Sinyal
Dalam analisis sistem linier, masukan dan keluaran merupakan sinyal yang dapat dinyatakan dalam bentuk tabel, fungsi matematis ataupun gambar grafis. Sistem mengolah sinyal masukan dan mengeluarkan sinyal keluaran. Akibat pengolahan sistem, fungsi matematis sinyal berubah. Sebagai contoh sebuah sinyal sinus x(t) = sin t jika dimasukkan ke rangkaian kapasitor paralel akan berubah menjadi sinyal keluaran y(t) = A x(t+q) = A sin(t+q) yang secara fisis berarti bahwa amplitudo dan fase sinyal berubah. Bab ini berbicara tentang apa saja pengaruh operasi matematis terhadap bentuk sinyal dan bagaimana bentuk-bentuk sinyal dasar.3. Bentuk sinyal kontinyu dasar
- Ada tiga bentuk dasar sinyal kontinyu.
- Sinyal eksponensial sinusoidal kompleks x(t) = Ceat. Dalam rumusan
ini, e adalah
bilangan natural 2,718... , t adalah argumen waktu, C dan a adalah parameter
kompleks. Bentuk
sinyal Ceat bervariasi tergantung nilai C dan a.
- Untuk C dan a riel. Sinyal akan berbentuk eksponensial, yaitu eksponensial naik jika a > 0
dan eksponensial turun jika a < 0. Pada saat t=0, nilai sinyal adalah x(t)=C.
- Untuk a imajiner. Bilangan imajiner a dapat ditulis menjadi a=jw
sehingga rumusan sinyal menjadi x(t) = Cejwt =
C cos jwt + j sin jwt. Yang terlihat
dan terdeteksi dari sinyal kompleks adalah bagian rielnya yaitu Re{x(t)} =
C cos jwt. Sinyal akan berbentuk sinusoidal dengan amplitudo C dan
frekuensi w. Sinyal sinusoidal ini bersifat
periodik, artinya bentuk
sinyal muncul secara berulang-ulang sehingga x(t+T)=x(t). Jangka waktu saat sinyal mulai berulang
disebut periode yaitu T. Untuk sinyal sinusoidal ini, T = 2p/w.
- Untuk C dan a kompleks. Konstanta kompleks C dapat ditulis menjadi C = |C|ejq dan konstanta kompleks a dapat ditulis sebagai a =
r + jw. Rumusan sinyal akan menjadi
x(t) = |C|ejqe(r + jw)t
x(t) = |C|ertej(wt+q)
Bagian riel sinyal adalah Re{x(t)} = |C|ertcos (w)t+q) yang jika digambar akan berbentuk eksponensial sinusoidal.

- Untuk C dan a riel. Sinyal akan berbentuk eksponensial, yaitu eksponensial naik jika a > 0
dan eksponensial turun jika a < 0. Pada saat t=0, nilai sinyal adalah x(t)=C.
- Sinyal tangga satuan (unit step) u(t). Step artinya tangga. Bentuk sinyal tangga
adalah seperti satu anak tangga. Untuk sinyal tangga satuan, kenaikan sinyal terjadi di t=0 dan
kenaikannya sebesar satu. Secara matematis, sinyal u(t)=1 untuk t > 0 dan u(t)=0 untuk t < 0.
Sinyal tangga sering dipakai untuk memodelkan proses pensaklaran on-off.
- Sinyal impuls satuan (unit impulse) d(t). Impulse artinya
denyut. Sinyal impuls adalah sinyal yang muncul sesaat lalu hilang kembali. Seberapa lama sebuah
denyut muncul agar dapat disebut impuls? Sangat relatif! Bagi manusia, aktivitas jantung adalah
denyut, tapi bagi komputer, sinyal jantung sangat lama dan tidak layak disebut
denyut. Ketika
sebuah bola dilempar ke dinding, dinding akan memberi gaya kepada bola dalam waktu yang
singkat.
Gaya yang diterapkan dinding terhadap bola disebut denyut/impuls karena keberadaan gaya cukup
singkat dibanding aktivitas bola. Secara matematis, unit impuls adalah sinyal yang hanya muncul
di t=0 dengan energi sebesar 1. Dengan kata
lain, d(t)=1 untuk t=0 dan d(t)=0 untuk
t¹0.





