Warta Kota, Senin, 19 November 2007
|
Lari dari Tramtib, Waria Tenggelam |
| Menteng, Warta Kota - Demi menghindari kejaran petugas Tramtib Jakarta Pusat, seorang waria bernama Elly Susanna alias Sayep (58) nekat menceburkan diri ke Kali Ciliwung, di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11) pukul 21.30. Namun warga Jalan Kramat Sentiong RT 11/08, Senen, Jakarta Pusat itu tidak bisa berenang sehingga tewas tenggelam. |
![]() |
Jenazah Elly ditemukan oleh warga di Kali Banjir Kanal Barat, tepatnya di Jalan Belawan RT 11/03, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (18/11) pukul 12.30. Warga setempat yang bernama Puji (28) mengatakan bahwa yang menemukan jenazah itu adalah anak-anak yang sedang bermain di pinggir kali tersebut. "Anak-anak melihat ada mayat di bawah jembatan gantung, namun mereka tidak berani mendekat. Akhirnya mayat itu ikut arus hingga sejauh 200 meter dan berhenti setelah nyangkut di pinggiran kali tepatnya di dekat tambatan perahu kerek saya," ujar lelaki yang sehari-hari mengerek perahu di kali itu. Berita penemuan mayat pun didengar oleh aparat Polsektor Gambir, sehingga mereka datang ke lokasi kejadian. Penemuan itu dikabarkan kepada keluarga dan teman-teman Elly, yang semalam melaporkan hilangnya Elly setelah dikejar-kejar anggota tramtib. Di kamar jenazah RSCM teman-teman Elly bercerita, sebelum dikejar anggota tramtib, Elly berdiri dl Jalan Latuharhari bersama dua temannya, Gita (26) dan Norma (25). |
![]() |
"Semalam kami mejeng di Jalan Latuharhari. Elly datang ke sana sekitar pukul 20.30," ujar Gita. Satu jam kemudian, kata Gita, datang sekitar 15-20 anggota Tramtib Jakpus. Mereka langsung mengejar para waria yang sedang mangkal di kawasan yang memang setiap malam penuh dengan waria dan PSK. "Saya lihat ada sejumlah waria yang ditangkap tramtib. Tenda-tenda darurat di pinggir rel pun dihancurkan dan dibakar tramtib. Melihat itu kami pun panik dan lari ke arah Kali Ciliwung, lalu melompat ke kali. Setahu saya hanya kami yang lompat ke Kali Ciliwung," kata Gita. Saat ketiganya berada di sungai, imbuh Gita, sejumlah anggota tramtib menimpuki dia dan teman-temannya dengan batu. Untungnya arus air membawa mereka kearah Banjir Kanal Barat. "Kami ikut arus hingga 200 meter dari lokasi penertiban. Saat merasa aman, saya dan Norma berenang ke pinggir dan naik ke daratan. Tetapi kami tak melihat Elly muncul ke daratan," ujar Gita. Rudi Suyapto (57), kakak keempat Elly, mengatakan bahwa Elly adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. "Saya sudah kerap memberitahu kepada Elly agar jangan nongkrong di Jalan Latuharhari, karena dia sudah tiga kali kena razia tramtib," ujarnya. Sementara Kasudin Tramtib Jakpus, Subandi mengatakan bahwa malam itu anggotanya tidak melakukan razia, tetapi hanya melintas atau patroli. "Kawasan itu memang kerap dijadikan tempat lokalisasi makanya kami memang sengaja melakukan patroli agar mereka jera," kata Subandi. (get) |