Jkt,
DUNIA WANITA
  Gaya Hidup
 
  HOME | Biografi | Perjalanan | Karier | Foto |
Dunia Wanita
You are here : Dunia Wanita >> Gaya Hidup >> Pria tidak Malu Menggendong Anak

ke 1   2

PRIA TIDAK MALU MENGGENDONG ANAK

Pria Sempurna, itulah gambaran singkat tentang seorang metroseksual sejati.
Pria metroseksual tidak hanya peduli terhadap gaya mode busana, perawatan tubuh, dan gaya hidup metropolis, namun juga sangat family dan mempunyai mind set yang sangat terbuka dan maju. Pria metroseksual adalah pria yang mampu mengadopsi sisi feminimnya, sehingga mereka juga tidak malu-malu untuk menunjukkannya.
Pria ini tidak malu untuk menggendong anak kesayangannya atau memberi minum susu kepada sang anak di tengah-tengah mal. Mereka juga sangat menghargai kesetaraan gender dan tidak memposisikan perempuan sebagai kaum di bawah pria.

Keterbukaan pikiran mereka akan peran perempuan yang tidak bisa dipandang lebih rendah dari kaum pria, membuat kaum metroseksual bersedia melakukan berbagai peran perempuan di dalam rumah. Kaum metroseksual juga sangat haus akan berbagai informasi, baik teknologi, kesehatan, mode busana, gaya rambut, politik maupun berbagai ilmu pengetahuan lainnya.
Semakin seorang pria terekspos dengan informasi - seiring dengan makin tingginya tingkat pendidikan - maka kesadaran yang mereka miliki juga semakin tinggi.
"Dahulu kaum pria menganggap bahwa kaum wanita itu di bawah kaum pria, kalau melakukan hal-hal yang biasa dilakukan wanita akan malu, ke salon malu, shopping malu. Ini karena pria belum bisa mengadopsi sisi feminimnya".

Perubahan paradigma

Sudah ada satu perubahan paradigma bagaimana pria dan wanita dulu dan sekarang.
Saat ini pandangan bahwa wanita adalah partner dan mempunyai kedudukan yang sama terhadap kaum pria sudah terbentuk. Pada pria tipe konservatif, mereka masih belum menerima kesetaraan antara pria dan wanita. Namun tidak demikian pada kalangan pria metroseksual.

Dibandingkan dengan hasil riset yang dilakukan negara maju seperti Amerika dan Inggris, kuantitas dan kualitas pria metroseksual Indonesia memang masih tergolong kecil. Dalam artian jumlah pria upper class hanya sekitar 15% dari keseluruhan jumlah laki-laki urban. Sedangkan di Amerika bisa mencapai 20%.

Kemampuan dalam mengadopsi sisi feminin ini juga membuat para pria metroseksual merasa perlu untuk merawat tubuh seperti facial, merawat kulit, mandi spa, dan lainnya. Kaum metroseksual juga tidak akan membandingkan hal baru dengan kebiasaan ayahnya dulu atau nilai-nilai pada umumnya. Yang kerap dikhawatirkan adalah jika mereka merasa tertinggal dari orang lain dalam masalah pengetahuan baru. Sisi feminin pria tidak akan menurunkan sisi maskulin seorang pria metroseksual sejati. Mereka tetaplah seorang pria sejati, straight guy dan tidak menjadi banci atau gay. Pria metroseksual yang kebablasan adalah pria yang ingin menunjukkan sisi femininnya, namun sisi maskulinnya menjadi hilang.
Bagaimana dengan pasangan Anda?


</BODY></HTML>