
| Home | > | Program | > | Pengorganisasian | > | | | | |
|
Liputan media pada peresmian Arus Pelangi-Banyumas dengan cepat menjadi topik hangat di wilayah tersebut. Keberanian tampil di masyarakat sebagai sebuah organisasi LGBT cukup mengejutkan sebagian besar masyarakat. Dan ketika masyarakat terkejut, beberapa akan bereaksi buruk, khususnya mereka yang kolot dan berlatar belakang aliran agama tertentu. Gerakan Pemuda Ka'abah (GPK), sebuah kelompok Islam fundamentalis, segera melakukan demonstrasi menentang Arus Pelangi-Banyumas, dengan berbagai alasan, di antaranya menyatakan bahwa organisasi ini akan menyebarkan virus HIV/AIDS, dan merupakan pelanggaran ajaran Islam. Tuntutan utama mereka kepada pemeritah setempat adalah untuk melarang berdirinya Arus Pelangi-Banyumas. Namun, terbukti bahwa mereka hanya merupakan kelompok kecil yang kurang dari 50 orang. Namun, koran-koran lokal bergairah dalam peliputan mereka. Akhirnya, demontrasi GPK sia-sia; pemerintah daerah tidak mengabulkan permintaan mereka. Sebaliknya, Departemen Kesehatan setempat mengundang Arus Pelangi-Banyumas untuk bergabung dalam program kampanye melawan penyebaran HIV/AIDS. |
![]() |
| Dalam waktu dekat ke depan, Arus Pelangi-Banyumas berencana mengadakan kegiatan sosial lainnya untuk meningkatkan citranya di masyarakat dan membuktikan bahwa mereka adalah warga negara yang berarti juga. |
| Home | > | Program | > | Pengorganisasian | > | | | | |