Renungan

Meditasi adalah ?

Puisi & Kata Bijak

Buku Tamu & Link

Saya & Keluarga

Lain - Lain

update terakhir Saturday, 02 December 2000

.

Pria bisa Hamil.

Ada kamar baru di menu LAIN-LAIN. Wejangan Guruji, Sitemap & Perayaan.





 

-Kisah sufi1-


Kisah ini dikutip dari buku Masnawi2 yang menampilkan kisah-kisah sufi karangan Master Jalaluddin Rumi, diterjemahkan & dikomentari oleh Guruji Anand Krishna, sehingga memberikan pengertian berbeda & memudahkan untuk kita selami bersama.

Teks yang dicetak tebal adalah terjemahan kisah sufi dari masnawi, sedangkan teks yang dicetak miring adalah komentar dari Guruji Anand krishna

SEORANG RAJA & SEEKOR BURUNG ELANG (bag 1)

Konon seorang Raja kehilangan burung elang kesayangannya. Burung elang itu sengaja meninggalkan istana karena kejenuhan & mendatangi rumah seorang wanita tua.

Melihat seekor burung berbadan montok, wanita itu senang sekali. Dia menangkap serta mengikat kaki & sayapnya. Melihat kuku elang yang panjang, wanita itu mengatakan, Yang memelihara kamu selama ini sungguh malas. Kukumu dibiarkan memanjang, tidak pernah dipotong. Begitu pula sayapmu, tidak pernah dirampingkan. Tetapi jangan khawatir engkau berada ditempat yang tepat. Ibumu akan memotong kukumu & merampingkan sayapmu. Itulah yang ia lakukan, memotong kuku & merampingkan sayap elang tersebut.

Demikianlah jika engkau bersahabat dengan orang bodoh. Cinta serta kepeduliannya pun bisa mencelakakanmu.

Sementara itu, pada suatu hari Sang Raja melewati rumah wanita tadi. Melihat burungnya sudah tidak bercakar, dan nyaris tidak bersayap, Sang Raja tidak bisa menahan jeritannya, Apa yang terjadi padamu ? Hidup bebas diistana bagaikan hidup dalam taman Firdaus. Lalu kenapa kamu harus meninggalkan istana & datang ketempat dimana mereka tidak menghargaimu. Mereka tidak tahu engkau seekor elang. Dan bagi seekor elang, cakar & sayapnya sangat berharga.

Sielang berusaha mendekati sang raja dan kendati tidak bisa berbicara, dia menyampaikan permohonan maafnya, "Aku telah melakukan kesalahan"

Sang raja memahami maksud burung tersebut, dan dia memaafkannya.

Karena dekat dengan Tuhan, sering kali manusia menjadi sombong. Karena dekat dengan Sang Raja, dia lupa daratan. Dia meremehkan kedekatan itu. Lalu karena kesombongannya sendiri dia menjadi jauh dari tuhan, dari Sang Raja.

Seperti burung elang dalam kisah ini kitapun tidak pernah dikeluarkan dari taman Firdaus. Kita keluar sendiri, keluar dari istana, kita jatuh ketangan wanita tua yang tidak tahu elang itu apa. Lalu kuku kita dipotong. Sayap kita diguntung Dan kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena sebelumnya kaki kitapun sudah diikat olehnya.

Yang kita anggap kebebasan ternyata bukan kebebasan. Apa yang kita anggap kemerdekaan ternyata perbudakan. Dengan kuku dan sayap terpotong kita tidak bisa melakukan apapun. Walaupun berbadan dan berjiwa elang, kita sudah tidak bisa terbang lagi.

Harus ada seorang Raja yang mendatangi kita, mengenali kita dan membebaskan dari perangkap wanita tua.

Wanita tua adalah dunia. Keterikatan anda terhadap dunia & kepedulian dunia terhadap anda menghasilkan apa ? Rasa takut, Was-was. Kemampuan untuk terbangpun menghilang. Tetapi anda masih saja betah berada dalam "rumah-dunia" ini. Berdoalah agar ada seorang Mursyid, seorang Raja yang mendatangi anda dan membebaskan dari perangkap dunia.

 

sambungan ke bagian 2