ya
aku sanjakikau
sehasta sejutahasta
aku tahu ini melasah tulang mengubankan rambut
aku paham ini peluh menyepuh air mata
tapi kutak sabar nantikan legen jadi tuak
tuanganmu kalah ligat
s'mentara segara tlah membatu
s'mentara bumi tlah memuai
dan kau masih asyik menyaring nira
toh aku tetap sanjakikau
ya
sanjakku menyanjakimu
suku-suku katanya merayapi pori-porimu
lalu kulantakkan ke labirinmu
-- mentari seperempat galah
lorong di sana sunyi
lorong di sini menggerah --
hai
mana misterimu
mana lestarimu
pikat pukau para empu
alfabetku menyelinapi relung-relung purba
aksaraku berlarian di setiap muara
tapi kau mana
tapi kau lena
kupungut buliran vokal terhambur
hai, aku mau mengeja
sedepa sejutadepa
di parak siang
sajakmu tertenun
Velbak, 12 Maret 2002
Kurniawan