Pos Metro, Selasa 2 Mei 2006

Bandara Soetta Diblokir

• Ke DPR Menolak Revisi RUU No 13
• Waria Ikutan Demo

BUNDARAN HI - Sekitar ratusan ribu buruh yang datang dari luar Jakarta seperti Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor tumplek di bundaran HI, Istana Merdeka dan Gedung MPR/DPR, Senin (1/5). Mereka datang mengunakan bus dan motor. Bahkan sebagian dari mereka melakukan longmarch dari Bunderan HI menuju depan Istana Merdeka.

PARA buruh yang mengatas namakan berbagai organisasi serikat pekerja itu menolak revisi RUU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Tak ketinggalan, di antara demo buruh itu ada puluhan waria. Para waria se-Jakarta itu juga melakukan aksi unjuk rasa menolak adanya diskriminasi soal mencari pekerjaan.

Menurut Shuniya, waria yang ikut berunjuk rasa, selama ini dirinya merasa didiskriminasi dari segala ideologi. Termasuk dalam mendapatkan lapangan pekerjaan. Padahal, menurutnya, pekerjaan dilakukan bukan dengan kelamin tetapi dengan pikiran.

"Dalam unjuk rasa ini, para waria mencoba bangkit dan diharapkan bisa bebas berekspresi tanpa didiskriminasikan," tegasnya sambil memegang spanduk yang bertuliskan "Waria bukan cacat mental".

Demo buruh itu mengakibatkan aktifitas dan kegiatan di kawasan itu lumpuh. Para karyawan yang bekerja di bilangan Sudirman terpaksa meliburkan diri. Sejumlah perkantoran dan bisnis juga terlihat tutup.

Jalannya demo buruh berjalan tertib. Ribuan aparat kepolisian dan TNI disiagakan di beberapa titik. Seperti di sepanjang MH Tahmrin hingga di silang Monas. Untungnya tak ada tindakan anarkis para buruh dalam memperjuang-kan nasibnya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Firman Gani, mengatakan bahwa dari hasil pemantauan pihaknya hingga pukul 12.00 WIB, jumlah demonstran hanya mencapai sekitar 20-30 ribu orang. Padahal, dari massa yang ijin sebelumnya, massa yang akan berunjuk rasa mencapai 60-70 orang dari 63 elemen buruh.

Aksi unjuk rasa buruh juga terjadi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Ribuan buruh dari berbagai elemen itu menutup akses menuju Pintu MI Bandara Soekarno Hatta (BSH).

Akibatnya sejumlah jadwal penerbangan terpaksa ditunda penerbangannya. Di antaranya adalah Garuda Airlines 224 jurusan Jakarta-Medan, Garuda Airlines 312 jurusan Jakarta-Surabaya. Garuda Airlines 204 jurusan Jakarta-Yogyakarta, Mandala Airlines 028 jurusan Jakarta-Jambi, dan Mandala Airlines 174 jurusan Jakarta-Batam. Semula pesawat tersebut akan diberangkatkan pada pukul 10.00 WIB namun sampai pukul . 12.00 WIB belum juga diberangkat, akhirnya dibatalkan.

Sedangkan satu penerbangan yang tertunda adalah Adam Air jurusan Jakarta-Yogyakarta semula dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WIB baru berangkat pada pukul 10.30 WIB.

Meski tak disengaja, namun diyakini pemblokiran yang dilakukan buruh ini setidaknya ditujukan untuk mendapatkan perhatian dunia internasional terhadap aksi yang mereka lakukan. Buruh yang melakukan pemblokiran ini umumnya berasal dari Perwakilan Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (SPTSK) Kota Tangerang.

Awalnya mereka akan melakukan orasi di lapangan AURI Jalan Raya Surya Dharma dan sudah melakukan koordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura (AP) II. Namun belum sampai ditempat tujuan mereka sudah dihadang oleh petugas kepolisian, akibatnya jalan menunju pintu M 1 menjadi tertutup.

"Sebagian besar memang sudah berada di lapangan komplek AURI, namun karena koordinasi yang kurang maka sebagian buruh terhenti di depan pintu Ml," ujar M Anwar Ketua SPTSK Kota Tangerang, kemarin. Aksi ini sudah dilakukan buruh sejak pukul 08.00, mereka berangkat dari 4 titik lokasi yang tersebar di Kota Tangerang.

Sebelum menuju arah pintu M l para buruh ini juga sempat melewati Jalan MH Thamrin depan PT Kumatex, Jalan Daan Mogot depan PT Petrochem, Jalan M Toha depan PT Tuntex, dan Jalan Gatot Subroto. "Melalui aksi ini kami ingin meminta agar pemerintah berpihak pada buruh dan membatalkan revisi UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan." Kata Anwar.

Sweeping Buruh
Ribuan buruh juga melakukan sweeping ke puluhan pabrik di Kawasan industri Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka meminta agar aktivitas pabrik-pabrik itu dihentikan. Mereka pun memaksa para buruh untuk keluar dari lokasi pabrik. Para buruh datang berkonvoi dengan sepeda motor mendatangi satu per satu pabrik di kawasan itu, antara lain PT Global KMK, PT Nasa, dan PT IKAD.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang Djuanda Usman menginformasikan, manajemen perusahaan tak bisa berbuat banyak terhadap aksi buruh tersebut. "Karena didesak, manajemen perusahaan terpaksa memulangkan pekerjanya. Kami kecewa peringatan Hari Buruh ini dinodai oleh aksi mereka. Hal ini sangat merugikan pengusaha. Karena mereka memaksa menghentikan aktivitas produksi. Tindakan buruh sudah mengarah ke tindakan anarkis," kata Djuanda.

Sementara itu, akibat sebagian besar buruhnya menggelar aksi demo ke Jakarta, sejumlah pabrik di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang memilih tutup dan menghentikan aktivitas produksinya. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang Gatot Purwanto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan jumlah kerugian yang dialami perusahaan yang tutup itu.

DPR Tak Sahkan RUU NO 13
Sejumlah pendemo yang berunjuk rasa depan MPR/DPR jatuh pingsan. Itu terjadi karena mereka tak kuat menahan panas dan sesak napas. Dua peserta demo yang pingsan adalah Syarifah dan Purwanti buruh berasal dari Serikat Pekerja Nasional daerah Bekasi. Keduanya bekerja di PT Yokosa di Bekasi. Untunglah ambulan yang telah disiapkan oleh aparat keamanan langsung memberikan pertolongan.

back