2. Konservasi Tanah dan Air
Konservasi
tanah dan air adalah usaha menambah produktivitas tanah
dan menjaga kuantitas dan kualitas air. Konservasi tanah
dan air ini dapat dilakukan dengan cara vegetasi. Antara
lain :
1.
Penanaman tumbuhan-tumbuhan dengan
tujuan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air dan memelihara
keseimbangan unsur hara tanah. Atau dengan cara meletakan sisa-sisa tumbuhan di
atas tanah agar memperkecil tingkat penguapan air tanah.
2.
Penanaman tumbuhan penutup tanah.
3.
Pergiliran tumbuhan (sistem penanaman
berbagai tumbuhan secara bergilir dengan ukuran waktu tertentu pada sebidang
tanah untuk mempertahankan sifat fisik tanah).
3. Konservasi Tumbuhan dan Satwa
Konservasi
tumbuhan dan satwa dapat dilakukan dengan cara antara lain :
1.
Pengelolaan dan pengembangan kawasan
suaka alam.
2.
Pengembangan dan pembangunan taman
nasional dan pembentukan taman nasional baru.
3.
Penangkapan flora dan fauna yang
terancam punah.
4.
Pengembangan taman hutan raya.
B. Metode tidak
langsung
Dalam hal ini metode tidak langsung
adalah metode pengenalan konservasi dengan cara pendekatan-pendekatan pada
masyarakat agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan
dalam berkonservasi. Contohnya :
1. Dengan Cara Interpretasi
Yaitu suatu kegiatan pendidikan yang
bertujuan untuk merubah sikap masyarakat menjadi bersikap positif dalam
pengelolaan sumber daya alam.
Kegiatan interpretasi dilakukan dengan
cara mempertemukan masyarakat dengan obyek interpretasi,
sehingga masyarakat dapat memperoleh pengalaman langsung
melalui panca indera.