Best viewed with

 

Info Luo Han - Cupang Hias - Pojok Koi - Arwana - Diskus - Akuarium Laut- Koleksi Hobiis - Info Perundangan - Info Karantina - Forum Diskusi

Kualitas Air

Hama/Penyakit

Filter

Akuarium/Tank

Direktori Ikan

Direktori Tanaman Air

Pakan Ikan

Aquascaping

Berbagai Masalah dan Pemecahannya

O-Fish Home

 

 

 

Over Flow

Konsep dasar dari bak overflow  adalah hukum bejana berhubungan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.  Dalam sistem demikian, yaitu apabila bejana A, B, dan C saling berbuhungan dan permukaan bejana bebas (sama dengan tekanan udara), sedangkan bejanan itu sendiri bukan merupakan sistem kapiler, maka permukan air pada semua bejana akan sama tinggi.

Gambar 1. Bejana Berhubungan

 

Dengan demikian apabila kita memiliki sistem lain seperti terdapat pada Gambar 2 A, maka hukum yang sama seperti paga Gambar 1. akan berlaku.  Apabila hukum bejana berhubungan berlaku pada 2A maka hal tersebut juga akan berlaku pada 2B. Pada 2B bejana 1 dan 2 dihubungkan dengan sebuah pipa T.  Dengan mengacu pada Gambar 2B, maka suatu sistem overflow dapat dibuat pada suatu sistem akuarium tanpa harus membuat lubang pada dinding akuarium tersebut.  Secara alamiah, berdasarkan Gambar 2B, apabila kita mengurangi air dari bejana 2, katakanlah dengan disiphon, maka permukaan air pada bejana 1 akan menurun.  Begitu pula sebaliknya, apabila kita menambahkan air pada bejana 1, maka permukaan air pada bejana 2 akan meningkat.  Konsep ini selanjutnya digunakan pada akuarium seperti ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 2.

Hukum bejana berhubungan berlaku baik pada sistem A maupun sistem B.

 

Gambar 3. Bak Overflow

 

Gambar  3.  menunjukkan mekanisme kerja sebuah bak over flow berdasarkan prinsip bejana berhubungan.  Akuarium mendapat pasokan air dari sump (filter) dengan bantuan sebuah pompa, sehingga dengan waktu, permukaan air akuarium akan meningkat.  Peningkatak air akuarium ini akan dibatasi oleh tinggi bak averflow (bak 1). Sehingga apabila melebihi ketinggian tersebut, air akan jatuh ke bak 1. Meningkatnya ketinggian air di bak 1 akan diikuti oleh naiknya permukaan air di bak 2, akan tetapi kenaikkan ini dibatasi oleh tinggi pipa outlet di bak 2 sehingga air tumpah melalui pipa outlet menuju sump atau filter.  Dan begitu seterusnya sehingga terjadi sirkulasi air secara terus menerus.

Suatu hal kritikal yang perlu diperhatikan dalam sistem ini adalah jangan sampai ada udara terjebak di pipa T (penghubung bak 1 dan 2).  Apabila sampai ada udara terjebak disana maka sistem akan gagal berfungsi dan akuarium bisa banjir.  Oleh karena itu,  sebaiknya pipa T dibuat dari bahan transparan untuk dapat mengontrol ada tidaknya udara yang terjebak.

Disain bak overflow bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, sebagai contoh bak 1 pada pada Gambar 3,  bisa dibuat  sama tinggi,  atau berbagai modifikasi lainnya.  Perlu diperhatikan bahwa ujung dari kedua ujung  pipa T harus selalu terendam air, agar udara tidak sampai masuk kedalam pipa.  Hal ini dapat diatur dengan memposisikan tinggi pipa outlet bak 2 selalu lebih tinggi  dari ujung-ujung pipa T. 

Untuk membebaska udara dari pipa T bisa dipasang sebuah "keran" udara pada bagian atas pipa, sehingga udara terjebak bisa dikeluarkan dari sana dengan bantuan sebuah pompa penghisap.  Selain itu kehadiran keran ini juga akan mempermudah inisiasi keterhubungan bak 1dan 2.    Kalau tidak maka hal tersebut harus dilakukan dengan cara penyifonan.

Outlet dari bak 2 ke sump dapat pula dilakukan dengan berbagai cara, yaitu seperti pada Gambar 3, melalui dasar bak 2.  Atau seperti pada Gambar 4. Pemilihan ini sepenuhnya tergantung pada kebutuhan dan selera.

Gambar 4.  Alternafit Outlet

 

Disain paling primitif  dari sebuah bak overflow adalah dengan menggunakan selang air biasa.  Pilih selang air dengan  kualitas relatif bagus sehingga tidak akan tetekuk patah apabila dilengkungkan. Potong sesuai dengan kebutuhan. atau atur panjangnya sedemikan rupa sehingga hampir mencapai dasar bak 1 atau bak 2.   Pada saat inisiasi, setelah bak 1 dan bak 2 disiapkan, isi selang tersebut dengan air hingga penuh, kemudian tutup ujungannya dengan menggunakan ibu jari tangan kanan dan kiri.  Sebelumnya bak 1 isi penuh dengan air sedangkan bak 2 isi separuh dari batas ketinggian pipa outlet.  Celupkan kedua ujung selang masing-masing pada bak 1 dan 2.  Kemudian buka lepaskan ibu jari dari ujung-ujung selang.  Pada saat itu, sesaat,  akan terjadi aliran air dari bak 1 ke bak 2 melalui pipa hingga mencapai keseimbangan.  Setelah yakin tidak ada udara terjebak dalam selang, jalankan pompa pada sump.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright  2002  O-FISH. All Rights Reserved