Jilid I - BagianIII
Muhammad Manusia Paling Agung Lelaki Teragung
BAB 1-3-3 :
AGAMA YANG PALING CEPAT PERTUMBUHANNYA SEKARANG INI
Pedang Dari Orang Yang Pandai
Musuh-musuh, orang yang skeptis, juga kaum missio-naris tidak pernah berhenti mengejek bahwa "Islam disebar-kan dengan menggunakan pedang"; tetapi mereka tidak pernah berusaha menjawab pertanyaan kita: "... siapa yang menyuap carlyle!?" Di tahun 1840, ketika Carlyle membela Muhammad dan menyangkal pernyataan tentang pedang, tidak ada seorang pun yang disuap. Seluruh Muslim saat itu berada dalam kemiskinan. Negara-negara Islam berada di bawah kekuasaan bangsa Kristen kecuali untuk beberapa negara kecil seperti Iran, Afghanistan dan Turki yang tetap merdeka. Tidak ada kekayaan yang bisa disombongkan dan tidak ada uang untuk menyuap seseorang.
Ini adalah kondisi masa lalu, tetapi bagaimana dengan kondisi saat ini, dalam jaman modern? Ini terlihat pada grafik di bawah ini yang menggambarkan bahwa "Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia" Pertumbuh-an agama Kristen dari total seluruh sekte dan agama di dunia ini adalah 138% dan pertumbuhan Islam adalah 235% pada periode yang sama selama setengah abad. Bahkan di Inggris dan Amerika Serikat, Islam merupakan agama yang berkem-bang paling cepat. Dapat dikatakan bahwa di Inggris "Ada lebihbanyak Muslim dibanding Methodis" Kamu boleh saja bertanya "Pedang apa?"
Jawabannya adalah "tentu saja pedang!" Thomas Car-lyle. Itu adalah pedang dari Intelektual! Ini adalah kenya-taan dari ramalan.
"Dialah yangmengutus Rasul- Nya dengan memba-wa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan--Nya terhadap semua agama. Dan, cukuplah Allah se-bagai saksi." (QS. Al-Fath: 28).
Tujuan dari Islam disebutkan di dalam ayat ini. Islam adalah pemimpin, penguasa dan pengganti semua agama dan kepercayaan--- Agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama---.
Dalam bahasa Arab, kata Dien (secara harfiah berarti "Cara hidup") untuk menggantikan semua agama, yaitu Hindu, Buddha, Kristen, Yahudi, Komunis dan isme-isme (paham-paham) lainnya. Inilah tujuan dari 'Dien Allah'.
Ayat yang sama juga diulang pada Surat Ash-Shaff ayat 9 dengan tambahan dibelakangnya:
"... meskipun orang-orang musyrik benci. "
Kejayaan Islam
Islam akan menang. Ini adalah janji Allah dan janji--Nya selalu benar. Tetapi bagaimana? Dengan pedang? Tidak, bahkan apabila kita mempunyai senjata laser! Bisakah kita menggunakannya? Dalam Al-Qur' an disebutkan bahwa kita dilarang menggunakan kekerasan dalam mengajak orang lain untuk masuk Islam. Namun ayat-ayat Kitab Suci mera-malkan bahwa Islam akan menjadi ajaran yang paling domi-nan dari semua agama.
Kejayaan dari ajaran Islam ini sudah dimulai dan diperoleh dengan mengajarkan ideologi melalui sekolah-sekolah agama di seluruh dunia. Meskipun tidak de-ngan nama Islam, tetapi atas nama reformasi dan amande-men, Islam tetap bercabang menjadi berbagai aliran. Banyak hal-hal yang bersifat Islami tetapi bentuknya tidak diketahui atau sesuatu yang dulunya dilarang bahkan meskipun hanya diucapkan, kini mulai timbul di berbagai tempat.
"Persaudaraan sesama manusia
Penghilangan sistem kasta dan warna kulit
Emansipasi wanita
Pembukaan tempat beribadah bagi semua orang
Pelarangan minuman keras
Konsep yang benar tentang Tuhan Yang Maha Esa
dan lain-lain, dan lain-lain."
Hanya satu kata pada point terakhir, sebelum kita melangkah lebih jauh. Tanyakan pada tiap-tiap isme yang ada, baik polytheisme, pantheisme atau trinitas; berapa banyak Tuhan yang dia imani? Dia akan ngeri mengatakan tidak ada yang lain selain Yang Maha Esa! Ini adalah efek dari ajaran monotheisme dalam Islam.
"Keimanan Muhammad adalah bebas dari sifat men-dua dan Al-Qur'an adalah bukti yang nyata dari keesaan Tuhan." {Gibbon dalam bukunya Decline and Fall of The Roman Empire (Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi)}.
Pernyataan Kaum Orientalis non-Muslim
Hampir semua musuh Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang mengemukakan teori yang salah bahwa Be-liau menyebarkan ajarannya dengan menggunakan pedang adalah orang Barat. Mari kita dengar apa yang dikatakan oleh bangsa non-Muslim Timur tentang hal tersebut:
8a. "Semakin saya pelajari semalam saya temukan bahwa kekuatan Islam bukan berasal dari pedang." Mahatma Gandhi, Bapak India Modern dalam "Young India" (India Muda).
b. "Mereka (pengkritik Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) melihat api bukannya cahaya, mendapat kebodohan bukan kebaikan. Mereka mengubah setiap ke-baikan dengan kejahatan yang besar. Ha1 ini menggambarkan kebejatan moral mereka....kritikan tersebut adalah buta. Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya pedang Muhammad adalah pedang kemurahan hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk memafkan -pedang yang menaklukan musuh-musuhnya dan membersihkan hati mereka. Pedangnya lebih tajam daripada pedang baja." {Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri, pada suatu rapat di Gorakhpur (India), 1928}.
c. "Be1iau memilih untuk hijrah daripada harus berpe-rang melawan rakyatnya sendin; tetapi ketika penindasan mereka sudah di luar batas toleransi barulah beliau mengangkat pedang untuk membela diri. Mereka yang percaya bahwa suatu agama bisa disebarkan dengan kekerasan adalah orang yang bodoh yang tidak tahu jalannya suatu agama ataupun jalannya dunia. Mereka bangga dengan kepercaya-annya karena mereka berada di suatu jalan, jalan yang jauh dari kebenaran" (Seorang jurnalis Sikh dalam Nawan Hin-dustan, New Delhi, 17 November 1947).
Rudyard Kipling berkata, "Timur adalah Timur dan Barat adalah Barat, keduanya tidak pernah bisa bertemu!" Dia salah besar Dalam penjagaan Muhammad Sha1lallahu Alaihi wa Sallam, semuanya, yang tidak dibutakan oleh pra-sangka, akan berkumpul.
Tiga Standar Lain
Empat belas tahun sesudah Thomas Carlyle mengan-tarkan kuliahnya dalam "Hero Prophet", seorang berkebang-saan Perancis, Lamartine menulis sejarah Turki. Kebetulan sebagian besar bangsa Turki adalah Muslim dan Lamartine menyentuh beberapa aspek Islam. Seperti Jules Masserman pada saat itu, yang mengemukakan tiga standar untuk pemimpin yang besar; Lamartine juga menge-mukakan tiga standar lain yang menunjukkan kebesaran. Ki-ta kagum pada mereka yang telah mengamati tipe ini. Pen-dapat Lamartine:
9a. "Jika kebesaran tujuan, keterbatasan peralatan dan hasil-hasil yang mencengangkan adalah tiga krrteria kebesaran manusia, siapa yang bisa mempertaruhkannya di jaman modern ini dengan sejarah Muhammad? (Lamartine mengakhiri buku karyanya yang panjang ini dengan kata--kata): .... Ahli filsafat, ahli pidato, rasul, pemimpin negara, pejuang, pencetus ide-ide, penemu keyakinan yang rasional, penemu 20 kekaisaran di bumi dan menjadikannya menjadi satu kekaisaran spiritual, dia adalah Muhammad. Berdasarkan semua standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau?" {Lamartine dalam Historie de la Turquie (Sejarah Turki), Paris 1854}.
Jawaban dari pertanyaan, "Apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau? terletak pada pertanyaan itu sendiri. Pengertian dari pertanyaan itu adalah --- "tidak ada manusia yang lebih agung daripada muhammad. Muhammad adalah manusia yang paling agung yang pernah ada."
QS 94:4 "Dan, Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu." (QS. Alam Nasyrah: 4)
Maha Suci Engkau, ya Allah!
Sebelum kita membebaskan Lamartine dari persang-kaan memihak ataupun disuap, kita akan meneliti dengan cermat ketiga standar tersebut dan apakah bisa dibenarkan dalam kasus Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sa1lam.
1. Kebesaran Tujuan
Sejarah memberitahukan bahwa ada suatu masa kege-lapan dalam sejarah umat manusia ketika Muhammad Sha1lallahu Alaihi wa Sallam pertama kali menjalankan missinya. Yang dibutuhkan adalah Rasul-rasul di setiap sudut dunia atau seorang Rasul yang ulung bagi seluruh umat manusia, untuk membawa mereka dari kepalsuan, tahyul, egoisme, polytheisme, kesalahan dan kebrutalan. Hal-hal tersebut harus dihilangkan dari kehidupan manusia. Dan, Allah yang Maha Bijaksana memilih Rasul-Nya dari tanah Arab sebagai utusan sedunia. Firman-Nya dalam Al-Qur'an,
"Dan; tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya': 107).
"Di sini tidak ada perbedaan antar ras atau bangsa, orang-orang terpilih; keturunan Ibrahim atau keturunan Daud; Hindu, Yahudi atau bukan; Arab atau Iran, Turki atau Tajik, Eropa atau Asia, kulit putih atau kulit berwarna, Bang-sa Aria atau Semit, Mongol atau Afrika, Amerika, Austra-lia atau Polenesia. Bagi setiap orang dan makhluk yang mempunyai tanggung jawab spiritual, semua prinsipnya adalah sama." (Abdullah Yusuf Ali)
Yesus Melakukan Diskriminasi
Rasul sebelum Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menasihatkan para murid-muridnya: "... jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing" (yang berarti non-Yahudi). "Dan,jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi" (Matius 7:6). Penulis kitab tersebut sepakat untuk mencatat bahwa Kristus hidup dengan murid-murid-nya. Dalam hidupnya dia tidak mengajarkan pada non-Yahudi. Buktinya dia telah menolak seorang wanita bukan Yahudi yang hendak mengikuti acara spiritualnya. ("Wanita itu seorang Yunani" Mark 7: 26). Lalu ketika acara Paskah di Yerusalem, sewaktu Yesus dan murid-muridnya sedang berkumpul, beberapa orang Yunani yang mendengar acara tersebut datang dan ingin bergabung dengan mereka, tetapi Yesus memberi "cold shoulder" seperti yang dituliskan Yohanes:
"Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu terdapat beberapa orang Yunani.
Orang-orang itu pergi kepada Philipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus".
Philipus pergi memberitahukannya pada Andreas; Andreas dan Philipus menyampaikannya kepada Yesus" (Yohanes 12: 20-23).
Pemujaan Diri
Ayat-ayat berikutnya bahkan tidak menyebutkan keso-pan-santunan "Jika ya, hendaklah kamu katakan ya; atau jika tidak hendaklah kamu katakan tidak." (Matius 5:37). Mereka melanjutkan dengan pujian pada dirinya sendiri: "Tetapi Yesus menjawab mereka, katanya: 'Telah tiba saatnya anak manusia dimuliakan'… " (Yohanes 12: 23)
Standar Tertinggi
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak per-nah bisa melakukan kebebasan seperti itu. Ingat, bagaimana Allah Yang Maha Besar mengingatkan Beliau tentang etika. Bahkan hal itu dilakukan melalui seorang yang buta (lihat: "Beliau Bermuka Masam"). Sebagai seorang utusan universal, Allah membentuk Beliau dengan standar yang mulia:
"Dan, sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS Al-Qalam: 4).
Dan; dimanakahnn ladang missinya? Seluruh umat ma-nusia!"
Dan; tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al-Anbiya': 107).
Utusan Sedunia
Ini bukanlah basa basi belaka. Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam melaksanakan apa yang diajarkannya. Di antara sahabat-sahabatnya yang pertama dan orang-orang yang baru masuk Islam, ada yang bukan keturunan Arab se-perti Bilal (Abbasia), Salman (Iran) dan Abdullah bin Salaam (Yahudi). Orang yang sinis mungkin akan mengatakan bah-wa hal itu hanya kebetulan saja, tetapi apa yang bisa mereka katakan tentang kenyataan sejarah bahwa sebelum Beliau meninggal, Beliau mengirim 5 surat ke 5 negara-negara seki-tarnya untuk mengajak mereka menerima Islam sebagai agamanya.
1. Kaisar Iran
2. Raja Mesir
3. Negus Abbasia (Ethiopia)
4. Kaisar Heraclius di Konstaninopel
5. Raja Yaman
Jadi Beliau memberi contoh untuk melengkapi missi-nya, "Kebesaran tujuan", mengumpulkan seluruh umat manusia dalam satu kesatuan. Apakah ada contoh lain yang menunjukkan kesatuan di antara agama yang lain? Muham-mad Shallallahu Alaihi wa Sallam hanya memberikan kebenaran yang diberikan Allah melalui dirinya.
2. Keterbatasan Peralatan
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dilahirkan tanpa sendok perak di mulutnya. Hidupnya dimulai dengan dukungan yang pas-pasan. Ayahnya telah meninggal ketika beliau lahir. Ibunya meninggal ketika usianya baru enam ta-hun. Beliau yatim piatu pada usia yang sangat muda. Kakek-nya memeliharanya setelah itu, tetapi 3 tahun kemudian, kakeknya meninggal dunia. Kemudian Beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib dan membantu pamannya dengan menggembala sapi dan kambing. Meskipun miskin, yatim piatu, Beliau mempunyai kepribadian yang religius dan Anda pasti kagum terhadap apa yang terdapat dalam dirinya.
Ibrahim Alaihis-salam yang merupakan nenek moyang dari Musa Alaihis-salam, Yesus dan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses pada jaman itu. Musa Alaihis-salam dibesarkan di is-tana Fir'aun. Yesus meskipun digambarkan sebagai "Tukang kayu dan anak dari tukang kayu" dilengkapi dengan pela-jaran dan peralatan. Petrus, Philipus, Andreas dan lain-lain semuanya merupakan peralatan dan mereka mengikutinya untuk melindunginya, bukan karena dia mempunyai "halo" di atas kepalanya, tetapi karena pakaiannya yang bagus dan sikapnya yang mirip bangsawan. Dia menguasai rumah besar di Yerusalem bersama dengan murid-muridnya. Selama masa panen, dia akan mendapat sumbangan bahan makan-an; Anda bisa mendengar celaan beliau kepada Yahudi yang materialistis.
Dan ketika orang banyak menemukan Yesus di sebe-rang laut itu, mereka berkata kepadanya, "Rabbi, bilamana engkau tiba disini?
Yesus menjawab mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang" (Yohanes 6: 25-26).
Tidak Ada Yang Ditawarkan
Muhammad Shallallahu Alalhi wa Sallam tidak mem-punyai roti atau daging untuk ditawarkan pada pengikutnya. Yang bisa Beliau tawarkan adalah hidupnya yang miskin, yang penuh dengan cobaan dan kesengsaraan selama di du-nia tetapi kesenangan dan kebahagiaan dari Allah di akhirat nanti. Kehidupan Rasulullah seperti buku yang terbuka yang menjadi panutan yang menunjukkan bagaimana karakter dirinya dan integritasnya terhadap tujuan hidup, kesung-guhan dan semangatnya terhadap kebenaran yang beliau ajarkan. Mr. Stanley Lane mengagumi sikap dan kejujuran-nya seperti yang dikatakannya sebagai berikut:
"Dia adalah orang yang bersemangat terhadap nilai--nilai yang mulia dan antusias ini menjadi garam bagi dunia, yang menjaga manusia dari kerusakan hidup mereka.
Semangat ini kadang-kadang digunakan dengan salah karena digabungkan menjadi alasan bagi tindakan yang salah. Tapi tidak dengan Muhammad. Beliau bersemangat ketika semangat diperlukan untuk menyalakan dunia dan semangat ini adalah mulia untuk alasan yang mulia.
Beliau adalah orang yang membahagiakan bagi orang yang mengakui kebenaran akan kebenaran hidup.
Beliau adalah utusan dari satu Tuhan dan tidak pernah dalam hidupnya, beliau melupakan siapa dirinya dan tugas yang dibebankan pada dirinya. Beliau membawa berita kepada umatnya untuk meninggikan martabat manusia ber-sama dengan kerendahan hati dan pengetahuan dari kele-mahan dirinya."
Mungkin mudah untuk mengakui bahwa Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam diberkahi dengan sejumlah sumber daya manusia. Kenyataannya rintangan banyak menghambat jalannya. Tetapi bagaimana dengan keberun-tungan yang diperolehnya diakhir pelayanannya selanjutnya? Kita akan biarkan seorang missionaris Kristen menjawab bahwa,
"Dia adalah gabungan dari Kaisar dan Paus. Tetapi dia adalah Paus tanpa keinginan menjadi Paus, dan Kaisar tanpa tentara kerajaan. Tanpa tentara, tanpa bodyguard, tan-pa sebuah istana, tanpa pendapatan tetap. Jika ada orang yang mempunyai hak untuk mengatakan bahwa dia diatur oleh tuhan yang benar, itu adalah Muhammad dimana dia mempunyai kekuatan tanpa peralatan dan tanpa dukungan." (R. Bosworth Smith, dalam Mohammed and Moham-medanism, London 1874, halaman 92).
Kelemahannya adalah kekuatannya. Buktinya adalah walaupun Beliau tidak mempunyai peralatan yang mendu-kungnya, tetapi Beliau tetap yakin pada Allah dan Allah Yang Maha Pengasih tidak membiarkannya sendiri. Keberhasilan-nya mencengangkan semua orang. Bisakah kita mengatakan bahwa hasil kerjanya adalah hasil kerja Allah? Dan, Muham-mad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah sebagai alat-Nya?
3. Hasil YangMengagumkan
Dalam istilah Thomas Carlyle --- "Seorang laki-laki melawan semua orang" untuk seratus dua puluh ribu pada musim haji pertama. Berapa banyak lagi sesudahnya, laki--laki, wanita dan anak-anak yang menjadi pengikutnya? Pada 12 Rabiul Awal, tahun ke-11 Hijriah, tepatnya 8 Juni 632 Masehi, Rasulullah menghembuskan napas terakhir menuju "tempat tertinggi di sisi Allah" (Ibnu Hisham).
Umarbin Khattab RadhiyallahuAnhu (salah seorang sahabat Beliau) setelah mendengar berita tentang meninggal-nya Rasulullah sangat terkejut dan berteriak "Jika ada yang mengatakan bahwa Muhammad telah meninggal, saya akan memenggal kepalanya!" Abu Bakar Shiddiq Radhiyallahu Anhu membenarkan bahwa Rasulullah benar telah mening-gal dan dia mengingatkan Umar dengan kata-kata, "Muham-mad Shallallahu Alaihi wa Sallam telah meninggal dunia. Bagi mereka yang menyembah Muhammad" Dia melanjut-kan, "ketahuilah bahwa Muhammad sudah meninggal, te-tapi bagi mereka yang menyembah Allah, ketahuilah bahwa Allah hidup selamanya!"
Mendengar perkataan ini; Umar bin Khattab Radhi-yallahuAnhu kembali sadar. Bisakah laki-laki yang akhirnya menjadi Khalifah Islam yang kedua, pada saat itu memba-yangkan bahwa empat belas abad kemudian ada satu milyar lebih pengikut Muhammad? Bisakah dia membayangkan bahwa agama Rasulullah menjadi agama yang paling cepat berkembang di dunia?"
Kristen telah dimulai 600 tahun sebelum Islam. Orang Kristen mengaku bahwa pengikut agama Kristen secara statistik melebihi pengikut agama-agama lain. Ini adalah benar, tetapi mari kita lihat gambaran yang benar.
"Di dunia ini, ada lebih banyak yang mengaku sebagai Kristen daripada mengaku Muslim, tetapi lebih banyak yang berlaku sebagai Muslim daripada berlaku sebagai Kristen. " {R.VC. Bodley (orang Amerika) dalam The Messenger: The life of Muhammad (Rasul: Kehidupan Muhammad), USA, 1969}.
Saya mengerti bahwa Mr. Bodley mencoba mengata-kan pada kita bahwa di dunia ini ada orang-orang yang ketika diadakan sensus, mereka mengaku bahwa agama mereka adalah Kristen. Ini tidak berarti mereka menganut keperca-yaan Kristen. Mereka sebenarnya adalah Atheis atau 'bush -Baptist' dan menentang Yahudi, Hindu atau Muslim. Wa-lau berasal dari Kristen, mereka tidak mau mengaku dirinya Kristen. Dari segi pandang bahwa seseorang yang melaksa-nakan apa yang mereka percayai, maka lebih banyak Islam di dunia ini dibandingkan Kristen.
Berdasarkan urutan waktu, Islam berada 600 tahun di belakang Kristen, tetapi secara mengagumkan, Islam berkembang dengan cepat. "Satu Milyard". Ini gambaran tentang keunggulan dan kesungguhan penganut Islam.
Berdasarkan ketiga standar objektif (a) "Kebesaran Tujuan" (b) "Keterbatasan Peralatan" dan (c) "Keunggulan Hasil", apakah Lamartine mempunyai calon lain yang lebih agung daripada Muhammad ShalIallahu Alaihi wa Sallam? Dan, dia secara lebih jauh, mempesonakan pembacanya de-ngan mengemukakan sifat-sifat Muhammad yang dia kagumi yaitu "... Ahli filsafat, ahli pidato, rasul, pemimpin negara, pejuang, pencetus ide-ide, penemu keyakinan yang rasional, penemu 20 kekaisaran di bumi dan menjadikannya menjadi satu kekaisaran spiritual, dia adalah Muhammad. Berdasarkan semua standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau?" Tidak! Muhammad adalah orang yang paling agung yang pernah hidup!" Menurut Lamartine ahli sejarah berkebangsaan Perancis. Dan firman Allah:
"Dan, Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. " (QS. Alam Nasyrah: 4)
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Kualitas Kebaikan Hati
Propagandis Kristen menyombongkan diri bahwa dalam sejarah umat manusia tidak ada yang paling baik hati dan pemaaf dibandingkan Yesus, yang sewaktu disalib ber-kata,
"Yesus berkata, 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yangmereka Iakukan', " (Lukas 23: 34).
Kedengarannya luar biasa, dari empat penulis resmi Kitab Injil, hanya Lukas yang diilhami oleh Roh Kudus untuk menuliskan kata-kata di atas. Ketiga penulis yang lain, Matius, Markus dan Yohanes tidak pernah mendengar kata--kata tersebut atau mereka merasa bahwa kata-kata itu tidak terlalu penting untuk dicatat. Lukas bukanlah salah satu dari dua belas murid terpilih Yesus. Berdasarkan Injil revisi dari 'Revised Standard Version' (RVS: versi revisi standar), kata--kata tersebut tidak ada dalam catatan asli yang berarti bahwa kata-kata tersebut merupakan tambahan yang tidak resmi.
Dalam versi King James baru (diterbit ulang oleh Tho-mas Nelson Publisher tahun 1984), dikatakan bahwa kata--kata itu 'bukanlah original teks' dari catatan Lukas. Dengan kata lain bahwa kata-kata tersebut dibuat oleh beberapa orang yang fanatik. Meskipun pernyataan itu tidak otentik, kita mengetahui bahwa itu menunjukkan keimanan sese-orang dan sifat pemaaf dari pemimpinnya.
Karena sifat pemaaf merupakan sesuatu yang berhar-ga, orang yang memaafkan harus berada dalam posisi pe-maaf. Jika korban dari ketidakadilan masih berada dalam genggaman musuhnya dan dalam posisi tersebut dia berte-riak, "Saya maafkan Kamu!" Itu tidak akan berarti apa-apa. Akan tetapi apabila korban ketidakadilan itu sudah terlepas dari genggaman musuh dan menang melawan musuh tersebut, dan dalam posisi tersebut ia berkata, "Ya, saya maafkan kamu", barulah itu berarti sangat besar
Sifat Pemaaf Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Berlawanan sekali pernyataan maaf dari "Salib" de-ngan sejarah pertumpahan darah penaklukan kota Mekkah oleh Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dihadapan sahabat-sahabatnya.
"Kota yang telah memperlakukannya dengan sangat kejam, menindas, mengutuk dirinya dan pengikutnya, bera-da di bawah kakinya kini. Orang-orang yang dulu menindas dan menganiaya dirinya dengan tanpa belas kasihan seka-rang berada di bawah belas kasihan beliau. Tetapi di saat kemenangannya, segala kesalahan mereka dimaafkan dan mereka dibebaskan untuk tetap tinggal di Makkah." {Sayed Amir Ali dalam Spirit of Islam (Semangat Islam) }.
Sebelum beliau membebaskan mereka untuk tetap tinggal di kota tersebut, Beliau bertanya kepada mereka "Apa yang kamu harapkan dari tanganku hari ini?" Orang-orang yang telah mengenal Beliau bahkan sejak masa kanak-kanak itu berkata, "Kemurahan hati, wahai saudara dan kepona-kanku!" Air mata keluar dari kedua mata Rasulullah dan Beliau berkata, "Saya akan berbuat seperti apa yang diper-buat Yusuf pada saudara-saudaranya. Kalian boleh bebas pergi!"
Dan, sekarang peristiwa seperti ini tidak ada persama-annya yang lain dalam sejarah dunia. Sekelompok demi sekelompok manusia datang dan masuk Islam. Firman Allah yang menggambarkan sifat agung Rasulullah:
"Sesungguhnya telah ada pada (din) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."
Seperti yang Lamartine katakan, "Berdasarkan semua standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau?"
Saya ulangi, kita juga bisa mengatakan sekali lagi, "Ti-dak! Tidak ada manusia yang lebih agung dari Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling agung yang per-nah hidup!"
Sejauh ini, pahlawan kita mendapat penghormatan dan penghargaan dari banyak non-Muslim yang berasal dari berbagai agama dan berbagai bidang intelektual. Tetapi semuanya masih belum lengkap tanpa putusan Yesus - penda-hulu Muhammad. Kita sekarang akan melihat standarnya dalam menganalisa kebesaran.
Yohanes Pembaptis
Yahanes Pembaptis seperti yang dalam dunia Islam dikenal sebagai Yahya Alaihis-salam adalah Rasul yang sejaman dengan Al-Masih. Mereka adalah sepupu. Ini ada-lah apa yang dikatakan Al-Masih tentang sepupunya itu:
Aku berkata kepadamu, "Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis" (Matius 11: 11 ).
Setiap anak manusia 'dilahirkan oleh seorang perem-puan'. Dengan kenyataan ini berarti Yohanes Pembaptis le-bih besar daripada Musa, Daud, Sulaiman, Ibrahim atau Isaiah. Tak satu pun dari nabi keturunan Bani Israel ini ma-suk. Apa yang membuat Yohanes lebih besar dibanding Nabi yang lain?
Itu tak mungkin karena mukjizatnya sebab tak satu pun ayat di Injil yang mencatatnya. Itu tak mungkin karena ajarannya, karena dia tidak membawa hukum atau peraturan baru. Lalu apa yang membuatnya besar? Mudah, karena dia adalah pembawa berita, pembawa tanda-tanda dari berita gembira akan kedatangan A1-Masih. Inilah yang membuat Yohanes Pembaptis menjadi besar tetapi Yesus mengaku bahwa dirinya lebih agung dibandingkan yang paling agung (misalnya Yohanes). Mengapa?
"Tetapi aku mempunyai kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepadaku supaya aku melaksanakan Nya." (Yohanes 5: 36).
Jadi "persaksian" yang diberikan Tuhan Yang Maha Besarlah yang membuat Yesus lebih besar daripada Yohanes. Berdasarkan standar dari Al-Masih ini, kita menemukan bahwa:
1. Yohanes Pembaptis adalah Nabi yang paling besar di anta-ra Nabi-nabi keturunan Bani Israel, karena dia pembawa berita kedatangan Al-Masih (Yesus). Hampir sama, Yesus adalah lebih besar daripada Yohanes karena dia pembawa berita kedatangan "Roh kebenaran, Pembawa Kebahagia-an" yang akan mengantarkan umat manusia kepada sega-la kebenaran (Dari Kitab Injil, Yohanes pasal 16)
2. Keuskupan, missi Yesus, atau "Pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Nya supaya dilaksanakan-Nya" dibatasi menjadi penggembala kambing dari rumah Israel (Matius 15: 24), sedangkan missi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah universal. Beliau telah diberitahukan,
"Dan, tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam" (QS Al--Anbiya': 107).
Dalam menjaga tugas besarnya, Muhammad selalu menyampaikan Firman-Nya kepada orang-orang yang mau mendengarnya, tanpa perbedaan ras, kelas atau keturunan. Beliau menerima mereka semua dalam agama Tuhan tanpa diskriminasi. Beliau tidak pernah berpikir untuk membeda-kan makhluk Tuhan menjadi "Anjing dan Babi" (Matius 7: 6) atau menjadi "Kambing dan Sapi" (Matius 25: 32). Beliau adalah utusan dari Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan rahmat bagi seluruh umat manusia, dan Beliau tidak pernah lupa dengan missinya bahkan di saat akhir hidupnya.
Menjelang akhir hayatnya, ketika beliau bisa melihat kembali masa lalu yang susah dan berbahaya, dan masa sekarang yang penuh dengan kesuksesan, Beliau sekarang merasa bisa menikmati hidup dengan tenang dan rileks.
Tetapi tidak buat Beliau! Tidak ada waktu untuk beristirahat atau bersantai bagi dirinya. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkannya,
"Dan, Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi keba-nyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28).
Bagaimana Beliau menanggapi tugas ini selama masa tuanya? Pada masa itu tidak ada peralatan komunikasi elek-tronik modern untuk mengatur tugasnya. Tidak ada teleks dan mesin facsimile yang bisa digunakan. Apa yang Beliau lakukan? Karena Beliau adalah seorang yang Ummi (buta hurufj, Beliau mendiktekan 5 surat-surat yang ditujukan pada Kaisar Konstantinopel, Raja Mesir, Negus Abbesinia, Raja Yaman dan Kaisar Iran. Beliau memanggil 5 sahabat-nya dan memberikan masing-masing 5 kuda Arab, lalu menugaskan mereka mengirim surat-surat tersebut untuk mengajak Raja-raja tersebut masuk dalam agama Allah.
Saya beruntung karena bisa melihat surat-surat tersebut di Museum Topkapi di Istambul, Turki. Surat-surat tersebut sudah berdebu! Turki sebenarnya mempunyai pengawet untuk kulit. tetapi surat-surat itu sudah terlalu lama. Surat itu dimulai, "Dari Muhammad Rasulullah, kepada Heraclius, Kaisar di Konstantinopel; Terimalah Is-lam dan Anda akan beruntung."
Diikuti oleh kalimat dalam Al-Qur'an:
"Katakanlah: 'Hai Ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bah wa tidak kami sembah kecual iAllah dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita men-jadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika mereka berpalig maka katakanlah kepada me-reka, 'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang orang yang berserah diri (kepada Allah)'… " (QS. Ali Imran: 64).
Setelah penyisipan ayat Al-Qur'an dalam surat terse-but, lalu diakhiri dengan ucapan selamat dan disegel dengan kalimat --- "Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya."
Surat di Turki menimbulkan rasa penasaran dan keter-tarikan kita untuk menjaganya, tetapi penjagaannya juga sering dirusak oleh pelancong. Ayat-ayat Al-Qur'an yang sama juga berada di hampir setiap rumah Muslim, dibaca dan dibaca ulang ratusan kali, akan tetapi seringkali pembaca tidak mengamalkan apa yang dibacanya dalam kehidupan sehari-hari.
Kita teliti sekali lagi ayat-ayat di atas. Ayat ini dituju-kan kepada "Ahli Kitab" ---Yahudi dan Kristen. Tetapi sete-lah lebih dari seribu tahun, kita telah mengacuhkan bahwa tujuan umum dari ayat itu adalah untuk diri kita sendiri. Kita duduk mendengarkan ayat tersebut tetapi kita tidak melaksanakannya. Pengabaian ini akan terus berlanjut pada umat kita generasi selanjutnya.
Setelah lebih dari 14 abad, ayat-ayat Al-Qur'an masih tetap sama. Kita masih mendengar kalimat,
"Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Saba':28).
Ini adalah kesimpulan dari ayat yang turun 14 abad yang lalu. Ini adalah situasi yang sebenarnya dari dunia ke-agamaan. Pertanyaannya adalah, "Apakah ada yang berbeda sekarang ini?" Tidak ada sama sekali! Sekarang ini lebih ba-nyak Musyrik di dunia ini daripada orang yang percaya pada Allah Yang Maha Esa.
Apakah ada harapan untuk merubah situasi ini?
Allah menugaskan Rasul-Nya, lalu Dia memerintah-kan kita sekarang melalui ayat pertama dari surat Muddats-tsir (surat 74):
A. Hai orang-orang yang berkemul (berselimut),
"Seperti biasa, ada beberapa pengertian dari ayat ini (termasuk yang di atas), tiga pemikiran itu adalah:
1. Suatu peristiwa atau individu tertentu yang ditunjuk. Rasulullah sedang merenungkan diri dengan menggunakan selimut, Beliau sedang memikirkan bagaimana menyampaikan wahyu Allah dan menyiarkan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Benar. Hatinya selalu bersih, tetapi sekarang kegiatan menyiarkan agama Allah akan bertentangan dengan kebiasaan kaumnya selama ini. Pekerjaannya sebagai utusan Allah adalah pekerjaan yang paling sesuai dengan kepribadiannya, tetapi tidak akan ada balasan dan penghargaan yang dapat diharapkan dari masyarakatnya. Tetapi sebaliknya, diperlukan banyak kesabaran, dan kepuasan hati akan diperoleh dari Allah.
2. Suatu pelajaran spiritual umum sedang diajarkan. Tahap yang hampir sama dalam tingkatan hidup setiap laki-laki yang baik, dimana dalam hidup Rasulullah adalah contoh yang universal.
3. Anjuran tentang adanya khayalan mistik yang lebih Kaum sufi mengerti, bahwa dengan berselimut dan berkemul, keadaan lebih menyenangkan, yang diperlukan bagi fisik kita pada suatu tahap. Tetapi kita akan segera bangkit dan sifat dasar kita akan menegaskan diri sendiri. Walaupun itu tidak membawa keberuntungan dan penghargaan dari orang-orang, tetapi akan membawa keberuntungan dari Tuhan.
B. Bangunlah; lalu berilah peringatan
C. Dan Tuhanmu Agungkanlah
D. Dan pakaianmu bersihkanlah
E. Dan perbuatan dosa (menyembab berhala) tinggalkanllah
Rujz atau Rijz berarti penyembahan dan biasanya juga berarti pemujaan. Mungkin di sana ada idola yang disebut Rujz. Tetapi sekararig ini, bisa berarti luas menjadi men-tal yang melawan pemujaan yang benar atau tahap kera-guan.
F. Dan janganlah kamu membeli (dengan maksud) mem-peroleh (balasan) yang lebih banyak.
Menurut kebiasaan, jika kamu memberi adalah agar me-nerima apa yang berharga bagimu lebih dari apa yang kamu berikan. Tetapi jangan mengharapkan apa-apa dari penerima. Kamu melayani Tuhan dan Makhluk Tuhan.
G. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. Kemauan kita untuk melayani Tuhan memerlukan kesa-baran dan kita harus menunjukkan konsistensi dalam pelayanan kita. Karena kita yakin, kita tahu bahwa Dia-lah Yang Maha Besar, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa dan segala sesuatu pasti akan baik. (Abdullah Yusuf Ali).
Bagi bangsa Arab secara umum dan khususnya bagi Rasulullah "selimut" adalah penutup untuk melindungi ma-tahari, angin dan pasir. Dia berarti harus bersiap-siap, menyingsingkan lengan baju untuk menyelesaikan tugasnya. Meskipun sebagian besar Muslim di dunia tidak menutupi dirinya dengan selimut, dalam kehidupan sehari-hari, mere-ka mengenakan mantel untuk menutup rasa rendah diri.
"Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat cahaya Ilahi bersinar menerangi kegelapan di sekitar kita?
Pertama-tama kita harus membiarkannya bersinar da-lam diri kita yang sebenarnya. Dengan adanya sinar tersebut dalam lubuk hati kita, kita bisa berjalan dengan langkah yang yakin dan mantap. Kita dengan rendah hati dapat melanjut-kan langkah-langkah yang berat dan membimbing langkah--langkah kita. Bukan kita, tetapi cahaya yang akan membim-bing! Tetapi oh! Kesenangan menemukan cahaya dan untuk mengatakan pada saudara kita; 'Saya juga berada dalam kegelapan, kesusahan dan akhirnya saya telah menemukan kebahagiaan dan takdir yang menyenangkan!' Lalu, harus-kah kita mengajak saudara kita, dengan berjalan berdam-pingan dalam jalan Tuhan, dengan saling membantu dan kerjasama, dan sepenuh hati berdoa, diikuti dengan tindak-an. Itu adalah maksud baik Allah yang bisa dilakukan oleh kita bersama-sama." (Abdullah Yusuf Ali.).
"Tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba': 28).
Lalu Sabda Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada siapapun kami memohonkan rahmat bagi semua dan selamanya. Amien.
LAMPIRAN I
Beliau mencapai tingkat keunggulan dengan kesem-purnaannya
Beliau menerangi kegelapan (dunia) dengan cahaya-nya
Kesempurnaan adalah semua kualitasnya
Rahmat bagi dirinya dan keturunannya
(Shaikh Sa'di Sheeraazi)
LAMPIRAN II
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang Paling Agung
"Jika kebesaran tujuan
Keterbatasan Peralatan
Dan Hasil Yang Mengagumkan"
Adalah tiga kriteria dari kejeniusan manusia, siapa yang berani bertaruh apakah ada orang lain dalam sejarah modern yang lebih besar daripada Muhammad?
Hampir semua orang terkenal menciptakan senjata--senjata, hukum-hukum dan kerajaan-kerajaan. Mereka me-nemukan, yang semuanya tidak lebih dari kekuatan materi yang mudah hancur di depan mata. Muhammad menghasil-kan tidak hanya tentara, undang-undang, kekaisaran, rakyat dan menyatukan jutaan orang, altar-altar, dewa-dewa, aga-ma-agama, ide-ide, kepercayaan-kepercayaan dan roh-roh.
Sebagai dasar dari suatu buku, setiap huruf menjadi hukum, Beliau menciptakan nasionalisme spiritual yang menyatukan orang-orang dari berbagai bahasa dan ras.
Ide Tuhan Yang Maha Esa, yang dikemukakan di te-ngah-tengah teologi yang
menakjubkan adalah suatu keajaib-an yang sering diucapkan yang mengubah semua pemujaan terhadap nenek moyang dan tahayul.
Ibadahnya yang terakhir, komunikasi mistik dengan Tuhan, kematiannya, kejayaan setelah kematiannya; semua-nya membuktikan bahwa Beliau memiliki kemampuan un-tuk memberikan ajaran agama. Ajaran ini mempunyai 2 po-kok, yaitu: Keesaan Allah dan Keberadaan Allah;
"....Ahli filsafat, ahli pidato, rasul, pemimpin negara pejuang, pencetus ide-ide, penemu keyakinan yang rasional, penemu 20 kekaisaran di bumi dan menjadikannya menjadi satu kekaisaran spiritual, dia adalah Muhammad. Berdasar-kan semua standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau?"
(Lamartine, Sejarah Turki, Paris, 1854, volume II, halaman 276-277)
LAMPIRAN III
JULES MASSERMAN, PSYKOANALIS AMERIKA
TIME, 15 Juli, 1974
Pemimpin harus memenuhi tiga fungsi ---Menyedia-kan kesejahteraan bagi pengikutnya, menyediakan organisasi sosial di mana rakyatnya merasa aman, dan menyediakan mereka dengan suatu bentuk kepercayaan. Orang-orang se-perti Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam fungsi yang pertama.
Orang-orang seperti Gandhi dan Confucius, di satu pi-hak, dan Alexander, Caesar dan Hitler di pihak lain, adalah pemimpin yang memenuhi fungsi yang kedua atau mungkin yang ketiga. Yesus dan Buddha memenuhi fungsi ketiga. Mungkin pemimpin yang terbesar sepanjang waktu adalah Muhammad yang mengkombinasikan ketiga fungsi. Untuk kriteria yang sama, Musa menduduki tempat kedua.
LAMPIRAN IV
"Kesetiaan dikatakan menjadi sifat manusia. Yang membuat perbedaan antara manusia beradab dengan yang tidak beradab. Tetapi kesetiaan yang sejati, merupakan pem-bawaan sejak lahir. Yang menandai seorang teman sejati. Pada manusia, hal ini jarang ditemukan!" (Suatu sajak Afrika Selatan)
Sumber: Ahmed Deedat, The Choice (Dialog Islam-Kristen), Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Cetakan Kedua, September 1999 (Revisi).
|