. Manuskripnya sempat hilang lama dan akhirnya ditemukan secara mengejutkan di sebuah loteng di Hollywood, tahun 1991, oleh cicit James Fraser Gluck, orang yang mengumpulkan berbagai karya sastra untuk Young Men's Association yang kemudian menjadi Buffalo Public Library.

Selama ini, ada banyak pertanyaan seputar naskah Samuel Clemens (1835-1910), nama asli Mark Twain. Ada perbedaan pendapat, misalnya, soal apakah Twain mendukung perbudukan atau menolaknya. Buku ini juga sempat dilarang karena dianggap bicara vulgar tentang perbudakan, rasialisme, dan seks. Dengan terbitnya buku versi asli ini, sebagian perdebatan itu akan memperoleh referensi barunya.

Edisi perpustakaan ini dirancang utamanya untuk pembaca umum dan ruang kelas. Isinya memperbaharui Huckleberry Finn versi Mark Twain Project tahun 1985. Ada beberapa pembaharuan dalam buku ini yang sangat bermakna dalam menyingkap karya Twain. Misalnya, versi baru ini memuat faksimili dari 16 halaman kunci dari manuskrip yang menunjukkan saat-saat krusial dalam komposisi buku.

Buku ini memuat pula tiga bagian manuskrip yang tak pernah muncul di buku dalam bentuk serupa. Satu bagian di antaranya adalah kisah tentang hantu yang terabaikan dari bukunya. Yang lain adalah paparan Huck Finn tentang matahari terbit di sungai yang menandai perubahan dramatis setelah manuskrip. Bagian ketiganya tentang pertemuan di kamp yang ditulis ulang dengan perubahan mendasar dari halaman aslinya dan masih terus berubah sebelum dukunya dicetak.

Buku ini dilengkapi pula dengan glosari istilah, catatan, dan hampir 40 halaman kutipan referensi yang membentang dari Kisah Seribu Satu Malam dan H.L. Mencken hingga Robert Louis Stevenson dan Noah Webster. Ditambah lagi ada 174 halaman yang memuat ilutrasi asli karya kartunis muda Edward Windsor Kemble.

Di sinilah, pembaca akan menemukan gambar Kemble tentang pertemuan tak sengaja antara Huck dan Jim menampilkan Jim tengah berlutut dengan topi di tangan. Jauh dari gambaran umum tentang budak pelarian, sketsa ini hampir identik dengan simbol grafis kampanye antiperbudakan. Namun, di bagian lain, Kemble menggambarkan pakaian Jim yang serupa dengan gambaran umum di siuratkabar soal budak-budak pelarian.

Ada beberapa fitur menarik yang menyempurnakan buku ini. Misalnya, adanya peta baru daerah Mississippi yang dapat membantu pembaca untuk mengikuti jalur petualangan Huck Finn. Buku ini juga menunjukkan bahwa break dance, tarian dengan gerak patah-patah yang diadaptasi dari tarian Afrika dan sempat populer tahun 1980-an itu, sudah populer di masa sebelum Perang Sipil.

Menurut associate editor Twain Project , Lin Salamo, seperti dikutip Discovery News, kisah tentang hantu dalam buku versi baru ini merupakan kisah hantu terbaik yang pernah ditemukan. "Kisah yang lucu dan rada gila itu menceritakan tentang Jim yang mendongengi Huck tentang bagaimana mayat-mayat dibeli oleh sekolah-sekolah kedokteran pada masa itu untuk pembedahan," kata Salamo.

Sementara, Victor Fischer, yang juga associate editor pada Twain Project, meyakini bahwa Jim, budak pelarian yang jadi sahabat Huckleberry, sebenarnya menjadi ayah peganti bagi anak muda yang ayahnya kejam itu. "Jim itu hangat dan peduli," kata Fischer. "Dia mengasuh Huck seperti seorang ayah, menasehatinya, dan mengkhawatirkan soal keselamatannya," kayanya lagi.

Sarjana-sarjana peneliti Mark Twain sudah lama memiliki teori bahwa buku itu memuat nuansa politik soal hubungan antarras yang ditunjukkan oleh ikatan yang terjalin antara Huck dan Jim. Edisi baru ini kemudian memberi bukti lebih jauh yang mendukung teori tersebut.

"Dalam manuskrip aslinya, Twain memberi tekanan kuat pada konflik utama Huck antara mengikuti apa yang dirasakannya benar menurut kata hatinya dan apa yang diajarkan padanya secara sosial dapat diterima," jelas Fischer.

Dengan mempelajari manuskrip asli ini, Twain Project menyingkap sekeping demi sekeping latar belakang lahirnya Huckleberry Finn. Terungkap bahwa naskah ini ditulis mulai tahun 1876 dan hampir selesai ketika kemudian dipindah ke typesetter di tahun 1884.

Mereka mempelajari jenis alat tulis yang dipakai Twain pada waktu berbeda-beda dan melacak media penulisan yang berganti-ganti, dari tinta hitam ke tinta jingga lalu ke tinta biru dan akhirnya ke pensil. Dari sana, para editor sepakat membagi tiga periode masa penulisan yang dilakukan Twain.

Para editor menyimpulkan bahwa Twain tidaklah menyingkirkan manuskrip itu setelah bab 16 seperti selama ini dipikirkan. Dia sebenarnya telah menulis dua bab lagi dan kemudian menundanya selama tiga tahun. Kemudian, Twain menulis kembali, lalu menundanya untuk tiga tahun lagi. Akhirnya, naskah itu selesai setelah tujuh tahun lamanya.

Para editor sangat kagum pada bagaimana Twain mengembangkan kisahnya. Twain juga melakukan revisi berkali-kali atas naskah itu. Mereka menemukan ada 1700 revisi lebih yang dilakukan dan 88 persennya menunjukkan perubahan kata dan tanda baca. "Kami punya sebuah database yang menganalisis setiap kata yang dipakainya," kaya Salamo.

Kurniawan/dari berbagai sumber

Twain dan Karyanya

Nama Samuel Langhorne Clemens untuk hampir setengah abad lamanya lebih dikenal sebagai Mark Twain. Ayahnya, John Marshall Clemens, seorang pengacara dan pedagang yang yakin bahwa kota kecil Florida, Missouri, akan menjadi metropolis suatu saat nanti. Di kota itulah Samuel dilahirkan pada 30 November 1835.

Belakangan, optimisme sang ayah hilang. Keluarga itu kemudian pindah ke Hannibal di tepi Sungai Mississippi. Disinilah Samuel lahir dan menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai Mark Twain. Dalam novelnya, Tom Sawyer, gambaran kampungnya dan kehidupan masa kecilnya tergambar.

Mudanya, Twain bekerja pada sebuah percetakan. Kemudian Orion, saudaranya, membeli sebuah suratkabar kecil. Twain lalu mulai terjun mencetak dan menulis di Hannibal Journal. Karya-karya Twain sangat banyak, baik esai, catatan perjalanan, maupun fioksi. Berikut beberapa karya utamanya:

The Adventures of Huckleberry Finn
The Adventures of Tom Sawyer
The Prince and The Pauper
Letters from the Earth
Following the Equator : A Journey Around the World
The Diaries of Adam & Eve
The Bible According to Mark Twain
Joan of Arc
A Connecticut Yankee in King Arthurs Court
Roughing It
Life on the Mississippi (otobiografi)


Lihat siapa pengunjung situs ini.