Counter

Leon Audio Speaker Design

 

LET US MAKE SPEAKER BUILDING BECOME EASY TO EVERYBODY

 

Home
Up

Car Audio Terminologi

Sampai saat ini saya menganggap tidak realistis untuk menerapkan atau berharap akan suatu system audio high-end di mobil, karena salah satu syarat penting untuk system high-end adalah faktor ruang, dan ruangan sebuah mobil merupakan ruang yang buruk dari segi akustik maupun dimensinya, seperti saya nyatakan dibagian yang lain, bahkan Celine Dion yang sedang bernyanyi dalam mobil  disamping anda yang menyetirnyapun tidak akan pernah sebagus dia menyanyi di studio rekaman

Anda yang sering melahap majalah audio tentunya paham dengan istilah staging pada penampilan suatu sistem audio, yang sebagaimana terjemahan kata itu sendiri stage = panggung, artinya sistem audio ybs seolah-olah mampu menampilkan panggung imajiner lengkap dengan bayangan imajiner posisi penyanyi dan pemain musik lainnya dihadapan kita yang mendengarkannya. Pada sistem Car Audio pun , terutama yang menganggap dirinya kelas high-end, sibuk untuk dapat menampilkan staging di mobil, yang biasanya targetnya suara seolah-olah berasal dari atas dashboard mobil. Saya tetap berpendapat, bahwa usaha untuk membuat sistem High-end di mobil terlalu mengada-ada, tetapi bukannya saya mengatakan bahwa staging atau apapun istilahnya itu tidak penting, justru penting sekali, tetapi alasannya tidak sesempit yang dimaksudkan oleh kebanyakan instalatur car audio.

Salah satu cabang ilmu akustik, yang dikenal dengan Psyco Acoustic, yaitu cabang ilmu akustik yang mempelajari hubungan akustik dengan kejiwaan manusia. Salah satu yang terpenting yang perlu kita perhatikan adalah, refleks manusia yang cenderung akan menoleh kesumber suara. Contohnya begini: seorang yang ditutup matanya atau orang yang buta, disuruh berdiri pada tengah-tengah suatu ruangan, bila ada suara yang berasal dari sebelah kanannya, katakan benda yang jatuh dan berbunyi nyaring, maka secara reflex dia akan menoleh kekanan, bukan kekiri bukan? Begitu pula sebaliknya, kesimpulannya dia akan secara reflex menoleh kearah asal suara.

Nah, dalam hubungannya dengan sistem audio pada mobil, penting sekali mengusahakan asal medan suara dari arah depan pengemudi , (entah mau disebut staging kek supaya terdengar lebih canggih, atau apapun itu), karena pusat perhatian seorang pengemudi adalah kearah didepannya. Medan suara yang berasal atau dominan dari arah belakang pengemudi, dalam waktu singkat akan melelahkannya secara psikologis, karena bagaimana tidak, dia terpaksa harus tetap memusatkan perhatiannya kedepan sementara refleknya ingin menoleh kebelakang, masih untung kalau tidak sampai terjadi kecelakaan. Memang untuk mengusahakan kondisi seperti diatas tadi pada  sebuah mobil, bukanlah pekerjaan mudah, karena ketidak leluasaan untuk menempatkan speaker ditempat yang kita inginkan, toh kita tidak mungkin meletakkan speaker dikaca mobil bukan? Hal tersebut tidak terjadi pada sistem Home Audio, dimana pendengar pada posisi menghadap ke speaker didepannya, dan diapun tidak melakukan apa-apa yang membutuhkan konsentrasi tinggi, mungkin malah dengan santainya duduk merokok sambil terkantuk-kantuk.

Car Audio di Indonesia

Dalam bidang jasa audio seperti Car Audio, citra mahal yang sama juga melekat, tetapi pernahkah terpikirkan oleh anda bahwa  mahalnya jasa instalasi Car Audio umumnya karena kekurangan kemampuan sang instalatur itu sendiri tetapi konsumennya yang harus memikul biayanya? Biaya tinggi tentu akan terjadi bila pekerjaan jasa tidak efisien, al: waktu kerja yang terlalu lama karena tidak ada perencanaan, desain speaker yang tebak-tebakan, elemen perangkat yang tidak bekerja optimal sehingga cenderung menggunakan banyak perangkat seperti amplifier dan speaker, dll. Tahukah anda mengapa umumnya instalatur car audio umumnya menggunakan speaker ukuran 10" atau 12" untuk subwoofer? Dan umumnya lebih senang menawarkan buatan USA ? Yang pertama, umumnya mereka tidak mampu membuatkan subwoofer dengan driver berukuran dibawah 8" apalagi 5.25", yang kalau dapat dilakukan sebenarnya akan sangat dapat menekan biaya karena ukuran driver yang lebih kecil biasanya akan lebih murah, begitu pula ukuran boxnya juga akan lebih kecil sehingga biayanya juga akan lebih murah, kecuali konsumennya memang menginginkan demikian. Yang kedua, penggunaan speaker made in USA umumnya lebih memudahkan instalaturnya, karena barang-barang tersebut umumnya dilengkapi data lengkap dan seringkali disertakan juga recomended box volume sehingga hasilnya menjadi lebih pasti, sayangnya setelah krisis ekonomi, harganya menjadi jauh lebih mahal, sementara untuk menggunakan driver lokal yang jauh lebih murah yang tidak sedikit yang cukup bagus , akan sangat menyulitkan instalatur ybs, karena umumnya sama sekali tidak dilengkapi petunjuk apa-apa, kalaupun ada biasanya  cuma watt dan ohm, yang itupun umumnya terlalu dilebih-lebihkan, dan tidak ada gunanya untuk perhitungan ukuran boxnya.

Pekerjaan terbesar instalatur Car audio sebenarnya hanyalah merancang box subwoofer yang optimal, x-over pasif, dan instalasi kabel-kabel, sementara untuk perangkat yang lain tak lebih cuma sebagai user saja, dan akhirnya menkombinasikannya menjadi suatu system terbaik dan optimal sesuai perencanaan.

Trend Design Mobil

Car audio tentu saja tidak dapat dipisahkan dengan "car" itu sendiri, dimana kita dapat mengamati bahwa design mobil terutama mulai tahun 2000  keatas mengalami pergeseran yang cenderung semakin ramping dan kecil yang merupakan konsep City Car, dan cenderung lebih memanjakan penumpangnya dengan ruang yang lebih lega dan kursi dan perlengkapan lainnya yang lebih nyaman, dan hampir semua produk tsb juga sudah dilengkapi perangkat audio standard oleh pabriknya, yang berarti bahkan produsen mobil sekalipun juga menyadari bahwa audio mobil merupakan faktor penentu dalam pemasaran dan merupakan tuntutan konsumen saat ini. Cuma konsekuensi pergeseran trend design tadi, juga mengakibatkan ruang yang semakin minim untuk penempatan perangkat audio dimobil karena ruang bagasi yang biasanya dapat dimanfaatkan juga semakin minim.

Dari segi tuntutan konsumen terhadap system audio mobil yang mana pabriknya juga berlomba menyediakannya, kita dapat menarik kesimpulan, prospek car audio kemasa depan masih akan cerah, hanya saja instalatur car audio juga dituntut untuk dapat tetap membangun system audio terbaik dengan ruangan yang sangat minim tadi, karena dengan kelengkapan mobil yang bagus tadi, tidak banyak lagi pemiliknya yang bersedia mengorbankan bangku demi sebuah subwoofer.

Konsekuensinya lagi , tentu saja seorang instalatur audio mulai harus belajar dengan benar untuk mendisain speaker, agar dapat tetap berkarya optimal dengan segala pembatasan ruang tadi, tanpa harus mengorbankan kualitas. Contoh nyata dari kecenderungan tadi, Bose yang terkenal kecilnya itu mulai dilirik oleh produsen mobil mewah di Amerika untuk system audio standard dimobil mereka.

 

 

 

 
Send mail to leonaudio@telkom.net with questions or comments about this web site.
Copyright © 2002
Leon Audio Research
Last modified:March 21, 2002