HOMEMEMBERGUEST BOOKARTIKELFORUMEVENTSNEWSDOWNLOADFAQ
 


17 /Juni/ 2004
Direksi MQC mengucapkan selamat liburan, Gladi serta KP bagi para member MQC. Sampai ketemu lagi di Open Mind selanjutnya di Bulan Agustus 2004.

26 /Mei/ 2004
Open Mind 3 MQC diadakan di lantai 1 GSG dengan pembicara General Manager Edward Forrer Indonesia.

19 /April/ 2004
Open Mind 2 MQC akan diadakan pada tanggal 30 April 2004 di GSG VIP B Pukul 19.00 dengan Pembicara dari Radio NinetyNiners 99,9 FM, Bandung.

19 /April/ 2004
Events dan Artikel telah diUpdate dan informasinya telah ditambah.

03 /April/ 2004
situs mqc tlah online, dengan pertama kali menampilkan versi ß terlebih dahulu untuk mengetahui bug-bug yang terdapat di situs ini.

02 /Januari/ 2004
MQC pertama kali dinyatakan berdiri secara resmi
        

Our Link :

 

Last Up Date:
15-Sep-2004 8:31 PM


Breaking News!

Direksi MQC mengucapkan selamat Ulang Tahun bagi para Member dan Direksi MQC yang berulang tahun di Bulan berikut :

Semoga lebih dewasa dan lebih yakin dengan kemampuan sendiri. Terima kasih.
 

The Next Meeting in Open Mind With :

  

 

Selamat Datang di MQC Official Website
Website ini digunakan untuk memfasilitasi para member MQC untuk bisa mengakses beberapa pengumuman serta berbagai fitur yang tersedia dalam website ini dengan gratis.

Multimedia
Dalam penyampaian berita maupun pengumuman, MQC banyak menggunakan media seperti melalui SMS,mading maupun website ini. Diharapkan dengan banyaknya media yang bisa diakses bisa memberikan banyak peluang bagi para member untuk mendapat pengetahuan mengenai keilmuan marketing.

Dengan peluncuran webiste ini diharapkan dapat menambah media yang bisa digunakan oleh para member untuk mendapatkan pengetahuan lebih banyak mengenai marketing.

Artikel dari para member MQC mengenai analisa, pendapat, usulan, ide mengenai bisnis maupun marketing akan tetap ditunggu oleh Admin. Artikel bisa merupakan hasil pendapat dari personal ataupun hasil review, jika merupakan hasil review maka sebutkan pula referensinya. Artikel akan dimuat di website MQC up-date, artikel bisa dikirimkan ke artikel@mqc.cjb.net. Kami tunggu artikel anda. Hormat Kami, Admin.

Punya ide, kritik, saran mengenai perkembangan MQC ke depannya. Silahkan kirim ke alamat email kami di saran@mqc.cjb.net . Demi kemajuan dan perkembangan MQC ke depannya, masukan dari teman-teman sangat kami harapkan


Tidak Tersesat Dalam Pasar Yang Terus Berubah
Oleh: Rhenald Kasali


Roti memang makanan yang merakyat, mulai yang disajikan di kelas hotel berbintang, restoran terkenal dengan harga premium, hingga kelas masyarakat awam di lorong-lorong kampung. Singkatnya, makanan berbasis tepung terigu ini diterima hampir di seluruh segmen masyarakat kita.

Artinya, prospek bisnis di sektor ini tentu saja terbuka lebar dan menjadi peluang bagi siapa saja, namun faktanya berbisnis roti ternyata gampang-gampang susah. Tidak sedikit investor yang mencoba bisnis ini gagal dan menderita kerugian, penyebabnya mereka tidak berhasil memetakan pasar dan persaingan yang ada, selain tentu saja karena produk makanan seperti roti ini memiliki treatment khusus karena sifatnya yang tidak tahan lama (durable & reliable). Berapa pun jumlah produksi yang dihasilkan harus dapat diserap oleh pasar.

Salah satu produsen roti yang berhasil eksis di bisnis roti ini adalah Sari Roti yang pernah menjadi tamu saya di TPI tanggal 11 November 2003. Dari wawancara dengan Dedi Ulung, Sales Manager PT Nippon Indosari Tbk yang membawahi produk Sari Roti diperoleh informasi bahwa keberhasilannya saat ini di pasar tidak lepas dari analisis mendalam yang mereka lakukan terhadap pasar berikut kompetitor yang ada. Sehingga berbagai langkah stragetis yang mereka terapkan dapat menjadi senjata pamungkasnya di pasar, sebut saja keberhasilan Sari Roti membidik pasar beberapa kompleks perumahan di Jabotabek yang didominasi oleh ibu-ibu, atau kerja sama yang mereka galang dengan berbagai mini market.

Intinya, apa pun pasarnya serta siapa pun investornya, berbisnis harus mengetahui pasar. Berbisnis tapi tidak mengetahui pasar. Itu berarti: “Is like winking to a girl in the dark, you know what you are doing but nobody else doesn’t.” Akibatnya apa pun tindakan produsen / marketer, yang mungkin dianggapnya sangat canggih sekalipun, namun ternyata tidak memiliki gigi saat berhadapan dengan konsumen, apalagi dengan kompetitor yang memiliki insight of outside in terhadap pasar.

Agar tidak tersesat dalam pasar yang kian berkembang, maka para bebisnis harus memiliki penunjuk arah. Ibarat seorang pelaut yang mengarungi lautan, mereka paling tidak harus memiliki kompas, peta, dan alat navigasi sebagai guidance mereka agar tidak tersesat. Masalahnya, bagaimana petunjuk arah tersebut digunakan?

Pertama kompas, sebagai penentu arah utara dan selatan, kompas dalam konteks ini merupakan perpaduan antara taktik yang digunakan untuk mengantisipasi perubahan jangka pendek yang terus terjadi di pasar, mengantisipasi perubahan permintaan konsumen, konsisten dalam value delivery yang terus terubah, serta bagaimana media promosi yang seharusnya dilakukan dalam memasarkan produk. Sementara strategi yang bersifat jangka panjang dijadikan sebagai “Clear Plan” bagi tindakan perusahaan. Dari perpaduan (integration) taktik dan strategi ini diharapkan arah yang tepat dapat digunakan untuk mendukung kegiatan perusahaan.

Kedua, peta. Secara internal peta ini harus digunakan untuk menentukan di mana posisi perusahaan berada. Perusahaan harus tahu koodinatnya. Secanggih apa pun taktik dan strategi yang dimiliki perusahaan, tidak akan pernah cocok diterapkan jika tidak mengetahui di mana posisi perusahaan saat ini.
Empat Kuadran

David Ketcum, penulis Big M & Little m Marketing, menuliskan bahwa peta taktik dan strategi perusahaan dapat dibagi menjadi empat kuadran. Kuadran pertama adalah mereka yang memiliki strategi yang baik namun lemah dalam taktik, mereka ini disebut sebagai dreamer ini, mereka hanya mampu membuat “Clear Plan” yang baik di atas kertas namun sangat lemah dalam implementasi.

Kuadran kedua, disebut winner, di mana perusahaan tidak hanya memiliki strategi yang baik tetapi juga memiliki taktik yang sangat memungkinkan untuk berkompetisi di pasar. Tentu saja semua perusahaan diharapkan berada pada kuadran dua ini dengan ciri sebagai winner.

Kuadran ketiga, adalah perusahaan yang tidak memiliki keistimewaan apa pun. Baik strategi maupun taktik yang dimilikinya sangat lemah sehingga tidak memungkinkan mereka berkompetisi di pasar. Perusahaan seperti ini hanya menjadi korban bagi pasar dan perusahaan kompetitor lain, mereka tidak pernah siap menghadapi perubahan.

Selanjutnya, kuadran keempat disebut doers., yaitu perusahaan yang sebenarnya memiliki taktik yang baik namun sayang tidak dibarengi strategi yang baik. Mereka adalah perusahaan yang berusaha terus eksis namun kebanyakan hanya dalam jangka pendek, sebab dalam jangka panjang akan tergilas oleh pasar. Perusahaan seperti ini tidak memiliki kemampuan antisipatif pada setiap perubahan yang terjadi.
Dari keempat jenis perusahaan di atas, tentu saja memiliki ciri sebagai winner tidaklah mudah, diperlukan beberapa hal yang harus dipenuhi seperti, kemampuan perusahaan dalam merumuskan visi bersama mereka, kemampuan “berdialog” dengan konsumen, dukungan pengambilan keputusan yang cepat namun tepat, serta perumusan marketing strategi yang proaktif.

Kondisi di atas harus dibangun sebagai fondasi persaingan perusahaan. Sari Roti dalam konteks ini tentu saja harus memulainya secara bertahap mengingat eksistensinya masih terus di bawah ancaman kompetitor produk sejenis, serta selera konsumen yang terus berubah. Artinya, dengan berbekal peta yang dimiliki memungkinkan Sari Roti mengetahui di mana koordinat mereka setiap saat, serta tindakan apa yang dibutuhkan.

Petunjuk arah terakhir adalah alat navigasi, yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan kontrol serta progres kinerja perusahaan setiap saat. Alat navigasi ini juga memungkinkan sebuah perusahaan untuk melakukan adaptasi, memberi inspirasi bagi pergerakan perusahaan di pasar.
Dengan navigasi ini pula perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap keefektifan strategi dan taktik marketing mereka, apakah dengan koordinatnya saat ini telah menguntungkan bagi perusahaan atau tidak. Dengan demikian arah yang sesuai serta kecepatan bergerak dan mengantisipasi setiap situasi yang ada di hadapan mereka sangat mungkin dilakukan.

Ulasan di atas mungkin terkesan teoritis, namun paling tidak dapat menjadi evaluasi bagi perusahaan mana pun, terutama dalam memberi arah bagi perjalanan usaha demi eksistensinya di pasar.
Tentu saja termasuk bagaimana mengantisipasi persaingan yang terus berubah. Saya kira dengan senantiasa mengevaluasi diri, Sari Roti akan mampu mengatasi persaingan, bahkan menjadi leader yang terus eksis di tengah pasar roti nasional.


Artikel ini pernah dimuat di harian sore SUARA PEMBARUAN tanggal 12 November 2003.

 

   
Partners of The Month :

     

 
INFOBET@ STUDIO
Copyright © 2004 InfoBet@ Studio. All right reserved.
     
1