|
Apakah orang Kristen harus
menggunakan nama Allah?
Alkitab mengajarkan bahwa mengenal dan menggunakan nama Allah sangat penting. Bahkan secara khusus Alkitab memberikan nama itu kepada kita. Mazmur 83:18 tertulis, "supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN (=Yahweh), Yang Mahatinggi atas seluruh bumi" Yesus sudah tahu dan menggunakan nama Allah seperti yang terdapat dalam Yohanes 17. Dalam Doa Bapa Kami (Mat 6) memerintahkan kita untuk memuliaakan nama Allah. Sayangnya hampir semua terjemahan Alkitab yang dipakai oleh orang "Kristen" dewasa ini tidak berisi nama Allah. Paulus mengatakan dalam Roma 10:13 "Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." Itulah kutipan langsung dari Perjanjian Lama berbahasa Ibrani, yang mencantumkan "nama Tuhan". Benarkah harus memakai nama Allah? Yesus mengatakan bahwa ia memuliakan nama Bapa, ia tidak menggunakan nama itu sebagai ujian iman atau sebagai mantera. Pada abad pertama para penyihir menggunakan nama Allah sebagai mantra dalam praktek sihir mereka, namun bukan berarti mereka adalah hamba Allah. Tak ada satupun bukti bahwa Yesus menyebut nama Allah secara nyata, karena tak ada satupun manuskrip Perjanjian Baru yang mencantumkan nama YHWH. Pembicaraan Yesus sehubungan nama Allah lebih menunjukkan pribadi dan harkat Allah, bukan penyebutan namaNya. Tampaknya orang-orang Kristen pertama (yang bukan Yahudi) adalah orang-orang yang membuang tetragramaton (YHWH), yang mereka lakukan sejak pertama kali menerjemahkan Alkitab. Mereka semakin mahir menggunakan Septuagint (Alkitab Ibrani dalam bahasa Yunani) untuk membuktikan bahwa Kristus adalah pribadi yang berada di semua ayat Perjanjian Lama, yang sebelumnya merupakan Yahweh. Karena itu "nama di atas segala nama" dalam Perjanjian Baru adalah YESUS, dan memang itulah tujuan Bapa bahwa segala sesuatu dilakukan dalam nama Yesus Kristus, demi kemuliaan Allah Bapa (Kis. 4:12; Phil 2:9-11). Maksud Yahweh adalah nama AnakNya, bukan namaNya, yang menjadi sumber keselamatan, dan Bapa akan menerima kemuliaan karenanya. Dengan menggantikan nama menjadi Yahweh berarti bertentangan dengan kehendak Allah. Memang ada sedikit sekali bukti bahwa orang-orang Kristen pertama menyebut nama Allah, menulisnya, atau bahkan menganggapnya sebagai tanda iman yang benar. Dengan demikian Pertanyaan di atas bukanlah: "Apakah anda menyatakan nama Allah?" namun lebih tepat: "Apakah anda memuliakan nama YESUS?". Siapakah yang dikenal secara internasional menggunakan nama Yesus?
Audie Tangkere |