ke 1 2
Hampir semua wanita pernah mengalami pendarahan berlebih saat
menstruasi. Bahkan sebagian wanita harus mengalami hal ini setiap datang bulan. Menorrhagia - berasal dari istilah Yunani, istilah medis untuk pendarahan yang berlebihan atau masa menstruasi terlalu lama atau keduanya. Kondisi ini juga dikenal sebagai hypermenorrhea.Tiap wanita mempunyai siklus menstruasi yang berlainan, normalnya dalam satu siklus kurang lebih setiap 28 hari, bisa berfluktuasi 5 hari dan total kehilangan darah antara 60 sampai 250 mililiter. Siklus menstruasi baik teratur maupun tidak, sedikit atau banyak, sakit atau tidak, lama atau tidak, semua itu masih dalam batas normal, seperti yang
dipublikasikan Mayo Foundation for Medical Education and Research.
Sebagian wanita yang mengalami hal ini, seringkali sampai mengganggu
aktitas sehari-hari hingga menyita waktu kerja, sekolah atau aktifitas
sosial lain tergantung seberapa berat gejala yang timbul.
Indikasi dan gejala
Indikasi dan gejala antara lain:
- Masa menstruasi lebih dari 7 hari
- Aliran menstruasi yang terus-menerus selama beberapa jam.
- Membutuhkan pelindung wanita secara berlapis
- Membutuhkan penggantian selama tengah malam
- Terdapat gumpalan darah dalam jumlah tidak sedikit
- Pendarahan berat hingga mengganggu aktifitas sehari-hari
- Nyeri terus menerus perut bagian bawah selama masa menstruasi
- Masa menstruasi tidak teratur
- Keletihan, kelelahan dan nafas pendek-pendek (mirip gejala
anemia)
Walaupun jarang, indikasi dan gejala menorrhagia mirip dengan kondisi
kelainan medis lain seperti kanker leher rahim atau kanker saluran
kencing. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan hasil diagnosa
dengan tepat penyebab kondisi yang dirasakan.
Penyebab
Beberapa kasus pendarahan hebat saat menstruasi tidak dapat diketahui
dengan pasti tapi beberapa kondisi penyebab menorrhagia diantaranya:
- Hormon tak seimbang. Dalam siklus menstruasi normal,
keseimbangan hormon estrogen dan progesteron menyesuaikan kondisi dari
dinding uterus (endometrium) untuk mengatur pancaran darah menstruasi.
Jika timbul ketidakseimbangan hormon, endometrium menghasilkan aliran
darah hebat.
- Kista ovarium. Timbulnya kantung-kantung cairan di dalam
atau diatas ovarium dan terkadang menyebabkan ketidaknormalan
menstruasi termasuk menorrhagia.
- Polip. Timbulnya polip pada dinding uterus menyebabkan
pendarahan menstruasi dalam waktu lama. Polip dari uterus biasanya
muncul pada wanita usia produktif yang menghasilkan kelebihan hormon,
menyebabkan pendarahan yang tidak terkait dengan menstruasi.
- Disfungsi ovarium. Kegagalan fungsi ovarium, anovulation
(proses pelepasan telur) dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon,
berujung pada menorrhagia.
- Adenomyosis. Kondisi yang timbul saat kelenjar dari
endometrium melekat pada otot uterus, seringkali menjadi penyebab
pendarahan hebat dan nyeri perut. Hal ini sering terjadi pada wanita
yang telah mempunyai beberapa anak.
- Penggunaan IUD. Efek samping alat KB IUD yang sering
ditemui adalah pendarahan menstruasi hebat.
- Kanker. Walaupun jarang ditemui, kanker pada alat
reproduksi wanita dapat menyebabkan menorrhagia. Kanker uterus, kanker
ovarium dan kanker leher rahim dapat menyebabkan pendarahan berlebih
saat menstruasi.
- Obat-obatan. Obat-obatan tertentu, termasuk obat pencegah
penggumpalan darah (anticoagulants) dan pengobatan anti
radang/infeksi, dapat menyebkan menstruasi berat atau dalam waktu
lama.
Faktor resiko
Semua wanita dalam usia produktif dapat mengalami pendarahan hebat
saat menstruasi. Wanita muda yang belum mengalami siklus menstruasi
cenderung mengalami menorrhagia pada 12 sampai 18 bulan setelah pertama
kali mengalami menstruasi. Wanita dewasa menjelang menopause seringkali
mengalami ketidakseimbangan hormon dapat mengarah ke menorrhagia.
Komplikasi
Pendarahan hebat saat menstruasi dapat mengarah pada kondisi medis
lain, diantaranya:
- Anemia. Menorrhagia seringkali menyebabkan anemia pada
wanita menjelang menopause. Diperkirakan sekitar 10 persen dari wanita
usia produktif dalam resiko tinggi terkena anemia. Walaupun pola diet
dapat ikut andil penyebab hal ini, problem makin berat karena
pendarahan menstruasi yang berlebih. Mayoritas kasus anemia hanya
dalam kondisi ringan, tapi walaupun ringan, anemia dapat menyebabkan
kelematah dan keletihan pada tubuh. Anemia stadium lanjut menyebabkan
nafas pendek-pendek, detak jantung cepat, nyeri kepala, telinga
berdenging dan ketidakseimbangan mental. Anemia yang tidak mendapat
tindakan medis dalam jangka panjang mengarah ke masalah jantung.
Wanita hamil penderita anemia, khususnya 3 bulan pertama kehamilan,
meningkatkan resiko keguguran.
- Infertilitas. Banyak kondisi terkait ketidaknormalan
menstruasi, termasuk pendarahan hebat, ketikdaknormalan ovulasi,
endometriosis, adalah mayoritas yang mempunyai kontribusi pada
infertilitas pada wanita. Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat
mempersulit usaha wanita untuk hamil.
- Nyeri hebat. Pendarahan berlebihan saat menstruasi
seringkali disertai dysmenorrhea (kram & nyeri pada perut bagian
bawah yang menyertai menstruasi).
Tindakan
Tindakan khusus pada menorrhagia didasarkan pada beberapa faktor
diantaranya:
- Kondisi kesehatan secara menyeluruh dan riwayat kesehatan.
- Stadium lanjut dari kondisi yang diderita
- Penyebab dari kondisi
- Kondisi toleransi tubuh untuk menerima pengobatan, terapi dan
prosedur medis.
- Harapan dari bagaimana kemajuan kondisi yang diderita
- Efek dari pengobatan
Terapi pengobatan untuk menorrhagia meliputi:
- Suplemen zat besi. Jika kondisi ini disertai dengan anemia,
dokter mungkin merekomendasikan anda untuk mengkonsumsi suplemen zat
besi secara teratur. Jika level zat besi didalam tubuh rendah tapi
anda belum mengalami anemia, anda juga mungkin disarankan untuk
mengkonsumsi untuk mencegah terkena anemia.
- Kontrasepsi oral. Konstasepsi oral (seperti pil KB) dapat
dipilih untuk membantu keteraturan ovulasi dan mengurangi pendarahan
hebat dan jangka waktu lama menstruasi.
- Obat-obatan yang termasuk dalam NSAID (Nonsteroidal
anti-imflammatory drugs) seperti ibuprofen (advil dan motrin) membantu
mengurangi derasnya aliran darah.
- Progesteron. Hormon progesterone dapat membantu mengoreksi
ketidaknormalan hormon dan mengurangi menorrhagia.
Perawatan diri
Beberapa tips untuk perawatan diri dalam
menghadapi menorrhagia diantaranya:
- Istirahat cukup. Dokter akan merekomendasikan cukup
istirahat jika mengalami pendarahan hebat dan ketidakteraturan
menstruasi.
- Catat pelindung yang digunakan. Catat jumlah pelindung
wanita yang telah digunakan agar dokter dapat menarik kesimpulan
kurang lebih jumlah darah yang keluar. Gantilah secara teratur
pelindung yang digunakan paling tidak setiap 4 jam.
- Hindari aspirin. Karena aspirin akan memperlama pendarahan,
hindari penggunaan secara berlebihan. Obat-obatan seperti ibuprofen
(advil dan motrin) seringkali lebih efektif dari aspirin untuk
meringankan ketidaknyamanan menstruasi.
|