|
Apakah orang Kristen harus memiliki
kesatuan Iman absolut?
Paulus mengatakan dalam 1 Kor. 1:10 bahwa semua pengikut Kristus harus bersatu di dalam iman. Apakah ini yang kita saksikan di dalam gereja-gereja dewasa ini? Rasanya tidak, justru banyak yang berargumentasi soal doktrin, yang konservatif versus progresif. Cobalah menyatukan orang-orang yang disebut Kristen itu dan cobalah membuat mereka sependapat dalam pengajaran utama Alkitab. Cobalah. Saya menantang anda!!! Di pihak lain, kumpulkanlah bidat Kristen bersama-sama dan lihat apakah anda kesamaan pendapat. Anda akan temukan keharmonisan yang sempurna. Tak ada dua kutub yang berbeda. Apakah orang Kristen memang harus mencapai kesatuan iman yang demikian? Memang, jika anda mencoba membuktikan bahwa Paulus meminta orang Kristen sependapat dalam segala hal, maka anda keliru. Gereja pertama sangat berbeda dalam berbagai hal (Rom. 14:1-6). Ada yang mempraktekkan dengan hanya makan sayuran, ada yang menganggap hari-hari tertentu lebih penting (dan mereka tidak menghakimi orang lain yang berbeda pendapat). Konteks dari 1 Kor. 1:10 tidak melibatkan doktrin per se; namun menyangkut mental elit dan saling berdebat. Korintus adalah pusat pemikiran gnostik, di mana setiap orang menghargai diri mereka karena lebih mengetahui daripada yang lain. Paulus mengatakan itu sebagai sikap kekanak-kanakan dan mendesak mereka agar keluar dari golongan yang ingin menyatu dalam kebersamaan. Kecenderungan yang sama muncul pula dalam gereja-gereja dewasa ini, karena ini memang sifat manusia. Denominasi Protestan umumnya sependapat dalam hal trinitas, sifat jiwa, hukuman kekal, kebangkitan tubuh, harapan surgawi, kelahiran kembali, dll. Dalam hal-hal yang kurang penting, mereka mempunyai perbedaan. Jika anda mencari persatuan absolut; sesuatu yang tidak pernah tercapai dalam kekristenan yang benar, anda dapat memperolehnya dalam aliran sesat (okultisme) yang melepaskan diri dari iman yang ada. Penyatuan absolut semacam itu dapat diperoleh dengan mengeluarkan / mengucilkan anggotanya yang memiliki perbedaan kecil dengan "nabi", yang dianggap sebagai satu-satunya penafsir dalam kelompok itu. Organisasi mana saja dapat mencipta persatuan seperti itu dan menjadi okultisme, namun itu bukanlah Kristiani.
Audie Tangkere |