|
|
Kalau
kawan-kawan punja waktu, masukilah kamar-kamar pemuda-pemudi
bordjuis kita. Dinding-dinding kamarnja penuhlah dengan dewa-dewi
tjinta dari Amerika Serikat. Dan pemuda atau pemudi ini setiap
kali memetik gitar sambil memandangi gambar-gambar itu. Tampak
tidak sesuatu pun jang terdjadi. Tetapi sesuatu telah terdjadi,
jaitu: djiwa pemuda atau pemudi itu sambil memetik gitar melakukan
pertjabulan dengan gambar-gambar bintang-bintang film itu.
Kenapa
Kebudajaan Imperialis Amerika Serikat jang Harus Didjebol?
Pidato Pramoedya Ananta Toer dalam acara resepsi penutupan sidang
Pleno Lekra di Palembang. Dimuat Harian Rakjat, Minggu, 15
Maret 1964.
Gambaran
tentang penonton film dalam kegiatannya yang aktual sulit dan
jarang didapati dalam tulisan di media massa cetak. Bagaimanakah
penonton itu memarkir kendaraan, berjalan masuk gedung, mengantri,
membeli karcis, menunggu, masuk teater, duduk, menonton, dan
keluar lagi hampir tidak tercatat. Lebih banyak dan mudah
ditemukan tulisan perihal “penonton” (dalam tanda kutip),
gambaran yang ada dalam pikiran wartawan, ketua serikat buruh
film, panitia aksi pengganyangan, importir, dan lain-lain.
|
|
Halaman
01 |
|
dari
02
halaman |
|