Yayasan Konservasi RASI                                                                                                    Conservation Foundation for Rare Aquatic Species of Indonesia

 

Kegiatan MAHAKAM

Home
Tentang RASI
Kegiatan Mahakam
Kegiatan Pesisir
Ekoturisme
Living Lakes
Publikasi

 

Survei Keanekaragaman Hayati

Survei keanekaragaman hayati pertama kali dilakukan pada bulan November 2001, yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan spesies bangau tongtong (Leptoptilus javanicus) dan buaya siam (Crocodylus siamensis). Pada tahun 2005-2007 telah dilaksanakan 4 kali survei, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis satwa di wilayah tengah Mahakam. Hasil survei menunjukkan bahwa pada daerah tengah mahakam termasuk danau-danau di sekitarnya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, dimana telah teridentifikasi 107 spesies, 91 spesies dari jenis burung (Aves), 10 jenis dari spesies mamalia dan 6 spesies dari jenis reptilia. Dari 107 spesies tersebut, 31 spesies diantaranya merupakan jenis yang dilindungi di Indonesia. (Laporan Kegiatan Selengkapnya ..... pdf 453kb)

 

Wisata Alam Pesut Mahakam

Merupakan kegiatan yang sedang dibangun oleh Yayasan Konservasi RASI di Kecamatan Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat dalam rangka memperkenalkan obyek wisata Pesut Mahakam kepada wisatawan asing. Bekerjasama dengan beberapa pihak Tour & Travel, YK-RASI berusaha memfasilitasi sebuah perjalanan wisata bagi para turis untuk menikmati langsung pemandangan alam Sungai Mahakam serta keanekaragaman satwanya, terutama Pesut Mahakam. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan pemda setempat terhadap pelestarian pesut mahakam dan potensi wisata alam lainnya.

 

Sosialisasi Perlindungan Habitat Pesut Mahakam

Sosialisasi perlindungan habitat Pesut Mahakam dilaksanakan pada desa/kampung yang berada di sekitar habitat inti Pesut Mahakam yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai Kawasan Perlindungan. Tujuan dari kegiatan ini dalam rangka menjaring aspirasi dan pendapat masyarakat mengenai usulan penetapan kawasan perlindungan bagi habitat Pesut Mahakam, dan hasil sosialisasi nantinya dijadikan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah setempat untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

 

Setelah lokakarya "Usulan Penetapan Kawasan Konservasi Alam Muara Pahu yang diselenggarakan tahun 2006, maka dilaksanakanlah sosialisasi usulan tersebut ke kampung-kampung di sekitar habitat inti yang pertama di Muara Pahu. Pada tahun 2007 dilaksanakan sosialisasi, baik oleh Yayasan Konservasi RASI dan Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup Kab. Kutai Barat. Hasil dari sosialisasi tersebut diperoleh bahwa seluruh kampung di sekitar habitat inti tersebut menyatakan setuju terhadap pembentukan kawasan pelestarian habitat Pesut Mahakam. Hasil tersebut telah disampaikan ke pemerintah daerah setempat dan diharapkan kawasan perlindungan bagi habitat Pesut Mahakam dapat terwujud.

 

Sedangkan pada daerah inti ke-2, yakni Pela-Muara Kaman sedang dalam tahap awal penjaringan aspirasi dan pendapat masyarakat melalui kegiatan penyebaran kuisioner. Kemudian nantinya akan dilaksanakan pertemuan skala kecil di tiap-tiap desa dalam memantapkan terlaksananya pembentukan kawasan perlindungan tersebut. Selain itu pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda), bekerjasama dengan Yayasan Konservasi RASI dan Universitas Mulawarman sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi di 3 desa di sekitar habitat inti, meliputi Desa Pela, Semayang dan Melintang. Secara umum pada dasarnya masyarakat sangat menyetujui dengan adanya usulan pembentukan kawasan perlindungan, namun yang lebih ditekankan adalah adanya komitmen besar dari pemerintah dan aparat terkait dalam memantau kegiatan yang bertentangan dengan prinsip pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari. 

 

← Back  Next →

 

Copyright © 2009 Yayasan Konservasi RASI - All Rights Reserved.